SUARARAKYAT || MEDAN – Gelombang dukungan dan solidaritas terus mengalir dari berbagai kalangan masyarakat terhadap Aknis Jance Zebua. Sejumlah aktivis antikorupsi, praktisi hukum, jurnalis, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan elemen masyarakat sipil menyatakan dukungan moral serta menyerukan penegakan hukum yang transparan dan berkeadilan melalui penyelenggaraan Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua yang akan digelar di Kota Medan.
Dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan doa bersama dan pernyataan sikap yang diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Rumah Doa GAKORPAN, Milkha Indonesia, aktivis anti rasuah, organisasi kemasyarakatan, komunitas jurnalis, serta sejumlah tokoh nasional di wilayah Jabodetabek.
Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBBBI Siagian, SH., M.Akp, bersama Rev. Marcel Gerungan, SH., MH, David Sianipar, SH., MH, dan Pdt. Cici Milkha Nahor, menyampaikan bahwa aksi solidaritas tersebut merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang lahir dari rasa empati terhadap keluarga yang sedang menghadapi duka dan proses hukum yang sedang berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut mereka, gerakan ini bukan didasari oleh perbedaan suku, agama, ras, ataupun golongan tertentu, melainkan sebagai panggilan nurani untuk memperjuangkan nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan supremasi hukum yang harus berlaku sama bagi seluruh warga negara.Kamis (24/6/2026)
Dalam keterangannya, Dr. Bernard Siagian menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan harapan agar setiap proses hukum berjalan secara objektif, profesional, dan transparan.
“Solidaritas yang dibangun ini merupakan bentuk kepedulian bersama agar kebenaran dapat terungkap secara terang-benderang dan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu. Hukum harus menjadi instrumen yang melindungi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, David Sianipar menilai bahwa kasus yang menimpa Aknis Jance Zebua telah memunculkan perhatian luas dari masyarakat karena menyentuh rasa keadilan publik.
Menurutnya, dukungan yang diberikan berbagai elemen masyarakat merupakan bentuk harapan agar proses penegakan hukum dapat berjalan secara profesional serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.
“Kami berdiri bersama keluarga dan masyarakat yang berharap agar proses hukum dilakukan secara terbuka, transparan, dan menjunjung tinggi prinsip keadilan. Aspirasi masyarakat adalah bagian dari pengawasan sosial terhadap penegakan hukum di negara demokrasi,” katanya.
Para aktivis juga menyampaikan harapan kepada pemerintah pusat, lembaga legislatif, serta aparat penegak hukum agar memberikan perhatian terhadap kasus tersebut sehingga seluruh proses dapat berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Di sisi lain, Pdt. Cici Milkha Nahor menyebut bahwa aksi 1000 lilin memiliki makna simbolis yang mendalam. Lilin yang dinyalakan secara bersama-sama menjadi lambang harapan, doa, dan semangat kemanusiaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.
“Aksi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Lilin yang dinyalakan menjadi simbol harapan agar kebenaran terungkap, keadilan ditegakkan, serta masyarakat tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia,” ungkapnya.
Menurut panitia penyelenggara, kegiatan tersebut juga menjadi ruang publik yang damai bagi masyarakat untuk menyampaikan empati kepada keluarga yang sedang berduka sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap pentingnya penegakan hukum yang berkeadilan.
Adapun kegiatan yang diberi tajuk “Aksi 1000 Lilin untuk Aknis Jance Zebua” dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai di kawasan Bundaran SIB, Kota Medan.
Panitia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan tertib, menjaga keamanan, serta menjunjung tinggi semangat persatuan dan kedamaian selama berlangsungnya aksi.
Selain sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya supremasi hukum, perlindungan hak asasi manusia, dan kesetaraan di hadapan hukum.
Para penggagas menegaskan bahwa aksi damai tersebut merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam mendukung proses penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.
Dengan semangat persaudaraan dan kepedulian sosial, para peserta nantinya akan menyalakan lilin sebagai simbol doa dan harapan agar setiap persoalan hukum dapat diselesaikan secara objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
“Aksi ini adalah suara kemanusiaan. Melalui cahaya lilin, masyarakat ingin menyampaikan harapan agar keadilan dapat ditegakkan dan kebenaran dapat terungkap. Semangat persatuan dan kepedulian sosial harus terus dijaga demi Indonesia yang menjunjung tinggi hukum dan kemanusiaan,” demikian disampaikan para aktivis yang mendukung kegiatan tersebut.
Aksi 1000 Lilin di Kota Medan diharapkan menjadi simbol persatuan masyarakat dalam menyuarakan keadilan serta memperkuat komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan penghormatan terhadap hak-hak setiap warga negara.
Penulis : Dr.Bernard
Editor : Redaksi
Sumber Berita: SUARARAKYAT.info














