Warga Meranti Khawatir Akan Terjadi Kelangkaan Sembako Akibat Penangkapan dan Penertiban Kapal oleh Bea Cukai

- Penulis

Minggu, 15 Juni 2025 - 07:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

suararakyat.Info : Meranti, Riau – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti mulai merasakan dampak dari penangkapan dan penerttiban sejumlah kapal bermuatan sembako oleh Kantor Wilayah Bea Cukai Kepulauan Riau. Penangkapan tersebut memicu kekhawatiran akan potensi kelangkaan bahan pokok seperti gula dan beras di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penangkapan dan Penertiban dilakukan dalam rangkaian Operasi  yang digelar oleh Bea Cukai Kepri. Beberapa kapal yang ditangkap diduga tidak memiliki dokumen resmi saat mengangkut gula dan beras dari Tanjung Pinang menuju sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Kepulauan Meranti. Sejak itu, arus distribusi sembako ke daerah tersebut menjadi terhambat.

Menurut keterangan warga, sebagian besar kebutuhan pokok di Meranti memang bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama dari Tanjung Pinang. Dengan ditangkapnya kapal-kapal pembawa sembako, para pengusaha dan pemilik kapal lainnya menjadi waswas dan memilih menghentikan sementara pengiriman untuk menghindari risiko serupa.

Tercatat, sebelumnya telah terjadi penangkapan terhadap tiga kapal yang masing-masing membawa ribuan karung beras, termasuk pengangkutan sebanyak 10.400 sak hingga 14.800 sak. Situasi ini membuat pasokan sembako ke Kepulauan Meranti berkurang drastis dan memunculkan kekhawatiran kelangkaan dalam waktu dekat.

Sejumlah pemilik warung di Selatpanjang, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa stok gula dan beras di tokonya kini hanya mengandalkan pengiriman lama. “Kalau begini terus, stok bisa habis dalam beberapa hari ke depan. Yang baru belum masuk sama sekali,” ujarnya kepada wartawan.

Kondisi ini membuat masyarakat mulai khawatirkan akan dampak ini karna beras dan gula merupakan kebutuhan sehari-hari bagi kelangsungan kehidupan manusia.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bea Cukai Kepri belum memberikan keterangan resmi terkait dampak penangkapan kapal terhadap distribusi bahan pokok. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret dan berkoordinasi dengan Bea Cukai agar distribusi sembako tetap berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek legalitas dan penegakan hukum.

(Tls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT
Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong
Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%
​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat
Mama-Mama Papua Turun Tangan, Dapur Umum Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Makin Solid
SATGAS TMMD KE-128 KODIM 1801/MANOKWARI LAKSANAKAN PEMASANGAN DINDING RUMAH PROGRAM RTLH
Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Rehabilitasi 5 Unit MCK Umum di Kampung Tanah Rubuh
“TAK HANYA BANGUN INFRASTRUKTUR, SATGAS TMMD KE-128 KODIM 1801/MANOKWARI HADIRKAN LAYANAN KESEHATAN GRATIS UNTUK WARGA”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 05:10 WIB

Pelayanan KP2KP Selatpanjang Tuai Respons Positif di Hari Terakhir Pelaporan SPT

Rabu, 29 April 2026 - 14:35 WIB

Tahap Akhir Pembangunan Jembatan Garuda Capai 87% wilayah Kodim Sorong

Rabu, 29 April 2026 - 14:33 WIB

Hampir selesai, Masyarakat Senang Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV TA. 2026 Wilayah Kodim 1802/Sorong Capai 80%

Rabu, 29 April 2026 - 09:55 WIB

​Cara BRI BO Fatmawati Cetak Insan BRILiaN yang Tanggap Kondisi Darurat

Sabtu, 25 April 2026 - 05:49 WIB

Mama-Mama Papua Turun Tangan, Dapur Umum Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Makin Solid

Berita Terbaru