Hoax dan Disinformasi:Bom Waktu Digital yang Menggerogoti NKRI,Ini Respon Para Pengamat

- Penulis

Jumat, 27 Juni 2025 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Ancaman hoax dan disinformasi bukan sekadar gangguan informasi, melainkan “Bom Waktu Digital” yang secara sistematis menggerogoti persatuan, kepercayaan pada pemerintah, dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari dalam.

Peringatan tegas ini disampaikan oleh Drs. Muhammad Bardansyah, Ch.Cht, dari Forum Komunikasi Bela Negara (FKBN) Provinsi DKI Jakarta, dalam Dialog Interaktif Pemantapan Kesadaran Bela Negara Angkatan ke-2 Tahun 2025.Acara yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta.(27/6/2025)

Acara ini berlangsung di
Best Western Mangga Dua Hotel & Residence Jakarta Utara, Rabu (25/6/2025), dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

๐๐จ๐ฌ๐ข๐ฌ๐ข ๐’๐ญ๐ซ๐š๐ญ๐ž๐ ๐ข๐ฌ ๐ˆ๐ง๐๐จ๐ง๐ž๐ฌ๐ข๐š: ๐€๐ง๐ฎ๐ ๐ž๐ซ๐š๐ก ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ฅ๐ข๐ ๐ฎ๐ฌ ๐’๐š๐ฌ๐š๐ซ๐š๐ง.

Bardansyah membuka paparannya dengan menegaskan posisi Indonesia sebagai “Pusaran Geostrategis” dunia. “Zamrud Khatulistiwa ini bukan hanya untaian pulau. Ia adalah poros geopolitik Asia Tenggara yang mengontrol jalur vital perdagangan global, seperti Selat Malaka, tempat lebih dari seperempat perdagangan maritim dunia mengalir,” ujarnya.

Kekayaan alam Indonesia yang melimpah mulai dari mineral strategis (nikel, tembaga), cadangan energi, hingga sumber daya laut menjadi daya tarik sekaligus kerentanan.

“Kekuatan besar dunia, menyadari sulitnya menaklukkan Indonesia secara konvensional, mereka beralih ke proxy war (perang proksi). Dan senjata utamanya adalah serangan informasi melalui dunia digital,” tegasnya.

๐ƒ๐ฎ๐ง๐ข๐š ๐Œ๐š๐ฒ๐š: ๐Œ๐ž๐๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ซ๐ฎ

Pembicara yang yang selain Anggota FKBN DKI Jakarta juga merupakan pengamat Sosial Politik ini memaparkan bagaimana musuh memanfaatkan kerentanan alami Indonesia: keragaman budaya dan agama yang luar biasa, serta tingkat literasi digital yang masih berkembang.

“Algoritma media sosial dirancang untuk ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต (keterlibatan), bukan kebenaran. Celakanya, hoax, ujaran kebencian, dan disinformasi justru paling mudah memicu ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜จ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ต tinggi,” papar Bardansyah.

Ia menjelaskan, musuh membombardir ruang digital Indonesia dengan narasi pemecah belah yang memanipulasi sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) serta menebar keraguan terhadap pemerintah dan institusi negara.

“Algoritma menjadi amplifier berbahaya, menjebak warga dalam labirin distorsi informasi,” tambahnya.

๐“๐ž๐จ๐ซ๐ข ๐Š๐จ๐ฆ๐ฎ๐ง๐ข๐ค๐š๐ฌ๐ข ๐”๐ง๐ ๐ค๐š๐ฉ ๐„๐Ÿ๐ž๐ค๐ญ๐ข๐ฏ๐ข๐ญ๐š๐ฌ ๐๐š๐ง ๐๐š๐ก๐š๐ฒ๐š ๐‡๐จ๐š๐ฑ

Bardansyah menguatkan analisisnya dengan merujuk pada sejumlah teori komunikasi yang menjelaskan mengapa disinformasi begitu efektif dan merusak:

๐˜Œ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜Š๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ (๐˜Š๐˜ข๐˜ด๐˜ด ๐˜š๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฏ, 2021): Algoritma menjebak pengguna dalam “ruang gema” informasi yang hanya menguatkan keyakinan atau bias mereka sebelumnya, memperdalam polarisasi dan prasangka.

๐˜š๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ๐˜ข๐˜ญ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ (๐˜Œ๐˜ญ๐˜ช๐˜ด๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฉ ๐˜•๐˜ฐ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ญ๐˜ฆ-๐˜•๐˜ฆ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ, 1974): Dalam banjir hoax yang dominan, suara rasional dan pemersatu sering terdiamkan oleh ketakutan diasingkan, membuat hoax terasa seperti “suara mayoritas”.

Bias Konfirmasi (Nickerson, 1998): Manusia cenderung menerima informasi yang sesuai dengan keyakinan lamanya dan menolak yang bertentangan. Disinformasi yang sesuai prasangka lebih mudah dipercaya.

Efek Kebenaran Semu (Hasher et al., 1977): Pengulangan suatu pernyataan (seperti hoax yang terus di-share algoritma) membuat orang cenderung menganggapnya lebih benar, hanya karena familiar.

“Kombinasi mematikan antara kerentanan sosial, literasi digital rendah, dan manipulasi algoritma berbasis teori psikologi massa ini menjadikan hoax dan disinformasi sebagai Bom Waktu Digital yang nyata,” tegas Bardansyah.

READ  Rizal Pane Soroti Dugaan Penghilangan Pohon Pelindung di Depan Indogrosir Sukabumi: Ada yang Harus Bertanggung Jawab??ย 

Bom ini, jika dibiarkan, berpotensi memicu konflik horizontal, melemahkan kepercayaan pada Pancasila dan pemerintah, serta pada akhirnya mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa.

Di sinilah, menurut Bardansyah, peran generasi muda sebagai pengguna digital paling aktif menjadi krusial dan strategis. Mereka harus menjadi “Kader Bela Negara Digital” dengan peran:

Membangun Imunitas Kognitif: Meningkatkan literasi digital kritis (bukan hanya teknis), mampu menyaring, memverifikasi (cek fakta), dan menganalisis informasi secara mendalam. Mengenali bias diri sendiri dan mekanisme manipulasi algoritma.

Memecah ๐˜Œ๐˜ค๐˜ฉ๐˜ฐ ๐˜Š๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ: Aktif mencari sumber informasi yang beragam dan kredibel. Berani menyuarakan kebenaran dan narasi pemersatu untuk melawan spiral kebisuan.

Menjadi Agen Penangkal Hoax: Proaktif melaporkan konten hoax ke platform media sosial dan lembaga terkait (seperti Komdigi).

Membuat dan menyebarkan konten positif yang mempromosikan persatuan, kebhinekaan, dan nilai-nilai Pancasila.

Memperkuat Ketahanan Ideologi: Mendalami Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai landasan berbangsa. Menyadari setiap upaya pemecah belah adalah ancaman eksistensi bangsa.

Bardansyah juga menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk pemerintah:

Perkuat Literasi Digital Nasional: Integrasikan pendidikan literasi digital kritis (kognitif & psikososial) ke kurikulum formal (SD-Perguruan Tinggi) dan non-formal.

Tingkatkan Kapasitas & Koordinasi: Perkuat Kominfo dan BSSN dengan SDM ahli dan teknologi AI untuk deteksi dini dan take down konten berbahaya secara cepat. Tingkatkan koordinasi dengan Polri, TNI, Kejaksaan.

Promosikan Konten Positif: Dukung masif kreasi dan distribusi konten digital kreatif dan edukatif tentang wawasan kebangsaan, keberagaman, prestasi bangsa, dan Pancasila. Libatkan influencer positif dan komunitas kreatif.

Transparansi & Komunikasi Efektif: Pemerintah harus proaktif, transparan, dan cepat memberikan informasi resmi akurat. Bangun komunikasi dua arah efektif.

Revitalisasi Bela Negara: Masukkan modul khusus “Bela Negara di Ruang Digital”, ancaman proxy war, psikologi massa, dan teknik komunikasi melawan disinformasi ke program bela negara. Libatkan kampus, ormas, dan pemuda secara massif.

๐๐ž๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ: ๐Š๐ž๐ญ๐š๐ก๐š๐ง๐š๐ง ๐ƒ๐ข๐ ๐ข๐ญ๐š๐ฅ ๐Š๐ฎ๐ง๐œ๐ข ๐Œ๐š๐ฌ๐š ๐ƒ๐ž๐ฉ๐š๐ง

Bardansyah menutup presentasinya dengan pesan kunci: “Keutuhan NKRI di era ancaman perang proksi digital tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer konvensional.
Benteng pertahanan paling vital saat ini adalah kesadaran, kecerdasan, dan ketangguhan warga negara, terutama generasi muda, dalam menghadapi serangan disinformasi.”Pungkasnya

Kader Bela Negara Digital yang berpengetahuan, kritis, berdaya juang, dan berakar kuat pada Pancasila adalah solusi utama.

Mereka harus mampu membentuk narasi, memecah ruang gema kebencian, dan menjadikan ruang digital sebagai medan memperkuat persatuan, bukan perpecahan.

Hanya dengan ketahanan digital yang tangguh Zamrud Khatulistiwa’ dapat tetap bersinar utuh,” pungkasnya, disambut tepuk tangan peserta dialog.

Acara Pemantapan Kesadaran Bela Negara ini merupakan upaya strategis Kesbangpol DKI Jakarta untuk membekali warga dengan pemahaman ancaman kontemporer dan peran aktif dalam menjaga kedaulatan NKRI di segala bidang, termasuk ruang siber yang semakin krusial.

(FL/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas
Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata
Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah
Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik
SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR
Prajurit Marinir Buktikan Kelasnya, Praka Erwin Simangunsong Juara Kickstriking Byon Madness Volume 4
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPP ASWIN Gelar Forum Zoom Nasional Investigasi, Dorong Jurnalisme Berkualitas

Jumat, 12 Juni 2026 - 23:36 WIB

Dugaan Aliran BBM Puluhan Ribu Liter ke Perusahaan Ebi Mencuat, Warga Minta Transparansi dan Penegakan Hukum Jangan Tutup Mata

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:42 WIB

Yakub F Ismail : Saat BBM Nonsubsidi Naik di Tengah Rupiah Melemah

Rabu, 10 Juni 2026 - 00:53 WIB

Dirjen Imigrasi Tegaskan Reformasi Total, Ajak Jajaran Bangun Kembali Kepercayaan Publik

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:54 WIB

SENGKARUT MBG: INVESTOR DESAK BGN TEGAKKAN PKS ATAU KEMBALIKAN DANA RP 218 MILIAR

Berita Terbaru