Suararakyat.info.Bandung-Keberpihakan nyata terhadap rakyat kecil kembali menjadi sorotan publik setelah Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, melakukan serangkaian terobosan yang menyentuh langsung persoalan masyarakat. Langkah ini menuai apresiasi dari tokoh nasional, Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, seorang pakar hukum internasional sekaligus cendekiawan senior Indonesia.
Dalam keterangannya kepada media, Prof. Sutan Nasomal menyatakan bahwa kerja keras Kang Dedi Mulyadi membenahi Jawa Barat dari akar permasalahan sosial patut mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Jenderal H. Prabowo Subianto. “Ini bukan pekerjaan enteng. Menghadapi pengangguran, anak-anak putus sekolah, dan angka kemiskinan yang tinggi di Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang hadir, bukan hanya memerintah,” ujar Prof. Sutan.
Menurutnya, pendekatan langsung Kang Dedi ke masyarakat—dengan berdialog terbuka dan mencari solusi bersama—merupakan cermin kepemimpinan sejati yang patut dicontoh oleh gubernur dan menteri lainnya dalam Kabinet Merah Putih menuju Indonesia Emas 2025.
“Saya memohon kepada Presiden untuk memberikan reward kepada Kang Dedi Mulyadi dan para gubernur yang menunjukkan prestasi nyata. Ini penting agar menjadi contoh bagi pemimpin lain yang belum bekerja optimal,” tegasnya.
Prof. Sutan menambahkan bahwa bangsa Indonesia sangat membutuhkan pemimpin seperti Kang Dedi—pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga rendah hati dan memiliki kasih sayang terhadap rakyat. Ia menyebut Dedi Mulyadi sebagai simbol kebangkitan masyarakat Sunda yang tengah menghadapi tekanan ekonomi yang berat.
“Kehadiran beliau adalah harapan rakyat. Kita butuh pemimpin yang berani memutus mata rantai sistem yang tumpang tindih dan tidak berpihak kepada rakyat,” ucapnya dengan nada serius.
Sebagai bentuk syukurnya, Prof. Sutan mengaku sujud syukur dan berdoa agar semakin banyak pemimpin seperti Kang Dedi lahir di seluruh Indonesia—pemimpin bertakwa, berilmu, dan berhati nurani. Ia juga mengingatkan pentingnya percepatan program-program kebangkitan ekonomi masyarakat Sunda.
“Membiarkan rakyat dalam kelaparan dan kesulitan adalah dosa besar bagi seorang pemimpin,” tutup Prof. Sutan Nasomal.
Dengan dukungan dari tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Sutan, publik berharap kepemimpinan yang berpihak pada rakyat tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi gerakan nyata di seluruh penjuru negeri.
(Hs)














