SUARARAKYAT.info||Cianjur-Upaya meningkatkan kesadaran nelayan terkait keselamatan, kesehatan, serta kepatuhan administrasi terus digencarkan. Pada Rabu (24/9), TNI Angkatan Laut melalui Lanal Bandung, Posal Ujung Genteng, dan Posmat Cidaun bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan monitoring sekaligus komunikasi sosial (komsos) dengan para nelayan di kawasan Pelabuhan Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Selatan.Rabu (24/9/2025)
Kegiatan ini melibatkan langsung Babinpotmar Posmat Cidaun, Kopka AL Irvan dan Serka AL, yang berkolaborasi dengan Fajar NH dari PSDKP (Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan), serta Sobur dari Satpel PPC (Satuan Pelayanan Pelabuhan Perikanan Cabang) Jayanti. Kehadiran mereka di tengah masyarakat nelayan bertujuan memberikan pembinaan, pemantauan, dan sosialisasi penting bagi keselamatan dan kesejahteraan para pelaut tradisional di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan itu, Babinpotmar TNI AL memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan baik personel maupun material saat melaut. Para nelayan diimbau agar tidak pernah menggunakan doping sebagai penambah tenaga, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan membahayakan keselamatan di laut. Selain itu, mereka juga diminta memperhatikan kondisi cuaca yang sering berubah, termasuk potensi gelombang tinggi dan angin kencang, yang dapat mengancam keselamatan saat mencari ikan.
“Kami tekankan agar setiap nelayan selalu menggunakan perlengkapan keselamatan atau life jacket (septi) ketika melaut. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” ujar salah satu Babinpotmar di lokasi.

Sementara itu, dari pihak PSDKP, himbauan difokuskan pada aspek administratif dan regulasi. Nelayan diminta selalu membawa Kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) sebagai identitas resmi yang dikeluarkan pemerintah. Kartu ini sangat penting bukan hanya untuk pendataan, tetapi juga sebagai syarat dalam berbagai program bantuan maupun kebijakan yang ditujukan bagi masyarakat pesisir.
“Kartu Kusuka adalah bukti legalitas dan identitas para nelayan. Dengan memilikinya, setiap nelayan akan lebih mudah mendapat akses pada program pemerintah, baik itu subsidi BBM, bantuan alat tangkap, maupun program pemberdayaan lainnya,” jelas Fajar NH dari PSDKP.

Warga nelayan yang hadir di Pelabuhan Jayanti menyambut baik kegiatan ini. Mereka menilai kehadiran aparat TNI AL dan DKP Jabar bukan hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga bentuk perhatian nyata terhadap keselamatan dan kesejahteraan mereka.
Kegiatan kolaboratif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran nelayan akan pentingnya keselamatan kerja di laut, menjaga kesehatan, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Dengan begitu, hasil tangkapan ikan bisa optimal tanpa harus mengorbankan nyawa maupun melanggar ketentuan hukum yang berlaku.
(Cep Toto)














