Skandal Dana BOS dan Desa di Deli Serdang: Seruan Nasional Bongkar Dugaan Korupsi dan Pelanggaran HAM

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 01:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta-Sejumlah tokoh nasional, aktivis, dan jurnalis senior bersuara lantang atas dugaan kuat penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta penggelontoran Dana Desa yang tidak sesuai peruntukannya di wilayah Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Dr. Bernard BBBI Siagian, Ketua DPP GAKORPAN, bersama tokoh nasional lainnya seperti Bunda Farida Sebayang, Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, Mayjen TNI (Purn) W. Silitonga, serta Ketua Umum PPWI Prof. Dr. Wilson Lalengke, menyerukan tindakan tegas kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Desa, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menkopolhukam Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, serta Gubernur Sumut Bobby Nasution untuk segera menindaklanjuti laporan-laporan masyarakat.

Menurut Dr. Bernard, penyimpangan terhadap dana publik baik BOS maupun Dana Desa telah menjadi semacam praktik sistemik yang merusak kepercayaan rakyat terhadap pemerintah daerah. “Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, ini adalah kebohongan publik yang sudah akut. Dana yang seharusnya menjadi vitamin pembangunan malah dikorup untuk memperkaya segelintir elit,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.Kamis (29/5/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan tajam juga diarahkan kepada praktik tertutup dan minim transparansi di sekolah-sekolah dasar di wilayah Deli Serdang. Tim investigasi menemukan banyak sekolah tidak menampilkan papan informasi publik sebagaimana diamanatkan dalam UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Kondisi ini memperkuat dugaan penyelewengan Dana BOS.

“Ini pelanggaran terhadap hak publik untuk tahu. Bahkan kepala sekolah pun berdalih, papan informasi rusak diterjang angin. Nyatanya, dari pantauan lapangan, papan itu sudah lapuk dan tidak pernah diisi informasi,” ujar Bunda Farida Sebayang, Ketua Tim Investigasi LBH PERS PPWI.

Kasus Desa Sampali dan Sekolah Digusur

Salah satu kasus yang menyulut amarah publik adalah penggusuran paksa sekolah PAUD dan rumah warga di Jl. Kesuma, Desa Sampali. Aksi penggusuran dilakukan tanpa peringatan yang layak, mengakibatkan trauma mendalam bagi anak-anak dan masyarakat yang sudah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut. “Kami tidak punya IMB, jadi rumah kami dihancurkan pakai beko, anak-anak pun ikut menangis ketakutan,” cerita seorang ibu korban penggusuran dengan mata berlinang.

READ  Program Sertifikasi Tanah Garapan 10 Hektare di Kayu Mas Raya Didukung Penuh: Menuju Indonesia Emas 2045

Penggusuran tersebut dilakukan dengan pengawalan ketat Satpol PP, aparat loreng, dan kepolisian daerah, yang dinilai sebagai bentuk kekerasan struktural terhadap rakyat miskin. “Ini sudah bukan sekadar penggusuran. Ini pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Negeri ini milik rakyat, bukan milik pengusaha hitam dan oligarki sesat,” tegas Bunda Farida.

Tuntutan dan Seruan Nasional

GAKORPAN, PPWI, dan RBRPG.08 meminta kepada Kejaksaan Agung dan KPK agar turun langsung mengusut tuntas dugaan korupsi berjamaah di Deli Serdang, khususnya di Desa Sampali dan SDN Bulu China. “Kami ingin semua yang terlibat diusut, dicopot, dan diadili. Tidak ada ruang lagi untuk pembiaran,” tegas Rusman Pinem, warga setempat yang juga aktivis kontrol sosial.

Prof. Dr. Wilson Lalengke juga mendesak Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Bupati Deli Serdang Dr. ALT agar bertanggung jawab penuh terhadap kekacauan tata kelola dan pelanggaran HAM di daerah mereka. “Stop mentalitas No Viral, No Justice. Negara ini butuh pemimpin yang berpihak pada rakyat, bukan kepada para mafia tanah dan pelindung koruptor,” ujarnya.

Relawan RBRPG.08 menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan menyerahkan seluruh temuan kepada penegak hukum. “Jika benar ada praktik pelanggaran HAM dan korupsi, maka seluruh rantai pelaku, baik dari kepala sekolah, lurah, hingga oknum pejabat daerah, harus mempertanggungjawabkannya di depan hukum dan rakyat,” tegas salah satu relawan di Jakarta.

 

(Dr.Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Tokoh Aceh dan Masyarakat Aceh Lakukan Aksi di Kantor ESDM Jakarta,Dr. Fachrul Razi Ancam Demo Aceh Akan Berlanjut Ke Istana
Ratusan Aktivis dan Elemen Masyarakat Serukan Keadilan untuk Aknis Jance Zebua, Aksi 1000 Lilin Digelar di Medan
WALHI Desak Uni Eropa Masukkan Viskose ke EUDR, Soroti Jejak Deforestasi dan Pelanggaran HAM dalam Rantai Pasok Industri Fesyen Global
Tuntutan ‘Take Down’ Berita adalah Kriminalisasi Pers, Wilson Lalengke Tolak Somasi Pengacara Martin Manoluk
Yakub F Ismail: Byar Pet Listrik dan Opsi Terbaik Energi Nasional
Kementerian Desa Dorong Transformasi Ekonomi Kampung Lewat Program TEKAD di Papua Barat Daya
Fasilitas Medis Belum Berjalan Optimal, Ombudsman Minta Pemkab Sorong Lakukan Evaluasi Total RSUD JP Wanane
Kontingen Papua Barat Daya Tampil Gemilang di Kejuaraan Shorinji Kempo Unhas Cup XVIII
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:27 WIB

Sejumlah Tokoh Aceh dan Masyarakat Aceh Lakukan Aksi di Kantor ESDM Jakarta,Dr. Fachrul Razi Ancam Demo Aceh Akan Berlanjut Ke Istana

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:45 WIB

Ratusan Aktivis dan Elemen Masyarakat Serukan Keadilan untuk Aknis Jance Zebua, Aksi 1000 Lilin Digelar di Medan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

WALHI Desak Uni Eropa Masukkan Viskose ke EUDR, Soroti Jejak Deforestasi dan Pelanggaran HAM dalam Rantai Pasok Industri Fesyen Global

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:21 WIB

Tuntutan ‘Take Down’ Berita adalah Kriminalisasi Pers, Wilson Lalengke Tolak Somasi Pengacara Martin Manoluk

Kamis, 25 Juni 2026 - 03:25 WIB

Yakub F Ismail: Byar Pet Listrik dan Opsi Terbaik Energi Nasional

Berita Terbaru