Sosok Kepedulian Nyata di Muara Sukawayana: Mang Kudil dan Para Pemuda Bergerak untuk Bangun Majlis

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi-Di tepi Muara Sukawayana, yang mengalir tenang membawa kisah sejarah, sekumpulan pemuda dengan penuh semangat dan tekad berkumpul untuk melakukan sebuah aksi nyata membersihkan karpet Majlis di Sukasari, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak. Di bawah langit biru yang menaungi mereka, Mang Kudil, seorang sosok yang dikenal karena kebijaksanaannya, memimpin langkah ini dengan penuh keyakinan. Bersama Mang Ramlan, RT Holid, Ecef, Habep, Dede, Salim, Ade, dan Ajat, ia menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan tempat ibadah bukan hanya sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, Senin 5/5/2025.

Bagi Mang Kudil, membersihkan karpet Majlis bukan sekadar urusan fisik semata. Ia percaya bahwa ini adalah cara untuk mendidik hati agar lebih bersih, untuk menjauhkan diri dari kebiasaan buruk seperti bergunjing dan menebar fitnah. Saat tangan mereka merendam, membilas, dan mengangkat karpet yang telah lama menjadi saksi bisu berbagai kajian dan ibadah, Mang Kudil mengungkapkan pemikirannya dengan penuh makna.

“Hidup ini adalah perjalanan, dan setiap langkah yang kita ambil harus memberi manfaat. Daripada membicarakan orang lain tanpa makna, lebih baik kita bekerja. Lebih baik tangan ini digunakan untuk membersihkan sesuatu yang suci daripada menyentuh hal yang merusak. Ketika kita berbuat baik, maka hati kita pun akan menjadi baik.Ujarnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan Mang Kudil tidak hanya sekadar kata-kata, tetapi sebuah filosofi hidup yang ia pegang teguh. Ia selalu percaya bahwa pemuda di lingkungannya memiliki potensi besar, asalkan diarahkan ke jalan yang benar. Menurutnya, generasi muda harus bergerak ke arah positif dan menjadi agen perubahan yang nyata bagi masyarakat.

Inspirasi Mang Kudil tidak datang begitu saja. Ia banyak belajar dari sosok KDM Dedi Mulyadi, seorang tokoh yang dikenal karena kepeduliannya terhadap budaya dan lingkungan. Baginya, Dedi Mulyadi bukan hanya seorang figur publik, tetapi panutan yang mengajarkan bagaimana kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan. Dari berbagai contoh yang dilakukan oleh Dedi Mulyadi, Mang Kudil semakin yakin bahwa bekerja untuk kepentingan bersama adalah tugas mulia yang harus dilakukan tanpa pamrih.

READ  Bosnya PETI Sudah Di Tangkap Polda Riau.Diduga Buyung Anak Buah Bos Besar Lanjut Beroperasi

“Saya belajar dari Kang Dedi bahwa kita tidak bisa hanya berbicara soal kepedulian, kita harus melaksanakannya. Saya ingin pemuda di sekitar saya memahami bahwa kebersihan, kerja keras, dan kebersamaan adalah cara kita menjaga kehidupan yang baik. Jika kita bisa melakukan hal kecil dengan tulus, maka dampaknya akan lebih besar daripada sekadar kata-kata.”.Sambungnya

Selama dua hari berturut-turut, aksi ini terus berlangsung dengan dukungan warga sekitar. Semangat yang mereka bawa menyebar ke seluruh lingkungan, mengajak lebih banyak orang untuk ikut serta. Karpet yang sebelumnya berdebu dan penuh noda, kini kembali bersih, siap menjadi tempat bagi banyak kajian dan ibadah yang akan datang. Air Muara Sukawayana yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka seakan berbisik, menyampaikan bahwa setiap usaha kebaikan akan selalu membawa berkah.

Pada akhirnya, ini bukan hanya tentang membersihkan karpet. Ini adalah tentang membentuk karakter, tentang mengubah pola pikir, dan tentang memastikan bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin yang bijak di masa depan. Dengan langkah kecil yang mereka ambil, mereka telah memberi pesan bahwa kepedulian bukan hanya bisa diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan.

Mang Kudil, dengan segala keyakinannya, akan terus menginspirasi dan menggerakkan pemuda di lingkungannya. Dan seperti air yang selalu mengalir, semangat ini tidak akan berhenti akan terus membawa perubahan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Siaga Penuh: Obat, Darah hingga Ruang Rawat Dipastikan Aman
Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.
Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026
Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan
MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan
MPR Buru Mengutuk Keras Oknum Mahasiswa Yang Bangun Opini Sesat Terkait Pos PAM Satgas PKH Yonif Raider 733 Masariku Di Gunung Botak
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Siswi di Namlea Ilat Kian Menyita Perhatian, Keluarga Korban Minta Dugaan Pelanggaran Etik Oknum  Advokat hingga Intimidasi Ikut Diusut
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 04:05 WIB

Kasus DBD Meningkat, RSUD Bengkalis Siaga Penuh: Obat, Darah hingga Ruang Rawat Dipastikan Aman

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:42 WIB

Hari Mangrove Sedunia 2026 Kapolres Kepulauan Meranti Tegaskan Pelestarian Lingkungan Tanggung Jawab Bersama.

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:05 WIB

Mahasiswa KKN Universitas Riau Tanam 1.300 Bibit Mangrove di Desa Sebauk Lewat Program SELARAS 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 14:56 WIB

Buka Rakernis Intelkam 2026, Kapolda Papua Barat Daya: Intelijen adalah Mata dan Telinga Kesatuan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

MANTAP ” 95 Sekolah di Kepulauan Meranti Lolos Program Revitalisasi 2026, 21 Sekolah Masuki Tahap Pelaksanaan

Berita Terbaru