SUARARAKYAT.info||SUKABUMI-Pantai Karang Hawu di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Jawa Barat, kini mendapat sorotan tajam dari masyarakat dan pengunjung. Pasalnya, tumpukan sampah yang berserakan di sekitar area wisata hingga ke bahu jalan membuat pemandangan pantai menjadi kumuh dan menimbulkan bau busuk yang menyengat.
Kondisi memprihatinkan ini terlihat jelas di titik pengumpulan sampah yang kapasitas penampungannya terbilang kecil. Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah plastik, sisa makanan, hingga limbah dagangan terlihat menumpuk tanpa penanganan memadai. Diduga, sampah-sampah tersebut sudah lama tidak diangkut oleh dinas terkait sehingga terus menumpuk dari hari ke hari.
Salah seorang pengunjung berinisial I yang datang bersama keluarganya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.
“Banyak sampah dan baunya sangat mengganggu. Seharusnya tempat wisata seperti ini bersih, supaya kita bisa menikmati keindahan pantainya dengan nyaman,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (9/11/2025).
Kondisi itu juga dikeluhkan para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi. Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pengangkutan sampah biasanya dilakukan dua kali dalam seminggu. Namun, volume sampah yang terus bertambah setiap hari membuat sebagian besar tidak terangkut.

“Biasanya seminggu dua kali diangkut, tapi sekarang banyak banget sampah yang numpuk. Karena terus bertambah tiap hari, akhirnya berserakan sampai ke bahu jalan. Kalau mau jelas, tanya aja ke RT Ajeng,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Ajeng, Ketua RT 02 RW 07 Kampung Karang Hawu, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari pedagang sekitar, tetapi juga dari masyarakat luar yang kerap membuang sampah sembarangan di area tersebut.
“Sampah di sini bukan cuma dari pedagang, tapi juga dari orang luar yang sengaja buang sampah di tempat ini. Padahal kapasitas penampungan kecil. Petugas dan pedagang sudah sering menegur supaya jangan sampai sampah berserakan ke bahu jalan,” jelas Ajeng.
Ia juga menambahkan, persoalan utama bukan hanya kurangnya kesadaran masyarakat, tetapi juga minimnya armada pengangkut sampah. Saat ini, kata Ajeng, hanya ada satu unit truk pengangkut yang harus melayani beberapa titik di wilayah Cisolok seperti Karangpapak, Cimaja, Cikahuripan, dan Cikelat, sebelum akhirnya menuju Karang Hawu.
“Truknya cuma satu, jadi jelas gak bisa semua sampah langsung terangkut. Kalau armadanya ditambah, saya yakin bisa teratasi. Kami juga berterima kasih ke petugas yang sudah berusaha, mungkin memang terkendala armada yang kurang,” imbuhnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi pelaku wisata dan warga sekitar. Selain mencoreng citra pariwisata daerah, bau busuk yang menyebar juga berpotensi menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung. Beberapa pengunjung bahkan memilih meninggalkan lokasi lebih awal karena tak tahan dengan aroma tak sedap dari tumpukan sampah tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, segera turun tangan memperbaiki sistem pengelolaan sampah di kawasan wisata unggulan itu. Penambahan armada truk sampah, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penegakan aturan larangan membuang sampah sembarangan diharapkan bisa menjadi solusi konkret.
Sebagai salah satu destinasi wisata andalan yang dikenal dengan keindahan batu karangnya dan legenda Nyi Roro Kidul, Pantai Karang Hawu sejatinya memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, tanpa penanganan serius terhadap persoalan sampah, pesona Karang Hawu terancam pudar di tengah tumpukan limbah yang kian menggunung.
CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
(Ad.G)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














