Krisis DBD Meluas, Prof Sutan Nasomal: Pemerintah Harus Segera Turun Tangan Wolbachia Dipertanyakan Efektivitas nya

- Penulis

Minggu, 3 Agustus 2025 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta – Memasuki pertengahan tahun 2025, lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali menghantui masyarakat Indonesia. Menyikapi kondisi ini, Prof. DR. KH. Sutan Nasomal, SH, MH, yang dikenal sebagai tokoh pemerhati kesehatan masyarakat, menyuarakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya jumlah korban serta minimnya kesiapan fasilitas kesehatan di berbagai daerah.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, tren peningkatan kasus DBD sejak bulan Mei hingga awal Agustus menunjukkan situasi yang mengarah pada darurat kesehatan. Rumah-rumah sakit mulai kewalahan menampung pasien, ruang Unit Gawat Darurat (UGD) penuh, dan keluarga pasien dipaksa berpindah-pindah mencari ruang rawat yang tersedia. “Ini sangat menyulitkan masyarakat, terutama bagi pasien anak-anak dan balita yang kondisi tubuhnya lebih rentan,” ungkapnya.minggu (3/8/2025)

Tak hanya soal kapasitas rumah sakit, kelangkaan stok darah untuk transfusi menjadi masalah kritis. Di banyak daerah, keluarga pasien harus berjibaku mencari donor darah hingga ke luar kota karena stok darah di rumah sakit nyaris kosong. “Mereka terpaksa mendatangi PMI atau bank darah yang jauh dan belum tentu tersedia. Ini krisis yang seharusnya tak boleh terjadi,” tegas Prof. Sutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataannya kepada media, Prof. Sutan juga mempertanyakan efektivitas program penyebaran nyamuk Aedes aegypti yang mengandung bakteri Wolbachia. Alih-alih mengurangi penyebaran DBD, Prof. Sutan menilai kasus justru kian meningkat. “Apa betul nyamuk Wolbachia itu bermanfaat? Atau justru memperburuk situasi? Pemerintah harus segera melakukan evaluasi ilmiah yang transparan,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Sutan mendesak agar seluruh rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan tidak menolak pasien DBD hanya karena keterbatasan tempat tidur atau kekurangan sarana medis. Ia menegaskan, keselamatan nyawa pasien adalah prioritas tertinggi yang harus dijunjung.

READ  Prof Sutan Nasomal: Lulus Sekolah, Lalu Apa? Negara Harus Hadir Atasi Krisis Generasi MudaTanpa Arah

Ia juga mengapresiasi para tenaga medis dan dokter yang tetap bekerja keras di tengah tekanan tinggi. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rumah sakit dan tenaga kesehatan yang telah berjuang siang malam menolong pasien-pasien DBD,” ucapnya.

Kritik tajam juga ia tujukan kepada Kementerian Kesehatan. Menurutnya, sejak awal tahun, seharusnya sudah dibentuk Satgas Khusus DBD untuk bergerak cepat dan proaktif. “Sejak Maret seharusnya sudah ada Satgas DBD yang dikerahkan ke zona-zona merah. Jangan tunggu korban makin banyak baru bertindak,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya pendataan dan pelaporan yang akurat dari kecamatan dan kelurahan yang masuk dalam kategori zona merah. Surat edaran dan instruksi resmi dari Menteri Kesehatan harus segera dikirimkan ke seluruh kepala daerah untuk bersiap menghadapi lonjakan kasus. “Tambahan tempat tidur, stok infus, obat-obatan, hingga darah harus disiapkan di setiap rumah sakit, puskesmas, hingga klinik desa,” katanya.

Terakhir, Prof. Sutan Nasomal menghimbau Presiden RI, Jenderal H. Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian khusus terhadap penanganan wabah ini. Ia meminta agar Presiden mengarahkan para menterinya untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan bahwa rakyat benar-benar dilayani dengan baik.

“Ini bukan masalah biasa. Ini menyangkut nyawa. Presiden harus menegur menteri-menterinya bila tidak tanggap terhadap bencana kesehatan seperti DBD ini,” tutupnya.

 

Sumber: Prof, Dr, Sutan Nasomal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Prajurit Marinir Buktikan Kelasnya, Praka Erwin Simangunsong Juara Kickstriking Byon Madness Volume 4
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
Semangat Hari Lahir Pancasila 2026, Forkopimda Kota Bandung Teguhkan Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Dugaan Kriminalisasi Profesi Advokat, Putusan PN Denpasar terhadap Togar Situmorang Picu Kekhawatiran Dunia Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:54 WIB

SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:48 WIB

Prajurit Marinir Buktikan Kelasnya, Praka Erwin Simangunsong Juara Kickstriking Byon Madness Volume 4

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:38 WIB

Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:11 WIB

Dukung Mobilitas dan Ekonomi, Pertamina Turunkan Harga BBM Diesel Nonsubsidi

Berita Terbaru

Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6).

Badan Gizi Nasional

Program MBG Jadi Instrumen Strategis Membangun Generasi Indonesia Emas 2045

Selasa, 9 Jun 2026 - 10:55 WIB