Forum Bojonggenteng Kirim Surat Tuntutan Transparansi Ke PT Dasuib: Kawal Deadline UMK dan K3 dalam Waktu Satu Bulan

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi– Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan (FSOK) Bojonggenteng menegaskan sikap tegasnya terhadap hasil kunjungan mendadak (sidak) Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi ke PT Dasuib. Setelah viralnya video di media sosial yang memperlihatkan dugaan pelanggaran upah minimum dan pelanggaran standar keselamatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan tersebut, FSOK langsung bergerak cepat memastikan hasil sidak tidak hanya berhenti pada janji di atas kertas.Rabu (23/10/2025)

Hari ini, FSOK resmi melayangkan Surat Tuntutan Transparansi dan Komitmen kepada PT Dasuib. Surat tersebut berisi dua tuntutan utama: pelaksanaan pembayaran upah sesuai UMK Kabupaten Sukabumi tahun 2025 sebesar Rp 3.604.483, dan pembentukan serta legalisasi Komite K3 atau P2K3 dalam jangka waktu satu bulan sebagaimana hasil kesepakatan dengan Komisi IV DPRD.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum FSOK Bojonggenteng, Yulius Abdillah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk konkret pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan hasil kunjungan dewan. Ia menegaskan bahwa FORUM tidak ingin kesepakatan tersebut berakhir tanpa realisasi nyata.

“Kami mengapresiasi langkah cepat Komisi IV DPRD yang langsung turun ke lapangan setelah video viral itu muncul. Namun kami juga menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada sidak. Realisasi ada di tangan PT Dasuib, bukan di atas kertas kesepakatan. Oleh karena itu, kami mengirim surat resmi agar semua pihak transparan dan bertanggung jawab,” ujar Yulius tegas.

Dua Tuntutan Utama: UMK dan Legalitas K3

Dalam suratnya, FSOK menyoroti dua poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh perusahaan.

Pertama, realisasi pembayaran upah sesuai UMK. FORUM menuntut agar PT Dasuib menyediakan bukti konkret berupa salinan pembayaran gaji yang sudah disesuaikan dengan Upah Minimum Kabupaten Sukabumi 2025 sebesar Rp 3.604.483. Bukti tersebut harus dapat divalidasi oleh pihak Dinas Tenaga Kerja dan diserahkan kepada perwakilan FSOK sebagai bentuk transparansi.

“Deadline satu bulan sudah cukup untuk membenahi sistem pengupahan yang selama ini tidak sesuai aturan. Kami tidak ingin lagi mendengar janji atau wacana, kami menuntut bukti sah bahwa seluruh pekerja outsourcing di bawah PT Bintang Sukses Lestari (BSL) sudah dibayar sesuai UMK,” tegas Yulius.

Kedua, pembentukan dan legalisasi Komite K3/P2K3. Sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan, perusahaan wajib memiliki struktur K3 yang sah dan terdaftar resmi. FORUM menuntut agar PT Dasuib menyerahkan salinan Surat Keputusan (SK) pembentukan serta bukti pendaftaran P2K3 kepada pihak Disnaker dan FSOK sebagai wujud kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan.

READ  Gabungan Ormas Soroti Motif Kritik Ketua Komisi II DPRD Soal RSUD Palabuhanratu

FSOK Libatkan Pemerintah Kecamatan dan Disnaker

Sekretaris FSOK, Rendi Multiyadi, S.Sos, menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Camat Bojonggenteng dan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi untuk memastikan implementasi dari kesepakatan tersebut berjalan sesuai tenggat waktu.

“Kami tidak ingin kasus ini hanya menjadi berita sesaat. Kami akan kawal setiap perkembangan, dan kami harap pemerintah daerah tidak tinggal diam. Ini menyangkut hak dasar para pekerja dan kredibilitas perusahaan di mata publik,” ujar Rendi.

Langkah tegas FORUM mendapatkan dukungan penuh dari Dewan Pembina FSOK. Salah satu Dewan Pembina, Bapak Dodi Wahyudi (Golung), menyatakan bahwa pengawasan publik semacam ini justru menjadi penyeimbang agar dunia usaha tetap berjalan dalam koridor hukum.

“Kami mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang dilakukan FORUM. Pengawasan ini bukan untuk menghambat investasi, tetapi memastikan bahwa setiap perusahaan di Bojonggenteng beroperasi secara legal, patuh pada ketentuan, dan menciptakan iklim kerja yang sehat,” ungkap Dodi.

Ia juga menegaskan, kepatuhan hukum merupakan fondasi utama agar investasi di wilayah Bojonggenteng bisa tumbuh dengan stabil.

“Kalau perusahaan taat hukum dan menghormati hak pekerja, maka kepercayaan investor juga akan meningkat. FORUM hadir untuk membantu memastikan stabilitas itu,” tambahnya.

Sebagai penutup, Yulius Abdillah menegaskan bahwa FORUM tidak akan ragu mengambil langkah hukum apabila PT Dasuib tidak memberikan bukti transparansi yang diminta dalam waktu satu bulan.

“Kami tegaskan, jika batas waktu satu bulan terlewati tanpa bukti nyata dari perusahaan, maka kami anggap kesepakatan Komisi IV gagal. FSOK akan melayangkan tuntutan hukum yang lebih tegas. Ini bukan ancaman, tapi komitmen kami untuk menegakkan keadilan bagi para pekerja,” tutup Yulius.

Dengan langkah ini, FSOK Bojonggenteng menunjukkan bahwa pengawasan masyarakat dapat menjadi motor penting dalam memastikan keadilan dan transparansi di sektor ketenagakerjaan, sekaligus menegaskan bahwa suara rakyat tetap menjadi kekuatan moral dalam menegakkan hukum dan hak pekerja.

(Yl/Hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Tradisi yang Tak Lekang Waktu: Menyusuri Kehidupan dan Kearifan Lokal Kampung Naga di Tasikmalaya
Gelap Berkepanjangan di Jalur Parungkuda–Pakuwon, Warga Desak Perbaikan PJU dan Tambahan Lampu Baru
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Selasa, 28 April 2026 - 15:00 WIB

Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi

Selasa, 28 April 2026 - 01:59 WIB

Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia

Berita Terbaru

Uncategorized

Polri Pimpin Timnas, Pencak Silat Indonesia Borong Emas di Belgia

Rabu, 29 Apr 2026 - 00:05 WIB