Aceng Syamsul Hadie, S.Sos.,MM. Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Menyatakan Genosida Gaza-Palestina Merupakan Proyek Bisnis Besar Korporasi Dunia Yang Biadab.

- Penulis

Selasa, 8 Juli 2025 - 02:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta – Sebuah laporan terbaru dari Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, telah mengguncang dunia korporasi dengan merilis daftar puluhan perusahaan global yang diduga terlibat dalam apa yang disebutnya sebagai Ekonomi Genosida Israel di Gaza dan pendudukan wilayah Palestina.

“Genosida Gaza merupakan proyek bisnis besar dan gila oleh beberapa korporasi dunia yang kejam, biadab dan tidak manusiawi serta melampaui batas”, ungkap Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM. selaku Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Aceng menerangkan bahwa dalam laporan tersebut sejumlah perusahaan dari berbagai bidang tercatat mendukung aksi genosida di Gaza oleh Israel. Mulai dari bidang militer, teknologi, agrikultur, permukiman, dan keuangan, bahkan ada beberapa Perusahaan ternama seperti Amazon, Caterpillar, Lockhead Martin, Volvo Group, semua terlibat dalam aksi kejahatan genosida Gaza dan tercatat dalam laporan PBB tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Bayangkan, sejak 7 Oktober 2023 sampai sekarang peristiwa genosida ini sudah menghancurkan semua infrastruktur dari gedung rumah dan fasilitas umum dan membunuh ribuan manusia tanpa dosa, menurut Kementrian Kesehatan Gaza, Warga Palestina yang meninggal 57.112 orang dan 134.592 terluka dan jumlah wartawan yang meninggal mencapai 225 orang, sementara Korporasi perusahaan dunia berpesta mengeruk keuntungan diatas puing reruntuhan bangunan dan genangan darah serta mayat-mayat rakyat Gaza-Paleslina”, tambah Aceng.

Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina menyebut Israel menggunakan Gaza sebagai ajang uji coba senjata selama genosida sejak Oktober 2023. Albanese mencatat 48 perusahaan yang mendapat keuntungan mulai dari sektor senjata, teknologi, bank, hingga lembaga akademik.

READ  Judi Online Lebih Berbahaya dan Merusak Masa Depan Anak Bangsa ,FABEM Jatim: Ingatkan Ancaman Senyap di Balik Layar Smartphone ?

Daftar perusahaan yang disebutkan dalam laporan ini mencakup berbagai sektor industri:

Produsen Senjata dan Mesin Berat:

Perusahaan besar seperti Lockheed Martin dan Caterpillar. Mereka dituduh menyediakan senjata dan mesin yang sangat penting untuk menghancurkan rumah, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah, mata pencarian, dan aset produktif seperti kebun zaitun di wilayah tersebut.

Raksasa Teknologi:

Sejumlah perusahaan teknologi seperti Microsoft, Alphabet (induk Google), Amazon, IBM, dan Palantir Technologies. Mereka dituduh menyediakan komputasi awan, sistem pengawasan, dan alat kecerdasan buatan (AI) kepada militer dan pemerintah Israel untuk memantau, menahan, dan menargetkan warga Palestina.

Perusahaan Energi:

Perusahaan energi internasional juga disebut karena memasok genosida Israel yang padat energi. Contoh yang diberikan adalah Drummond Company Inc. dan Glencore plc dari Swiss, yang merupakan pemasok utama batu bara untuk listrik Israel, dengan sebagian besar berasal dari Kolombia.

Perusahaan Investasi:

Firma investasi besar seperti BlackRock juga termasuk dalam daftar perusahaan yang disebutkan dalam laporan tersebut.

“Kami menyerukan tindakan tegas dan mendesak Negara-negara Anggota PBB untuk memberlakukan sanksi dan embargo senjata penuh terhadap Israel serta menangguhkan/mencegah semua perjanjian perdagangan dan hubungan investasi, memastikan bahwa entitas korporasi menghadapi konsekuensi hukum atas keterlibatan mereka dalam pelanggaran serius hukum internasional”, pungkas Aceng Syamsul Hadie.

 

(Tim Red)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru