Suararakyat.info.Sukabumi- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada tahun 2027 mendatang mulai menghangat di berbagai wilayah, termasuk di Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Sejumlah nama mulai disebut-sebut oleh masyarakat sebagai bakal calon pemimpin desa yang akan datang, dan salah satu nama yang cukup menyita perhatian adalah Eko, mantan Kepala Desa Pulosari periode 2013–2019.
Nama Eko bukanlah nama baru bagi masyarakat Pulosari. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, sederhana, dan dekat dengan warga. Keakrabannya dengan masyarakat serta rekam jejak pengabdiannya semasa menjabat sebagai kepala desa menjadi modal sosial yang kuat dalam menyongsong kontestasi Pilkades mendatang. Dalam perbincangan dengan awak media, Eko menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dengan semangat baru dan visi yang lebih matang.
“Insya Allah, jika diberi umur panjang dan kelapangan rezeki, saya siap mencalonkan kembali menjadi Kepala Desa Pulosari,” ucapnya mantap saat ditemui pada Selasa (15/07/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pengalaman masa lalu menjadi bekal berharga untuk memperbaiki dan menyempurnakan program-program yang belum maksimal. Eko mengakui bahwa dalam kepemimpinannya yang lalu tentu masih ada kekurangan, namun ia berkomitmen untuk menutupi celah-celah tersebut dengan program yang lebih menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Belajar dari pengalaman, saya lebih yakin sekarang bahwa saya bisa membawa Pulosari ke arah yang lebih baik dan lebih sejahtera. Jika terpilih kembali nanti, saya akan lebih mengedepankan transparansi anggaran karena itu penting agar masyarakat tidak merasa ditinggalkan atau cemburu sosial,” tambahnya.
Eko juga menekankan bahwa pemerintahan desa merupakan garda terdepan dalam menjabarkan dan menyalurkan berbagai program pemerintah pusat maupun daerah. Oleh karena itu, seorang kepala desa harus memiliki misi dan visi yang jelas, etika yang baik, dan kemampuan untuk merangkul seluruh lapisan masyarakat.
“Pemdes adalah ujung tombak. Maka penting bagi kepala desa untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar memimpin dari balik meja. Kita butuh kolaborasi, bukan sekadar instruksi,” tegasnya.
Figur Eko yang dikenal terbuka dan komunikatif di tengah warga menjadi daya tarik tersendiri dalam iklim politik desa yang semakin dinamis. Sejumlah warga yang ditemui menyatakan antusiasmenya terhadap pencalonan kembali Eko. Mereka menilai bahwa Eko memiliki itikad baik, komitmen, dan semangat pelayanan yang tinggi terhadap masyarakat.
“Pak Eko itu orangnya merakyat, dulu juga suka turun langsung ke lapangan. Kami percaya kalau beliau maju lagi, Pulosari bisa lebih baik,” ujar seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya.
Dengan tekad dan semangat baru, Eko berharap dapat melanjutkan pengabdiannya bagi masyarakat Pulosari. Ia mengajak seluruh elemen desa untuk bersatu dan bersama-sama membangun desa agar menjadi tempat yang layak, maju, dan sejahtera untuk semua.
Pilkades memang masih dua tahun lagi, namun dinamika dan geliat demokrasi desa telah mulai terasa. Figur-figur seperti Eko menjadi harapan bagi masyarakat yang mendambakan pemimpin desa yang tak hanya punya visi pembangunan, tetapi juga memiliki integritas, keterbukaan, dan hati untuk melayani.
(Riz)














