Suararakyat.info.Sukabumi-menjadi hari yang penuh haru dan semangat religius bagi para calon jemaah haji Kloter 56. Bertempat di Pusat Pengembangan Dakwah Islam (Pusbangdai) Cikembang, Ahmad Samsul Bahri secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 56 tahun 1446 Hijriah.
Dalam sambutannya, Ahmad Samsul Bahri menekankan bahwa perjalanan ibadah haji bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momen suci yang menuntut ketulusan niat, kesiapan fisik, dan kekuatan mental. Ia mengingatkan para jemaah untuk benar-benar memahami seluruh kebijakan dan peraturan terbaru yang diberlakukan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terkait pelaksanaan haji tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perjalanan ke Tanah Suci adalah untuk beribadah. Luruskan niat setulus-tulusnya dan laksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan sebaik-baiknya,” ujar Ahmad Samsul Bahri dalam sambutannya yang disambut antusias oleh para jemaah dan keluarga yang hadir.
Ia juga menambahkan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi aspek vital dalam pelaksanaan ibadah haji. Manajemen waktu, pemeliharaan stamina, dan pengendalian emosi sangat diperlukan agar para jemaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk dan optimal.
“Manajemen waktu dan kegiatan sangat diperlukan agar energi dan stamina tidak terkuras sebelum waktunya, terutama agar kondisi kesehatan dan mental tetap terjaga saat melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kabupaten Sukabumi, H. Abdul Manan menjelaskan bahwa Kloter 56 merupakan kloter gabungan dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bogor. Total jemaah dari Kabupaten Sukabumi sendiri berjumlah 345 orang yang terdiri dari 163 jemaah perempuan dan 182 jemaah laki-laki, serta tujuh orang petugas yang akan mendampingi mereka selama pelaksanaan haji.
“Dari Sukabumi, jemaah tertua adalah Ibu Murkasih Atin yang berusia 85 tahun, sementara jemaah termuda adalah Siti Salmah Fauziah yang baru berusia 20 tahun,” ujar H. Abdul Manan.

Dalam penutup sambutannya, Ahmad Samsul Bahri berpesan agar sepulang dari Tanah Suci, para jemaah dapat menjadi teladan dan motor penggerak dalam bidang keagamaan di lingkungan masing-masing. Ia berharap para haji mampu menularkan semangat religius dan menjadi bagian penting dari pembangunan karakter masyarakat di Kabupaten Sukabumi.
“Ketika kembali ke Sukabumi, para jemaah harus menjadi agen perubahan, terutama dalam bidang keagamaan. Mari kita wujudkan Kabupaten Sukabumi yang mubarakah maju, unggul, berbudaya, dan penuh berkah,” pungkasnya.
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama dan pengantar hangat dari keluarga jemaah yang mengiringi keberangkatan para tamu Allah ke Tanah Suci dengan harapan selamat sampai tujuan dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan menjadi haji yang mabrur.
(Edi)














