Dugaan Pembuangan Sampah Bekas Lotere Cemari Saluran Air di Bojonggaling, Bantar Gadung

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Sukabumi– Warga Desa Bojonggaling Kecamatan Bantar Gadung, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan temuan tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai di wilayah Kp. Panyairan RT 06 RW 04. Diduga, sampah tersebut merupakan limbah bekas lotere yang biasa dimasukkan ke dalam warung-warung.

Terlihat sampah yang menumpuk hampir menutupi seluruh permukaan aliran sungai, menghambat jalannya air dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi banjir serta pencemaran lingkungan. Dari pengamatan awak media, limbah didominasi oleh kertas dan plastik bekas yang identik dengan lembaran-lembaran kupon undian.

“Air jadi mampet, bau juga mulai terasa. Kami curiga ini sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap salah satu warga, SD (45), kepada wartawan Jumat 25 April 2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal ini, Ketua DPD (PPLHI) Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia Kabupaten Sukabumi, Irwan Ramdhan, menyayangkan kejadian tersebut dan mendesak adanya tindakan tegas.

READ  Warga Keluhkan Penumpukan Sampah di Tembilahan Hulu, Lurah Akui Jadwal Pengangkutan Tak Teratur

“Ini jelas mencemari lingkungan dan merugikan masyarakat. Kami mendesak aparat dan pemerintah daerah segera turun tangan, menyelidiki sumber sampah ini dan menindak pelakunya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Irwan.

Lebih lanjut, Irwan juga mencurigai adanya keterlibatan sebuah usaha lokal. “Kami mendapat informasi adanya dugaan keterlibatan Toko Ihwan dalam pembuangan sampah ini. Selain itu, toko tersebut juga diduga tidak memiliki izin resmi untuk mengedarkan lotere seperti itu. Ini harus segera diusut oleh pihak berwenang,” tegasnya.

Irwan menambahkan bahwa peredaran produk lotere ilegal bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga bisa menimbulkan dampak sosial yang lebih luas di masyarakat.
Warga berharap kejadian ini segera ditindaklanjuti, tidak hanya dengan pembersihan sampah, tetapi juga melalui penegakan hukum dan regulasi ketat terhadap peredaran produk serupa.

 

(Hr/Av)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi
Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan
Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan
Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim
Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!
DPRD Sukabumi Sikat HGU Bermasalah, Iwan Ridwan: Tak Ada Toleransi untuk Izin Mati
Isu Revisi Ditolak Mentah, Ketua DPRD Kota Sukabumi Tegaskan Minhol Nol Persen Tetap Berlaku
Tol Bocimi Melaju, Jalan Kabupaten Terluka: Ayi Permana Desak Tanggung Jawab
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:40 WIB

Akademisi dan Pemerintah Bersinergi, Penguatan Komunikasi Strategis Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa di Sukabumi

Selasa, 26 Mei 2026 - 23:28 WIB

Isu Dugaan Penyimpangan Korupsi Dana Parkir Di Dishub Kota Sukabumi, LSM An-Nahl Siapkan Laporan

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:44 WIB

Forum RT dan RW Sekota Sukabumi Desak DPRD Komitmen Wali Kota Harus Dibuktikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:19 WIB

Bangunan Masjid Cisayar Rp 3.6 M Diduga Jadi Sarang Hantu,Inspektorat dan Kejari Jangan Tutup Mata Periksa Dinas Perkim

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:01 WIB

Dapur SPPG Margaluyu Disidak BGN, Dugaan Pelanggaran SOP Terbongkar: Program Gizi Jangan Dijadikan Ladang Bisnis!

Berita Terbaru