SUARARAKYAT.info || SUKABUMI – Upaya memperkuat kapasitas dan kesadaran para pelaku wisata dalam mengelola destinasi secara berkelanjutan terus dilakukan di Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Pariwisata Sirkular yang digelar oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Iman Adinugraha dari Fraksi Partai Demokrat bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan di Hotel Augusta pada Sabtu (7/3/2026) dan diikuti oleh sekitar 75 peserta yang berasal dari berbagai unsur. Peserta terdiri dari pelaku usaha pariwisata, komunitas pemerhati lingkungan, kelompok masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan sektor pariwisata di wilayah Sukabumi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif dari Kementerian Pariwisata, Rita Fariza Hanividya, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pengembangan pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan berbagai materi terkait konsep pariwisata sirkular, yaitu pendekatan pengelolaan pariwisata yang menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan melalui pengurangan sampah, penggunaan kembali sumber daya, serta pengolahan ulang limbah yang dihasilkan dari aktivitas wisata.
Konsep ini dinilai semakin penting diterapkan, khususnya di kawasan wisata yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap persoalan lingkungan seperti wilayah pesisir. Kabupaten Sukabumi sendiri dikenal memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang cukup populer, termasuk kawasan pantai di wilayah Palabuhanratu yang menjadi salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Iman Adinugraha menyampaikan bahwa sektor pariwisata saat ini tidak bisa lagi dikelola dengan pendekatan lama yang hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, pengelolaan destinasi harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih bertanggung jawab agar tidak merusak ekosistem lingkungan yang menjadi daya tarik utama pariwisata itu sendiri.
Ia menegaskan bahwa konsep pariwisata sirkular menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga keberlanjutan destinasi wisata, terutama di kawasan pesisir yang memiliki kerentanan terhadap pencemaran lingkungan, sampah wisata, serta eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.
“Melalui pelatihan ini, kami menghadirkan narasumber yang kompeten, baik dari Kementerian Pariwisata maupun praktisi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan destinasi berkelanjutan. Tujuannya agar para pelaku wisata memahami bagaimana mengembangkan sektor pariwisata tanpa merusak lingkungan,” ujarnya.
Lebih lanjut ia berharap, kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran para pelaku wisata di Kabupaten Sukabumi agar mampu mengelola destinasi wisata secara lebih bertanggung jawab. Dengan demikian, pertumbuhan sektor pariwisata dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam membangun sektor pariwisata yang lebih maju dan berkelanjutan.
Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa dilakukan secara parsial karena sektor ini merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, pelaku usaha, komunitas lokal, hingga wisatawan.
“Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak agar destinasi wisata dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan pelatihan tersebut para pelaku wisata mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai konsep ekonomi hijau dan ekonomi sirkular yang kini menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan pariwisata modern.
Dengan meningkatnya kapasitas para pelaku wisata, diharapkan pengelolaan destinasi di Kabupaten Sukabumi dapat semakin profesional, ramah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong terciptanya ekosistem pariwisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan, tetapi juga mampu menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi.
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info














