SUARARAKYAT.info|| Jakarta-Produksi padi dan beras Indonesia menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari Januari hingga Oktober 2025, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 31,04 juta ton. Angka ini naik signifikan sebesar 12,16 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2024.
Peningkatan tersebut tidak terlepas dari luas panen yang lebih besar serta hasil produksi gabah yang melimpah. Kondisi ini membuat stok pangan nasional semakin kuat dan memberikan jaminan ketersediaan beras yang lebih stabil bagi masyarakat.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan capaian ini merupakan bukti nyata dari kerja keras para petani di seluruh pelosok tanah air, dukungan penuh dari pemerintah, serta sinergi antar-stakeholder dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Produksi padi dan beras yang meningkat ini adalah hasil gotong-royong semua pihak. Petani telah bekerja keras di lapangan, pemerintah menghadirkan dukungan kebijakan dan sarana, sementara berbagai elemen lain turut mendorong ekosistem pangan agar semakin kokoh,” ujar Amran.kamis (4/9/2025)
Ia menambahkan, dengan tren positif ini, Indonesia tidak hanya semakin dekat menuju swasembada pangan, tetapi juga terus melangkah menuju cita-cita besar sebagai lumbung pangan dunia.
Menurut pengamat pertanian, capaian ini juga menjadi momentum penting dalam menghadapi dinamika global, termasuk perubahan iklim dan fluktuasi harga pangan dunia. Ketersediaan stok beras yang memadai akan menjadi tameng kuat bagi ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pangan internasional.
Ke depan, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus memperluas lahan produktif, meningkatkan penggunaan benih unggul, dan memperkuat infrastruktur pertanian. Dengan langkah-langkah tersebut, target besar Indonesia untuk berdikari di bidang pangan diyakini semakin nyata.
(Swd)














