Desakan Keras Tokoh Nasional: Usut Tuntas Kasus Mafia Tanah, Investasi Bodong, dan Pengusaha Hitam di Bogor dan Sumatera Utara

- Penulis

Rabu, 23 April 2025 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat.info.Jakarta – Deretan kasus hukum yang mangkrak dan terkesan tebang pilih penanganannya kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah tokoh nasional dan pakar hukum menyuarakan desakan tegas kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar segera menginstruksikan jajarannya untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap berbagai kasus yang dinilai mengancam rasa keadilan rakyat.Rabu (24/4/2025)

Pakar Hukum Internasional, Prof. Dr. Henry Jayadi Pandiangan, SH, MH, Ph.D., bersama Dr. Bernard Ketua DPP GAKORPAN dan Bunda Tiur Simamora selaku Ketua Tim Investigasi Mafia Kasus Hukum, menyoroti secara khusus kasus mafia tanah di Desa Sampali, Percut, Deli Serdang, Sumatera Utara, dan skandal investasi bodong Koperasi AMAI Artha Mandiri Abadi Indonesia.

“Kami minta Kapolri segera menginstruksikan Kapolda dan jajarannya untuk menyidik kasus-kasus mafia ormas dan pengusaha hitam serta praktik ilegal lainnya,” ujar Bunda Tiur Simamora dalam konferensi pers di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mafia Tanah dan Aksi Premanisme di Deli Serdang

Salah satu kasus yang menjadi perhatian utama adalah penyerobotan lahan seluas 4,5 hektare di Desa Sampali, Percut, Deli Serdang, Sumatera Utara. Lahan ini diduga diserobot oleh oknum ormas dan pengusaha hitam beretnis tertentu yang memagari lahan secara sepihak. Proses sertifikasi tanah oleh warga melalui ATR/BPN pun terhambat karena intimidasi dan aksi kekerasan.

Video kekerasan dan pemagaran ilegal yang dilakukan oleh oknum ormas viral di media sosial, memicu kemarahan warga dan publik secara luas. Kasus ini dilaporkan namun hingga kini para pelaku belum ditahan dan masih bebas berkeliaran.

Investasi Bodong dan Korupsi Rp 1 Triliun

Tak kalah serius, Dr. Bernard dan tim juga menyoroti skandal Koperasi AMAI yang diduga melakukan praktik investasi bodong dengan kerugian mencapai Rp 1 triliun. Tercatat sekitar 3.000 nasabah menjadi korban, bahkan ada yang sampai mengalami stres berat hingga bunuh diri. Aset koperasi diduga dialihkan secara tidak sah melalui cawe-cawe dan proses kepailitan yang penuh rekayasa di PN Niaga Jakarta Pusat.

READ  Prof Dr Sutan Nasomal Mengklaem Maling Teriak Maling, PT. KIU dibawah Naungan Makin Grub diduga Serobot Lahan Warga Sejak Tahun 2003 hingga sekarang, Akankah APH Tutup Mata

“Para tersangka tidak ditahan. Kasus mangkrak di Polres Bogor dan Polda Jabar. Ini jelas mencederai rasa keadilan rakyat,” ungkap Prof. Dr. Wilson Lalengke, Guru Besar Lemhanas RI dan Ketua Umum PPWI.

Kritik terhadap Penegakan Hukum

Tokoh-tokoh hukum, termasuk Prof. Sutan Nasomal dan Prof. Dr. Henry Jayadi, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap pola penanganan hukum yang tidak transparan dan terkesan melindungi pelaku kejahatan. Mereka mengutip UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian serta KUHAP Pasal 17 dan 18 yang memberi kewenangan penuh kepada kepolisian untuk menangkap dan menahan pelaku tindak pidana.

“Patut diduga ada permainan di balik lambatnya penanganan kasus ini. Publik bertanya-tanya, ada apa dengan kepolisian?” kata Prof. Sutan Nasomal.

Desakan Investigasi Nasional: Usut Tuntas dan Tangkap Pelaku

Gerakan Solidaritas Nasional Suara Rakyat Indonesia Bersatu melalui Rumah Besar Relawan Prabowo-Gibran 08 mendesak KAPOLRI agar membentuk Tim Investigasi Ilmiah (Scientific Crime Investigation) guna menyelidiki tuntas semua kasus yang terbengkalai ini.

“Usut tuntas, bongkar, tangkap, dan adili! Ini demi keadilan, demi masa depan hukum Indonesia yang berintegritas,” tegas Dr. Bernard.

Dengan berbagai bukti dan kesaksian yang telah dilaporkan, termasuk Laporan Polisi No. LP STBL/582/X/2020 di Polresta Bogor, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera bergerak tanpa pandang bulu.

Akhir Kata: Suara Rakyat Tidak Boleh Diabaikan

Bunda Tiur Simamora, tokoh masyarakat dari Sibolga, menutup pernyataannya dengan nada tegas:

“Jangan biarkan kota-kota besar seperti Bogor dan Deli Serdang menjadi simbol lemahnya penegakan hukum. Jangan biarkan para penjahat ekonomi dan mafia tanah merajalela. Kami rakyat butuh keadilan, bukan intimidasi.”.Pungkaanya

 

(Dr.Bernard)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pondasi Bak Penampungan Air Bersih Mulai Dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari
Dorongan Material Kembali Tiba, Satgas TMMD ke-128 Kejar Target Pembangunan Fisik
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Panglima Koarmada III Soroti Dampak Konflik Iran–AS–Israel, Dorong Modernisasi Alutsista TNI AL
Koarmada III Raih Dua Penghargaan di Rakernisku TNI AL 2026, Perkuat Tata Kelola Keuangan
Bentuk Solidaritas Ketua, Anggota & PUK SP RTMM SPSI PT Diamond Cold Storage–Sukanda Djaya Menguat di May Day 2026, Dihadiri Presiden Prabowo Subianto
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:52 WIB

Dorongan Material Kembali Tiba, Satgas TMMD ke-128 Kejar Target Pembangunan Fisik

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:50 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:10 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:52 WIB

Panglima Koarmada III Soroti Dampak Konflik Iran–AS–Israel, Dorong Modernisasi Alutsista TNI AL

Sabtu, 2 Mei 2026 - 10:50 WIB

Koarmada III Raih Dua Penghargaan di Rakernisku TNI AL 2026, Perkuat Tata Kelola Keuangan

Berita Terbaru