SUARARAKYAT.info||Sukabumi – Malam-malam gelap yang selama ini menjadi pemandangan biasa di Desa Wanajaya, Kabupaten Sukabumi, kini perlahan berubah. Berkat inisiatif mahasiswa Universitas Nusa Putra yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), lima unit Penerangan Jalan Umum (PJU) berhasil terpasang di titik-titik vital desa.Kamis (11/9/2025)
Tidak sekadar memberikan cahaya, lampu-lampu tersebut menjadi simbol inovasi ramah lingkungan karena memadukan tenaga surya dan listrik PLN. Sebanyak tiga unit PJU menggunakan panel surya, sementara dua lainnya memanfaatkan jaringan listrik konvensional. Kombinasi ini dipilih agar desa tetap memiliki opsi berkelanjutan dalam penggunaan energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Kegelapan Menuju Terang
Sebelum program ini digulirkan, kondisi malam hari di Desa Wanajaya kerap menimbulkan keresahan. Jalanan desa gelap gulita, aktivitas warga terbatas, dan risiko keamanan meningkat. Tim KKN bersama perangkat desa kemudian melakukan pemetaan wilayah untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan penerangan.Hasilnya, lima titik strategis diprioritaskan:

1. Gang Masjid, untuk mendukung aktivitas ibadah warga pada malam hari.
2. Jalan menuju tempat pengajian anak-anak, agar anak-anak merasa aman saat pulang mengaji.
3. Akses menuju mushola, demi kenyamanan jamaah yang beribadah.
4. Pos ronda, guna menunjang kegiatan keamanan lingkungan.
5. Jalan utama desa, sebagai akses vital mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi risiko kecelakaan.
Kolaborasi Mahasiswa dan Warga
Ketua Tim KKN Desa Wanajaya 2025, Solih, menjelaskan bahwa keberhasilan program penerangan ini tidak lepas dari kerja sama erat dengan masyarakat setempat.

“Kami ingin menghadirkan bukan sekadar cahaya, tetapi juga rasa aman, kenyamanan, dan semangat baru bagi warga Wanajaya. Harapan kami, program ini terus memberi manfaat bahkan setelah KKN selesai,” ujarnya.
Warga pun menyambut baik hasil kerja mahasiswa. Salah seorang warga menyampaikan rasa syukurnya karena kini perjalanan menuju masjid dan mushola terasa lebih nyaman. “Anak-anak juga lebih tenang saat pulang mengaji karena jalannya sudah terang,” ungkapnya.
Cahaya sebagai Simbol Harapan
Program yang sederhana namun tepat sasaran ini menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa bisa memberikan dampak nyata meski dengan skala terbatas. Kehadiran lampu jalan baru bukan hanya soal penerangan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa aman, mempererat kebersamaan, dan membuka jalan bagi pengembangan desa ke arah yang lebih baik.

Kini, sinar lampu yang menerangi Desa Wanajaya bukan sekadar penerang jalan, tetapi juga simbol harapan. Ia menjadi cahaya yang menyatukan semangat warga, menghidupkan kembali aktivitas malam hari, sekaligus menegaskan bahwa langkah kecil penuh kepedulian dapat melahirkan perubahan besar bagi masyarakat.
(Rbh/Hs)














