Mahasiswa KKN Nusa Putra Wujudkan Kepedulian Kesehatan Lewat Sosialisasi Stunting dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

- Penulis

Kamis, 14 Agustus 2025 - 07:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Sukanumi-Kelompok Kuliah Kerja Nyata KKN Universitas Nusa Putra melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Stunting dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis kepada warga desa Mekarjaya yang di selenggarakan di Posyandu Melati 1 Desa Mekarjaya Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi. Kamis, (14/8/2025).

Kegiatan edukasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus stunting yang masih ditemukan di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di sekitar Desa Mekarjaya. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan (sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun). Jika tidak ditangani dengan baik, stunting dapat berdampak pada perkembangan otak, kecerdasan, serta kesehatan jangka panjang anak.

Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai dengan contoh-contoh nyata dan interaktif. Mereka menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, cara mengenalinya, serta langkah-langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu fokus utama yang ditekankan adalah pentingnya memberikan anak asupan gizi yang seimbang sejak dini, tidak hanya dari makanan instan atau mahal, tetapi dari bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah diperoleh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini mendapatkan sambutan yang cukup antusias dari warga Desa Mekarjaya. Salah satu warga Desa Mekarjaya Ibu Dea menyampaikan apa saja yang harus di butuhkan untuk menanggulangi Stunting.

“Menurut saya yang paling penting itu makanan bergizi buat ibu hamil dan anak-anak. Lalu juga penyuluhan rutin dari posyandu atau bidan desa. Selain itu, dukungan dari keluarga juga penting, terutama suami biar ikut peduli soal gizi anak” Ucap Dea.

READ  Korlantas Polri Bersama Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Japek II Selatan Jelang Lebaran 2026

Tidak hanya menyampaikan teori, mahasiswa juga mengadakan sesi tanya jawab, memberikan makanan gizi gratis bagi anak-anak. Beberapa warga tampak aktif bertanya dan berbagi pengalaman mereka dalam mengasuh anak. Respon positif dari warga menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar menyentuh kebutuhan informasi yang selama ini belum banyak diperoleh masyarakat.

Ibu kader Posyandu Melati 1 Ibu Siti Nurbayah menyampaikan manfaat Kegiatan Sosialisasi Stunting ini.

“Manfaat Kegiatan Sosialisasi Stunting ini besar sekali, apalagi untuk kami para kader. Jadi lebih paham tentang tanda-tanda stunting, cara pencegahan, sampai tips membuat makanan sehat dari bahan yang ada di sekitar. Setelah ini kami bisa teruskan ilmunya ke para ibu di posyandu.” Ungkap Siti Nurbayah.

Di waktu yang bersamaan, Ketua KKN Kelompok 21 Universitas Nusa Putra Reiza Fandia Arrasyid menyampaikan tujuan di adakannya Kegiatan Sosialisasi tersebut.

“Kegiatan ini memang kami buat sebagai bagian dari program KKN yang fokus di bidang kesehatan masyarakat. Walaupun waktu pengabdian kami di sini tidak lama, kami berharap lewat kegiatan seperti sosialisasi stunting ini bisa memberikan manfaat yang nyata. Harapan kami, masyarakat Desa Mekarjaya bisa semakin sadar akan pentingnya gizi seimbang, sehingga anak-anak di sini tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari stunting.” Pungkasnya.

(Prim RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung
Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar
Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS
Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih
Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi
Dugaan Permainan Oknum dalam Program PTSL di Baros Sukabumi, Puluhan Bidang Tanah Tak Kunjung Tersertifikasi
Sinergitas TNI-Polri Menguat, Forkopimda Kota Bandung Gelar Olahraga Bersama Sambut Hari K3 Sedunia
Lima Tahun Terlantar Tanpa Penanganan, Noval Warga Parakansalak Diduga Alami Gangguan Jiwa di Tengah Pusat Pemerintahan, Pemdes dan Puskesmas Disorot 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:06 WIB

Toilet Nyaman dan Bersih, Wajah Baru Pelayanan di RSUD Sekarwangi untuk Pengunjung

Rabu, 29 April 2026 - 06:43 WIB

Sorotan Publik terhadap Dana Hibah Kesra 2025, Diduga MUI Kabupaten Sukabumi Terima Rp 8 Miliar

Rabu, 29 April 2026 - 02:01 WIB

Dana Umat Puluhan Miliar di Sukabumi Mengalir ke Mana? Sorotan Keras Praktisi Hukum atas Transparansi BAZNAS

Rabu, 29 April 2026 - 01:40 WIB

Ironi di Cibadak: Di Dekat Kantor PDAM, Warga Pamuruyan Masih Krisis Air Bersih

Selasa, 28 April 2026 - 15:15 WIB

Jalan Provinsi di Cikidang Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Proyek Rp34 Miliar Disorot Minim Pengawasan dan Transparansi

Berita Terbaru