Suararakyat.info.Jakarta-Dalam sebuah manuver politik yang ambisius, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Prof. Dr. Sutan Nasomal, mengumumkan ajakan terbuka kepada seluruh pemuda dan pemudi Indonesia untuk bergabung dalam barisan partainya. Ajakan ini disampaikan di tengah rencana besar partai berlambang macan tutul bermata biru tersebut untuk memperluas eksistensinya ke seluruh pelosok tanah air.
Partai Oposisi Merdeka yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Sutan Nasomal mengklaim tengah bersiap membentuk struktur organisasi di 38 provinsi dalam waktu dekat. Tak hanya itu, partai ini juga merencanakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Jakarta yang akan dihadiri oleh seluruh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari seluruh Indonesia.(5/5/2025)
“Ini bukan sekadar konsolidasi organisasi, tetapi langkah awal untuk membangun kekuatan politik alternatif yang berakar pada semangat pemuda dan keinginan perubahan,” ujar Sutan dalam pernyataan resminya. Ia menegaskan bahwa Rapimnas akan menjadi momen penting dalam menyusun rencana kerja partai ke depan, termasuk pembentukan organisasi sayap seperti Pemuda POM dan GAPPOM.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, di balik semangat yang diusung, sejumlah pengamat menilai ekspansi cepat ini patut dicermati. Beberapa mempertanyakan kesiapan struktural, basis massa, hingga transparansi visi partai. Tidak sedikit yang menilai langkah ini lebih mencerminkan ambisi personal daripada agenda politik yang matang dan terukur.
“Partai baru memang sah-sah saja berkembang, tetapi publik berhak bertanya: apakah ini betul untuk rakyat, atau sekadar kendaraan politik tokoh tertentu?” ungkap seorang analis politik dari Lembaga Kajian Demokrasi Indonesia.
Partai Oposisi Merdeka juga mencantumkan nomor call center (0811-8419-260) sebagai jalur komunikasi terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung. Pendekatan ini tampaknya ingin menekankan keterbukaan dan inklusivitas, namun kembali, kritik terhadap ketidakhadiran platform ideologis yang jelas menjadi catatan tersendiri.
Sebagai partai yang mengklaim membawa pembaruan dan kemerdekaan dari praktik politik lama, Partai Oposisi Merdeka kini berada di bawah sorotan publik. Apakah mereka akan mampu menjadi kekuatan politik yang kredibel, atau sekadar menambah deretan partai baru tanpa arah? Hanya waktu dan konsistensi perjuangan mereka yang bisa menjawab.
(*)














