Suararakyat.info.Bandung-Transmigrasi bukan lagi sekadar program pemindahan penduduk, melainkan harus dipahami sebagai strategi besar pembangunan nasional. Hal ini disampaikan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Iftitah Rachman, saat menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertema “Transmigrasi Baru, Indonesia Maju” yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (28/5).
Dalam paparannya, Menteri Iftitah menekankan bahwa transmigrasi harus mengalami reorientasi. Tidak cukup hanya memindahkan penduduk dari wilayah padat ke wilayah yang masih rendah tingkat huniannya, tetapi harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan infrastruktur ekonomi, dan integrasi dengan sektor-sektor strategis nasional.
“Transmigrasi harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi ketimpangan wilayah dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Peningkatan kualitas SDM adalah kunci, karena hanya dengan SDM yang unggul, kita bisa menarik investasi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Iftitah di hadapan ratusan mahasiswa dan akademisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program transmigrasi baru didesain untuk lebih responsif terhadap tantangan global, seperti urbanisasi berlebihan, krisis pangan, dan perubahan iklim. Pemerintah, kata Iftitah, mendorong agar kawasan transmigrasi tidak lagi dianggap sebagai wilayah marjinal, tetapi sebagai kawasan strategis dengan potensi besar.
“Kita ingin menciptakan kawasan transmigrasi yang terintegrasi dengan hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ini bukan utopia, tetapi visi yang bisa kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Acara yang digelar di Aula Barat ITB itu mendapat antusiasme tinggi dari kalangan civitas akademika. Banyak peserta seminar menyampaikan pertanyaan kritis terkait implementasi transmigrasi masa kini, khususnya dalam konteks perlindungan lingkungan, partisipasi masyarakat lokal, dan keterlibatan swasta.
Menteri Iftitah menanggapi berbagai pertanyaan dengan optimisme, seraya menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang kolaborasi dengan kampus-kampus dan pihak swasta untuk merancang model transmigrasi yang berkelanjutan.
“ITB dan perguruan tinggi lainnya memiliki peran penting dalam riset, inovasi teknologi, dan pendampingan masyarakat. Kita ingin pendekatan transmigrasi tidak lagi bersifat top-down, tapi berbasis data, ilmu pengetahuan, dan kebutuhan riil masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat baru tersebut, pemerintah berharap transmigrasi bisa menjadi motor penggerak Indonesia yang lebih merata, maju, dan inklusif. Seminar ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian dialog kebijakan yang akan digelar di berbagai kampus untuk merumuskan arah baru pembangunan berbasis wilayah.
(Hs)














