Suararakyat.info.Bandung-Kebutuhan konsumsi susu masyarakat Jawa Barat yang mencapai hampir 50 juta jiwa masih jauh dari kata tercukupi. Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, mendorong langkah strategis untuk menjalin kemitraan internasional dalam mengatasi defisit pasokan susu di wilayah tersebut.
Menurut Iswara, salah satu upaya yang tengah dijajaki adalah kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia salah satu produsen susu terbesar di kawasan Asia-Pasifik. Kerjasama ini dinilai sangat penting untuk menunjang program prioritas Pemprov Jabar, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan untuk anak-anak sekolah.
“Produksi susu lokal saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga Jawa Barat, apalagi jika kita bicara tentang kebutuhan gizi anak sekolah yang menjadi bagian utama dari program MBG,” ujar Iswara saat memberikan keterangan kepada media usai menerima kunjungan delegasi Pemerintah Victoria di Gedung DPRD Jawa Barat, Kamis (3/7/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iswara menambahkan bahwa hubungan bilateral antara Jawa Barat dan Victoria sudah terjalin sejak tahun 2019 dan telah berkembang menjadi kemitraan strategis lintas sektor. Hal ini dibuktikan dengan hadirnya dua universitas ternama asal Australia, yakni Monash University dan Deakin University, yang telah membuka kampus cabangnya di Kota Bandung.
Menindaklanjuti pertemuan dengan delegasi Victoria, DPRD Jabar berkomitmen untuk segera menindaklanjuti proses administratif dan legislatif guna mendukung penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pemerintah daerah tersebut.
“Pasca diskusi hari ini, kami akan menyiapkan rekomendasi resmi kepada Komisi I untuk diteruskan ke pimpinan DPRD. Harapannya, sebelum 8 Agustus, dokumen MoU sudah bisa diserahkan kepada Gubernur agar kerjasama ini segera berjalan,” tegasnya.
Iswara meyakini, dengan adanya sinergi antara pemangku kepentingan lokal dan mitra internasional, Jawa Barat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan susu jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan gizi warganya dalam jangka panjang.
(*)














