SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi di Jalan Selakopi, Lembursawah, Selasa (12/5/2026), dipenuhi semangat konsolidasi dan penguatan ideologi partai. Diskusi Politik Internal yang digelar jajaran partai berlambang banteng moncong putih itu menjadi momentum penting dalam menyusun strategi besar menghadapi kontestasi politik 2029 mendatang.
Hadir langsung dalam agenda tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Adian Napitupulu yang memberikan arahan politik kepada ratusan kader dan pengurus partai dari berbagai tingkatan di Kabupaten Sukabumi.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono serta Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP Dapil Kota/Kabupaten Sukabumi Mohammad Jaenudin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung penuh semangat itu bukan sekadar agenda seremonial biasa. Diskusi internal tersebut menjadi ruang evaluasi menyeluruh pasca Pemilu 2024 sekaligus langkah awal membangun kekuatan politik yang lebih terstruktur hingga ke tingkat akar rumput.
Konsolidasi Hingga Tingkat RW
Dalam arahannya, Ono Surono menegaskan bahwa kekuatan utama partai terletak pada soliditas struktur organisasi hingga tingkat paling bawah. Karena itu, pihaknya tengah memastikan seluruh struktur kepengurusan partai terbentuk secara utuh hingga tingkat Anak Ranting atau setara RW.
Menurutnya, konsolidasi organisasi menjadi fondasi utama dalam membangun kembali kekuatan politik partai di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Sukabumi.
“Target kami jelas, seluruh struktur partai harus selesai dan aktif sampai tingkat bawah. Pada Bulan Bung Karno nanti, tepatnya Juni mendatang, akan dilakukan penyerahan SK sekaligus pengukuhan pengurus PAC tingkat kecamatan, Ranting tingkat desa, hingga Anak Ranting tingkat RW,” ujar Ono di hadapan kader.
Ia menilai, partai politik tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu semata, tetapi harus hadir dan bekerja di tengah masyarakat setiap saat. Karena itu, penguatan struktur dianggap penting agar komunikasi politik dengan masyarakat tetap berjalan.
Tak hanya itu, Ono juga mempertegas posisi politik PDI Perjuangan saat ini sebagai kekuatan penyeimbang terhadap jalannya pemerintahan.
“PDI Perjuangan adalah partai penyeimbang. Ketika ada program pemerintah yang dinilai melenceng dari kepentingan rakyat, maka menjadi kewajiban moral dan politik kami untuk meluruskan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut antusias para kader yang hadir. Mereka menilai arah politik partai saat ini harus tetap berpihak kepada kepentingan rakyat kecil di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang sedang dirasakan masyarakat.
Target Besar 2029
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman menegaskan kesiapan seluruh mesin partai untuk bekerja lebih keras menghadapi agenda politik mendatang.
Ia menyebut bahwa struktur dan legalitas kepengurusan PDIP di Kabupaten Sukabumi saat ini berada dalam kondisi solid dan siap bergerak.
“Kami optimis menghadapi 2029. Target kami adalah meraih 12 kursi legislatif di DPRD Kabupaten Sukabumi,” ungkap Paoji.
Menurutnya, pencapaian target tersebut akan menjadi pintu strategis bagi PDIP untuk memperkuat posisi politik di parlemen sekaligus membuka peluang merebut kursi pimpinan DPRD hingga memenangkan pertarungan eksekutif di masa depan.
Paoji juga meminta seluruh kader untuk meninggalkan ego sektoral dan mulai bergerak secara kolektif demi membangun kembali kejayaan partai di Sukabumi.
“Kader harus turun langsung ke masyarakat, mendengar keluhan rakyat, membantu persoalan mereka, dan menjadi bagian dari solusi,” katanya.
Soroti Kondisi Ekonomi dan Sosial
Dalam diskusi politik tersebut, persoalan ekonomi rakyat juga menjadi perhatian serius para elit partai. Kader diminta lebih aktif hadir di tengah masyarakat di saat kondisi ekonomi dinilai belum stabil.
Isu harga kebutuhan pokok yang terus naik, tingginya angka pengangguran, hingga persoalan sosial di tingkat bawah disebut menjadi tantangan nyata yang harus direspons kader partai secara konkret.
Adian Napitupulu dalam arahannya menekankan bahwa partai politik tidak boleh kehilangan kedekatan dengan rakyat. Ia meminta seluruh kader tetap menjaga semangat perjuangan ideologis serta tidak hanya hadir saat momentum politik semata.
Menurutnya, kekuatan PDIP selama ini lahir dari keberanian kader berada di garis depan bersama rakyat kecil.
“Kader partai harus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya bicara politik kekuasaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjuangan rakyat menghadapi persoalan hidup sehari-hari,” ujarnya.
Kehadiran para elit partai nasional dan provinsi tersebut dinilai menjadi suntikan energi baru bagi kader PDIP di Kabupaten Sukabumi. Konsolidasi yang dilakukan diyakini menjadi langkah awal membangun mesin politik yang lebih solid, terstruktur, dan masif menuju pertarungan politik 2029.
Penulis : Edi
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














