Palsukan Dokumen dan Catut Nama Bupati, Bos Tambang Ilegal di Singkawang-Bengkayang Gegerkan Publik

- Penulis

Senin, 21 Juli 2025 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Singkawang, Kalimantan Barat-Aktivitas tambang galian C ilegal terungkap di perbatasan Singkawang-BengkayangPelaku mengklaim atas perintah Bupati dengan dokumen yang diduga palsu. Tim investigasi gabungan temukan sejumlah pelanggaran hukum berat.

Temuan praktik tambang galian C tanpa izin di wilayah perbatasan antara Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang kembali mengguncang ruang publik. Seorang pria bernama Bambang, yang mengaku sebagai pemilik lahan, tidak hanya mengoperasikan tambang tanpa izin resmi, namun juga menyatakan bahwa aktivitas tersebut dijalankan atas “perintah” langsung dari Bupati Bengkayang.

Pernyataan kontroversial itu memantik gelombang reaksi keras dari masyarakat dan aktivis lingkungan, serta menyoroti lemahnya penegakan hukum atas pertambangan ilegal di Kalimantan Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan hasil investigasi gabungan dari sejumlah media nasional dan lokal pada 16 Juli 2025, lokasi tambang ilegal berada di kawasan Sankuku/Jembatan 88, tepat di perbatasan Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan (Kota Singkawang) dan Desa Sibaju, Kecamatan Monterado (Kabupaten Bengkayang).

Dalam wawancara terbuka kepada wartawan, Bambang mengaku sebagai pemilik lahan seluas 7,8 hektare dan menyatakan kegiatan tambang berjalan tanpa izin dari Dinas ESDM. Ia juga menyebut perintah penambangan berasal dari pejabat daerah tingkat kabupaten, tanpa menunjukkan bukti resmi. Dokumen yang ditunjukkan berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) ditemukan memiliki ketidaksesuaian data antara nama pemilik, lokasi, dan tahun penerbitan.

Seorang warga Kelurahan Sagatani yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Wilayah tambang itu jelas masuk administratif Singkawang, bukan Bengkayang. Dokumen yang mereka tunjukkan tidak nyambung dengan lokasi di lapangan.”tegasnya warga

Tim investigasi gabungan yang terdiri dari media, pemerintah daerah, TNI, dan Polri telah mengidentifikasi sejumlah indikasi pelanggaran hukum serius dalam kasus ini, antara lain:

Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Pasal 158 UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba Ancaman: penjara hingga 5 tahun dan denda maksimal Rp100 miliar.

Perusakan Lingkungan Hidup Pasal 98 UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

READ  Satpol PP Kabupaten Bengkalis Serahkan Satu Ekor Sapi Qurban kepada DPC PPDI

Ancaman: penjara hingga 10 tahun dan denda Rp10 miliar.

Pemalsuan Dokumen Pertanahan Pasal 263 KUHP Ancaman: penjara 6 tahun.

SKT yang digunakan diduga kuat palsu dan terindikasi bagian dari jaringan mafia tanah.

Pencemaran Nama Baik dan Pencatutan Nama Pejabat

Pasal 310 KUHP dan UU No. 1 Tahun 1946

Jika pernyataan terkait Bupati terbukti tidak benar, pelaku dapat dijerat atas pencemaran nama baik pejabat publik.

Penggelapan Pajak dan Potensi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)

UU No. 28 Tahun 2007 dan UU No. 8 Tahun 2010 tentang TPPU

Aktivitas ilegal tidak tercatat dalam sistem perpajakan dan berpotensi menyembunyikan aliran dana haram.

Pelanggaran UU Perlindungan Konsumen dan Infrastruktur Publik

UU No. 8 Tahun 1999

Penambangan di sekitar jembatan dan jalan umum berisiko tinggi menimbulkan kerusakan yang merugikan masyarakat luas.

Dalam beberapa pemberitaan media online lokal, muncul klaim bahwa wilayah tambang tersebut akan diajukan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) oleh masyarakat adat. Namun, warga Sagatani menilai klaim tersebut sebagai pengalihan isu.

“Jangan bawa-bawa nama masyarakat adat untuk membenarkan aktivitas ilegal. Kalau memang mau buat WPR, jalani prosedur resmi, jangan lewat jalan belakang,” ujar warga.

Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi resmi dari Bupati Bengkayang dan Dinas ESDM Provinsi Kalbar atas pernyataan yang menyebut keterlibatan pejabat dalam perintah tambang ilegal ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi yang diberikan oleh pemerintah kabupaten maupun aparat penegak hukum.

Redaksi juga menyerukan agar Polda Kalimantan Barat, Kejaksaan Tinggi, dan KPK, jika ditemukan unsur pidana sistemik, segera mengambil alih penyidikan kasus ini secara objektif dan transparan, tanpa pandang bulu.

Sesuai Pasal 5 dan 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kami memberikan ruang hak jawab, hak koreksi, dan hak klarifikasi kepada semua pihak yang disebutkan dalam laporan ini. Informasi tambahan dan pembaruan akan disampaikan pada edisi berikutnya.

 

(Tim Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik
Menyambut 1448 Hijriah, Bupati Herman Ajak Masyarakat Inhil Perkuat Muhasabah dan Spiritualitas
Bupati Inhil Melalui Staf Ahli Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 11, Harapkan Kemabruran Haji Membawa Manfaat Bagi Sesama
Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan
Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas
Yuliantini Minta Data Kemiskinan Diperkuat, Program Harus Tepat Sasaran hingga Tingkat RT
DPP ASWIN Resmi Sahkan Kepengurusan DPC Kabupaten Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
Tingkatkan Sinergitas, Kodaeral XIV Sorong Menerima Kunjungan Kerja SKK Migas Perwakilan Pamalu dan KKKS Petronas Bobara
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:28 WIB

DPC ASWIN Meranti dan Prokopim Perkuat Sinergi Melalui Konsolidasi dan Silaturahmi Jurnalistik

Selasa, 16 Juni 2026 - 05:40 WIB

Menyambut 1448 Hijriah, Bupati Herman Ajak Masyarakat Inhil Perkuat Muhasabah dan Spiritualitas

Selasa, 16 Juni 2026 - 01:58 WIB

Bupati Inhil Melalui Staf Ahli Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 11, Harapkan Kemabruran Haji Membawa Manfaat Bagi Sesama

Senin, 15 Juni 2026 - 12:32 WIB

Pemkab Meranti Bantah Framing Pemberitaan Temuan BPK, Sebut Proses TPTGR Sedang Berjalan

Senin, 15 Juni 2026 - 07:52 WIB

Distribusi BBM Nelayan Inhil Dalam Sorotan, Kabid Perikanan Tegaskan Tak Ada Extra dan Barcode untuk Kapal 5 GT ke Atas

Berita Terbaru