Suararakyat.info.Karawang– Semangat pelestarian budaya lokal kembali digaungkan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi NasDem, H. Erick Heryawan Kusuma, S.E., dalam perayaan HUT ke-5 Paguyuban Maung Geulis yang digelar Minggu (3/8/2025) di Desa Anggadita, Kecamatan Klari.
Dalam sambutannya, Erick menekankan pentingnya mempertahankan budaya Sunda sebagai benteng identitas di tengah arus deras globalisasi dan digitalisasi yang kian menggerus nilai-nilai kearifan lokal. Ia memperkenalkan semangat “Reug-Reug” sebagai simbol kekuatan batin untuk tetap teguh memelihara jati diri budaya Sunda.
“Saya bangga melihat masih banyak budayawan dan generasi muda yang konsisten melestarikan adat Sunda. Ini pertanda bahwa akar budaya kita belum tercerabut,” ujarnya dengan penuh rasa hormat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perayaan yang berlangsung semarak itu dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari pencak silat, tari jaipong, hingga musik daerah. Erick mengapresiasi antusiasme para tunas muda yang aktif dalam menjaga dan memperkenalkan kebudayaan leluhur.
Sebagai putra daerah Karawang, Erick mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh melupakan warisan budaya. “Kita tidak boleh hanya melihat ke depan. Kita juga harus menengok ke belakang, pada akar sejarah dan nilai-nilai luhur yang membentuk kita: Cageur, Bageur, Pinter, Someah, dan Bijaksana,” ucapnya tegas.
Ia juga menyebut bahwa komunitas budaya seperti Paguyuban Maung Geulis adalah garda terdepan dalam merawat keberlanjutan tradisi. Erick menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor kebudayaan, baik lewat kebijakan maupun keterlibatan langsung di masyarakat.
“Budaya Sunda bukan hanya warisan, tapi masa depan. Dunia harus mengenal karakter luhur masyarakat Sunda yang santun dan cerdas. Ini adalah aset bangsa,” tambahnya.
Erick Heryawan Kusuma dikenal luas sebagai wakil rakyat yang dekat dengan seniman dan budayawan. Keaktifannya mendampingi kegiatan budaya telah menjadi bukti nyata dari kepeduliannya.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menghidupkan budaya lokal. “Budaya bukan hanya tontonan, tapi tuntunan hidup. Mari kita rawat, kembangkan, dan banggakan budaya Sunda,” pungkasnya.
Kontributor: Taupik














