Warga Cibeureum Turun ke Jalan, Desak Audit Total Program MBG di Kota Sukabumi

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI- Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Warga Cibeureum (Forwacib) menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Sukabumi, pada Rabu (1/4/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak transparan dan menyimpang dari tujuan awal pemberdayaan masyarakat.

Dengan membawa atribut demonstrasi dan mobil komando, massa menyampaikan kritik terhadap tata kelola Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang dianggap sarat kejanggalan. Ketua Forwacib, Dadang Jhon, menyebut aksi ini sebagai puncak kekecewaan warga atas minimnya respons pemerintah daerah terhadap permohonan audiensi yang telah diajukan sejak awal Maret.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mendukung program pusat, tetapi implementasinya di lapangan tidak berjalan baik. Ada dugaan oknum yang bermain, sehingga pelaku UMKM lokal tidak mendapat ruang,” ujar Dadang dalam orasinya.

Ia juga mengungkap dugaan praktik monopoli dalam pengelolaan dapur MBG. Menurutnya, terdapat indikasi keterlibatan pihak tertentu, termasuk oknum legislatif, yang mengendalikan operasional dapur melalui pihak lain.

Selain itu, Forwacib menyoroti tenaga kerja di beberapa dapur SPPG yang didominasi pekerja dari luar daerah. Kondisi ini dinilai bertentangan dengan semangat pemberdayaan masyarakat lokal.

READ  Warga Tangkil Geruduk Rumah yang Diduga Jadi Tempat Ibadah, Begini Kronologis nya

Koordinator aksi, Ujang Taufik, turut menambahkan bahwa dugaan monopoli juga berdampak pada distribusi bahan pangan. Ia menyebut pasokan bahan pokok seperti telur, ayam, dan bawang tidak melibatkan pedagang lokal, melainkan didominasi pemasok bermodal besar.

“UMKM lokal kehilangan pasar. Ini jelas mematikan ekonomi warga sekitar,” tegasnya.

Tak hanya itu, massa juga mengungkap dugaan pungutan liar di tingkat sekolah, dengan nominal sekitar Rp500 per porsi makanan. Jika dikalkulasikan dalam skala besar, praktik tersebut dinilai berpotensi merugikan program secara signifikan.

Dalam aksi tersebut, Forwacib juga menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain penolakan terhadap dapur yang belum memenuhi standar kesehatan dan perizinan, pelibatan pengawas independen, hingga desakan audit menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

Massa menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah. Jika tidak ada perbaikan, mereka berencana membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat.

Aksi ini menandai meningkatnya perhatian publik terhadap transparansi dan akuntabilitas program MBG, yang sejatinya ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Penulis : Jim

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?
Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga
Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya
Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga
Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar
Patungan Bangun Jalan Demi Keselamatan, Warga Bojongsaru Pertanyakan Keseriusan Pemkab Sukabumi dalam Pemerataan Infrastruktur
Yudha Sukmagara: KNPI Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Organisasi Proposal
DLH Telusuri Dugaan Pencemaran Sungai Cikaramat, Hasil Uji Laboratorium Jadi Penentu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pak KDM Usai Berita di Media Mencuat Papan Proyek Hilang, Lokasi Diduga Berbeda, Aspal Disorot Warga: Ada Apa dengan Proyek Jalan Rp1,33 Miliar di Sukabumi?

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WIB

Diduga Minim Material dan Data Proyek Dipertanyakan, Pekerjaan Jalan Leuwiliang–Bojong Tipar Senilai Rp1,33 Miliar Jadi Sorotan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 00:34 WIB

Usai Pemberitaan Proyek Jadi Sorotan, Pelaksana CV Arrahmah Hubungi Awak Media Minta Klarifikasi: Bos dan Kadis Sudah Menelepon Saya

Minggu, 26 Juli 2026 - 05:14 WIB

Diduga Dikerjakan Terburu-buru, Proyek Pemeliharaan Jalan Cicareuh–Bumisari di Bantargadung Tuai Sorotan Warga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:56 WIB

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara Rp5–50 Juta untuk Warga yang Bantu Lumpuhkan Pelaku Kejahatan Jalanan di Jabar

Berita Terbaru