Orang Tua Murid Protes Menu MBG di SDN CisaruaDiduga , Kualitas Roti dan Buah Dipertanyakan

- Penulis

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kembali menuai sorotan. Kali ini, sejumlah orang tua murid di SDN Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, menyampaikan protes keras atas menu yang dibagikan kepada siswa pada Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, menu MBG yang diberikan kepada siswa terdiri dari dua potong roti, satu susu merek Tanggo, satu telur asin, satu telur ayam rebus, satu buah apel, satu buah jeruk, serta dua keping biskuit sachet kecil merek Roma. Paket tersebut disebut-sebut akan menjadi menu yang dibagikan untuk tiga hari ke depan, terhitung sejak Selasa hingga Jumat.

Namun, yang menjadi persoalan bukan sekadar komposisi menu, melainkan kualitas bahan makanan yang diterima anak-anak. Salah seorang orang tua murid berinisial BL mengaku kecewa karena roti yang diterima anaknya berbau tengik dan diduga tidak layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini menu yang diberikan untuk tiga hari ke depan dari hari Selasa sampai Jumat. Rotinya sudah bau tengik, buah jeruknya juga terlihat tidak segar lagi,” ujar BL singkat namun tegas.

Keluhan tersebut memicu keresahan di kalangan orang tua lainnya. Mereka mempertanyakan standar pengadaan dan distribusi makanan dalam program MBG. Pasalnya, program yang sejatinya bertujuan meningkatkan asupan gizi dan konsentrasi belajar siswa justru dikhawatirkan berpotensi mengganggu kesehatan anak apabila kualitas makanan tidak dijaga dengan baik.

Secara prinsip, program MBG merupakan langkah progresif dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah. Namun dalam praktiknya, pengawasan kualitas menjadi faktor krusial. Pemberian makanan dalam jumlah besar untuk ratusan siswa menuntut sistem kontrol mutu yang ketat, mulai dari proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi ke sekolah.

READ  Modus Baru Peredaran Obat Golongan G di Cigombong, Pelaku Diduga Gunakan Tas Gendong untuk Kelabui Petugas

Jika benar roti dalam kondisi tengik dan buah sudah tidak segar, hal ini menunjukkan adanya dugaan kelalaian dalam manajemen logistik. Produk berbahan tepung dan susu sangat rentan terhadap perubahan kualitas apabila tidak disimpan dalam suhu dan kondisi yang sesuai. Begitu pula buah-buahan yang memiliki masa simpan terbatas.

Lebih jauh, orang tua menilai bahwa pola pembagian menu untuk beberapa hari sekaligus berpotensi menurunkan kualitas makanan. Tanpa mekanisme distribusi harian yang segar, risiko makanan basi atau tidak layak konsumsi menjadi semakin tinggi.

Orang tuanwali murid mendesak pihak sekolah dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta adanya transparansi mengenai pihak penyedia, standar kualitas yang digunakan, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan.

Program yang menyangkut kesehatan anak-anak tidak boleh dijalankan secara seremonial semata. Kritik yang muncul bukan bentuk penolakan terhadap MBG, melainkan peringatan agar program ini tidak kehilangan substansi dan tujuan awalnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait protes orang tua murid tersebut. Masyarakat kini menunggu langkah konkret berupa inspeksi lapangan, uji kelayakan makanan, serta jaminan bahwa menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Program makan bergizi gratis adalah komitmen besar negara terhadap masa depan generasi muda. Namun komitmen itu harus dibuktikan melalui kualitas, akuntabilitas, dan pengawasan yang tegas  bukan sekadar pembagian paket makanan tanpa kontrol yang memadai.

Penulis : HS/Jim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru