Menguak Dugaan Jaringan Calo Loker di Sukabumi: Warga Karangtengah Jadi Korban Janji Palsu Oknum 

- Penulis

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||SUKABUMI — Praktik dugaan percaloan lowongan kerja di Kabupaten Sukabumi kembali mencuat. Seorang warga Kampung Selaawi, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak,Kabupaten sukabumi mengungkapkan bagaimana dirinya terjerat janji manis oknum yang mengklaim mampu “meloloskan” pelamar ke salah satu pabrik garmen (DHI) di wilayah tersebut. Kesaksian Z, korban yang mengalami kerugian hingga Rp3 juta (dari dua korban) , membuka tabir pola dugaan penipuan yang diduga telah berlangsung lebih dari satu kasus.

Menurut penelusuran awal dan keterangan Z, oknum berinisial A, warga desa yang sama, diduga memanfaatkan kondisi ekonomi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dengan menjanjikan jalan pintas agar diterima bekerja di sebuah pabrik garmen (DHI) ternama di Sukabumi.

Modusnya sederhana namun efektif,A mengaku memiliki akses orang dalam dan dapat memastikan pelamar diterima, asalkan menyetor sejumlah uang sebagai “biaya administrasi.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya dia bilang urusan sudah beres, tinggal masuk. Saya percaya karena dia bilang sudah biasa bantu orang,” ujar Z, Kamis (11/12/2025).

Uang yang diminta tidak langsung sekaligus. A memecahnya menjadi beberapa tahap untuk mengurangi kecurigaan korban hingga total mencapai sekitar Rp3 juta.

Janji penerimaan kerja disebut akan terealisasi sekitar Agustus 2025, namun hingga memasuki Desember, tidak ada panggilan, tidak ada proses, bahkan tidak ada informasi yang pasti dari pihak pabrik.

Setiap kali dimintai perkembangan, A hanya memberikan jawaban normatif

“Nanti.”,“Tunggu kabar.”

“Sebentar lagi.“Tinggal nunggu jadwal.”

Namun semua itu tidak pernah terbukti.

Puncaknya, A menjanjikan pengembalian uang pada tanggal 11 di bulan November 2025, bertepatan dengan waktu gajian. Akan tetapi, ketika hari itu tiba, oknum yang bersangkutan justru menghentikan komunikasi.

“Dihubungi tidak dijawab. Pesan tidak dibaca. Seperti sengaja menghilang,” ujar Z.

Investigasi awal menemukan adanya dugaan pola berulang. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa A tidak hanya menjanjikan peluang kerja kepada Z, tetapi juga kepada rekannya Z di desa tersebut dengan tujuan pabrik yang sama.

READ  Oknum Kabid DKP3 Majalengka Diduga Hamili Seorang Wanita, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Mendesak Bupati Majalengka Segera Memberhentikan Tidak Hormat.

Artinya, kasus Z berpotensi menjadi bagian dari jaringan kecil percaloan loker yang terstruktur namun tidak terlihat, memanfaatkan nama besar pabrik garmen sebagai legitimasi fiktif.

Z mengaku uang Rp2 juta dan rekannya Rp 1 juta tersebut bukan berasal dari simpanan pribadi, melainkan hasil meminjam dari beberapa orang. Dengan harapan besar masuk kerja, ia terjebak dalam utang yang kini harus ia lunasi tanpa hasil.

“Uang itu hasil pinjam sana-sini. Saya berharap ada kerjaan, tapi ternyata ditipu,” ucap Z.

Kekecewaan korban tidak hanya finansial, tetapi juga psikologis. Korban merasa dipermainkan, dibohongi, dan diperlakukan tidak manusiawi oleh orang yang sebenarnya tinggal satu desa.

Hasil penelusuran mendalam menunjukkan lemahnya pengawasan mekanisme perekrutan tenaga kerja di wilayah Sukabumi membuka peluang bagi oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Banyak pabrik garmen memang merekrut melalui vendor resmi atau seleksi langsung, namun informasi ini tidak selalu terjangkau oleh warga desa yang membutuhkan pekerjaan cepat.

Situasi ini menciptakan ruang bagi aktor-aktor tidak resmi yang memanfaatkan celah kebodohan informasi dan keterdesakan ekonomi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada klarifikasi dari A mengenai dugaan praktik percaloan ini. Pihak warga mendesak agar aparat desa maupun kepolisian turun tangan mengusut kasus ini agar tidak ada lagi keluarga yang jatuh dalam jebakan serupa.

Selain itu, masyarakat berharap perusahaan garmen yang namanya dibawa-bawa oknum dapat memberikan klarifikasi resmi dan memperjelas bahwa tidak ada sistem penerimaan kerja berbayar.

Kasus Z menjadi cerminan bahwa praktik percaloan loker bukan hanya persoalan kriminalitas semata, tetapi juga gambaran struktur ekonomi desa yang membuat warga mudah terperangkap dalam janji pekerjaan instan.

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru