Suararakyat.info.Depok– Dalam nuansa kebersamaan yang hangat dan penuh semangat, ratusan warga Kota Depok berkumpul di Pemancingan Santo Mawan untuk mengikuti kegiatan “Mancing Bareng GMDM”, sebuah acara yang dikemas santai namun mengusung pesan penting: melawan bahaya narkotika. Acara ini digelar oleh GMDM (Garda Mencegah dan Mengobati) Kota Depok dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025.yang akan digelar pada 29 juni 2025

Dengan pendekatan yang bersahabat dan menyenangkan, GMDM membuktikan bahwa sosialisasi tentang bahaya narkoba tidak harus dilakukan secara formal dan kaku. Justru melalui kegiatan seperti ini, pesan-pesan penting bisa tersampaikan secara lebih efektif dan menyentuh langsung ke hati masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mancing Sambil Edukasi: Cara Kreatif Sampaikan Pesan Anti Narkoba
Ketua GMDM Kota Depok, Agus Kurniawan, menegaskan bahwa konsep “Mancing Bareng” ini adalah bagian dari upaya membumikan pesan-pesan pencegahan narkoba ke tengah-tengah masyarakat, terutama kepada kalangan akar rumput yang kerap menjadi target empuk peredaran gelap narkotika.
“Kami ingin memperingati HANI dengan cara yang dekat dengan masyarakat, tapi tetap membawa pesan yang kuat: narkoba adalah musuh bersama,” ujarnya saat di konfirmasi awak media pada senin (16/6/2025)

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan komunikatif, GMDM ingin membangun ruang dialog yang lebih terbuka, di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek kampanye, tetapi juga turut aktif dalam gerakan bersama melawan narkoba.
Salah satu daya tarik utama dari kegiatan ini adalah Lomba Mancing yang menyediakan total hadiah mencapai Rp8 juta. Tidak heran, sejak pagi hari peserta telah memadati lokasi dengan perlengkapan lengkap dan semangat membara. Namun, lebih dari sekadar hadiah, peserta mendapatkan edukasi penting terkait bahaya narkoba, cara pencegahannya, hingga jalur-jalur rehabilitasi yang bisa diakses oleh masyarakat jika terjerat penyalahgunaan zat berbahaya tersebut.
“Ini bukan hanya lomba mancing biasa. Kami pulang bukan hanya bawa ikan, tapi juga pengetahuan. Ini keren banget,” ujar salah satu peserta, Iwan, warga Pancoran Mas.
GMDM Kota Depok juga menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh lokal, komunitas pemuda, dan para pegiat anti-narkoba. Kehadiran mereka menjadi penegasan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, melainkan tugas kolektif yang membutuhkan kesadaran dan aksi bersama.
Antusiasme warga pun menjadi bukti bahwa kampanye kreatif seperti ini sangat dinanti. Masyarakat merasa dilibatkan, dihargai, dan diberdayakan dalam upaya membangun lingkungan yang sehat dan bersih dari narkoba.
Melalui acara ini, GMDM Kota Depok ingin menegaskan bahwa edukasi bahaya narkoba harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, tidak sebatas seremoni tahunan. Pendekatan berbasis komunitas, kegiatan sosial, hingga program preventif yang menyenangkan dinilai menjadi cara efektif dalam menumbuhkan kesadaran secara berkelanjutan.
Dengan berlangsungnya acara ini, GMDM meneguhkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat bukan hanya dalam bentuk kampanye, tapi juga dalam bentuk aksi nyata, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari warga.
(Hs)














