Forum Bojonggenteng Geram, Rumah Warga Belum Masuk Data Desa Meski Sudah Setahun Rusak

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Sukabumi- Forum Silaturahmi Organisasi Kecamatan (Forum Bojonggenteng) mengambil langkah tegas setelah menemukan fakta mengejutkan: rumah Bapak Daman di Kampung Cibuluh RT 25 RW 10, Desa Bojonggenteng, ternyata sama sekali belum terdata di desa. Padahal, kondisi rumah tersebut sudah rusak parah dan aduan telah disampaikan sejak setahun lalu.Kamis (11/9/2025)

Sebagai ketua forum, saya langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan setelah meninjau langsung lokasi rumah warga yang memprihatinkan. Saya juga menanyakan langsung kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Bojonggenteng, yang diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) dan Petugas Kesejahteraan Sosial (Puskesos), mengenai penanganan kasus ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jawaban yang saya terima sangat mengecewakan. Mereka mengakui bahwa jangankan masuk dalam program prioritas perbaikan rutilahu, rumah Bapak Daman bahkan belum terdaftar sebagai data awal (entri) di sistem desa. Ini membuktikan bahwa aduan warga selama setahun terakhir tidak pernah ditanggapi serius.

READ  BUMDes Bukan Sekadar Usaha Desa, Camat Sukaraja Dorong Lahirnya Penggerak Ekonomi Rakyat

“Ini adalah bukti nyata kelalaian dari pihak desa. Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Kondisi rumah sudah sangat membahayakan, apalagi sekarang sudah masuk musim hujan,” tegas saya.

Setelah bermusyawarah dengan para ketua organisasi, kami memutuskan untuk menggalang dana swadaya. Kami akan mempercepat perbaikan rumah Bapak Daman dengan menggandeng para donatur, pelaku usaha, dan meminta dukungan dari pihak kecamatan. Kami tidak akan membiarkan birokrasi yang bertele-tele menghambat aksi kemanusiaan ini.

Langkah ini kami ambil sebagai respons langsung atas lambatnya penanganan dari desa. Kami berharap kejadian ini menjadi sorotan publik dan mendorong pemerintah desa agar lebih proaktif dan transparan dalam melayani wargannya.

(Yls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana Ketahanan Pangan Rp220 Juta Dipersoalkan, Ketua BUMDes Sebut Tak Mengetahui Sebagian Penggunaan Anggaran
Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya
PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan
Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat
Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″
Skandal Tanah Bengkok Desa Munjul: Diduga Dihibahkan Diam-Diam, Kini Jadi Ladang Bisnis di Atas Aset Desa
Relokasi Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Ciengang Mulai Bergerak, 66 Huntap Siap Dibangun
Ephar Sayid Abdullah Terpilih sebagai Kades PAW Sukaraja, Camat: Rangkul Semua Elemen dan Fokus Layani Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:39 WIB

Dana Ketahanan Pangan Rp220 Juta Dipersoalkan, Ketua BUMDes Sebut Tak Mengetahui Sebagian Penggunaan Anggaran

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:30 WIB

Kades Cijalingan Apresiasi Malahayati Konsultan Sosialisasi Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal Warganya

Rabu, 1 Juli 2026 - 08:14 WIB

PAW Kades Sukaraja Ephar Sayid Abdullah Awali Kepemimpinan dengan Konsolidasi, Camat Sukaraja Dorong Tata Kelola Transparan

Rabu, 1 Juli 2026 - 02:22 WIB

Diduga BLT Desa Soleh Dibagikan Tanpa Libatkan BPD, Warga Desak Transparansi dan Pertanyakan Validitas Penerima Manfaat

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:23 WIB

Bentengi Pesisir dari Abrasi, Bhabinkamtibmas Desa Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Sambut HUT Bhayangkara ke-80″

Berita Terbaru