Terkait LHKPN KASATRESKRIM POLRES KOTABARU. Diduga Mengandung Kepalsuan, M Hafidz Halim, S.H : Data Terdapat Ketidaksesuaian Jabatan dan Nilai Harta

- Penulis

Sabtu, 28 Februari 2026 - 05:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suararakyat info KOTABARU – Laporan Harta dan Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diajukan oleh Kasat Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Kotabaru, AKP. SHOQIF FABRIAN YUWINDAYASA, S.T.K., S.I.K., M.H. diduga mengandung unsur kepalsuan. Analisis terhadap data LHKPN yang tercatat menunjukkan adanya ketidaksesuaian jabatan yang diemban, serta fluktuasi nilai harta yang memunculkan pertanyaan terkait transparansi pelaporan. Hal ini disampaikan oleh Praktisi Hukum / Advokat M. Hafidz Halim, S.H., dalam keterangannya terkait pemeriksaan terhadap dokumen tersebut.

 

Berdasarkan data LHKPN yang tercatat, SHOQIF FABRIAN YUWINDAYASA telah mengajukan enam laporan sejak tahun 2018. Pada 1 Juni 2018, saat menjabat sebagai Kapolsek Selatan di Kepolisian Daerah Maluku Utara, ia melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp10.000.000 dalam laporan khusus awal menjabat. Kemudian pada 31 Desember 2020, saat menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Satui di Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, nilai hartanya meningkat menjadi Rp37.000.000.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pada 29 Mei 2023, dalam laporan khusus awal menjabat sebagai Kepala Kepolisian Sektor Kelumpang Tengah (Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan), nilai hartanya tercatat Rp46.000.000. Laporan periodik pada 31 Desember 2023 menunjukkan nilai harta tetap Rp71.000.000 dengan jabatan yang sama, dan angka tersebut juga tercatat dalam laporan periodik 31 Desember 2024 ketika ia tercatat menjabat sebagai Kasat Polairud Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan. Namun, dalam laporan khusus awal menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Kotabaru pada 9 Juni 2025, nilai hartanya justru turun menjadi Rp50.000.000.

READ  Polres Sorong Kembali Tertibkan Penjualan Cap Tikus di Jalan Mawar

 

“Hasil telaah terhadap data LHKPN KPK yang ada menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jabatan yang tercatat dengan riwayat tugas yang sebenarnya, terutama terkait transisi jabatan dari Kasat Polairud ke Kasatreskrim. Selain itu, fluktuasi nilai harta yang tidak proporsional – terutama penurunan dari Rp71 juta menjadi Rp50 juta saat menjabat sebagai Kasatreskrim – dinilai membutuhkan klarifikasi mendalam,” ujar Hafidz Halim, S.H. dalam keterangannya kepada Awak Media Nasional, Sabtu, 28/2/2026.

 

Menurutnya, ketidaksesuaian data jabatan dan perubahan nilai harta yang tidak dapat dijelaskan dengan jelas dapat menjadi indikasi dari upaya untuk menyembunyikan riwayat kepemilikan harta yang sebenarnya. Kepalsuan pada LHKPN bukan hanya melanggar peraturan perundang-undangan yang mengatur kewajiban pelaporan bagi Penyelenggara Negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian serta terindikasi paradigma masyarakat yang mengarah kepada dugaan Pencucian Uang.

 

“Kita perlu melakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait sumber daya yang digunakan untuk memperoleh harta yang tercatat, serta memverifikasi setiap item aset dan riwayat jabatan yang dilaporkan. Pihak berwenang perlu segera melakukan klarifikasi dan pemeriksaan administratif maupun pidana terhadap dugaan pelanggaran tersebut guna menjaga integritas sistem pelaporan harta Penyelenggara Negara, bisa saja terindikasi keterangan keterangan palsu oleh Penegak Hukum tersebut” jelasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil di Kuala Alam, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Kapolda PBD Dukung Pengembangan SDM Digital, Hadiri AI Ignition Road to Sorong
Team Elang Polsek Sorong Barat Tangkap Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Berhasil Diamankan
Kapolda PBD Hadiri Stakeholder Meeting Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Sorong
9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat
Sinergi untuk Ketahanan Pangan, Personel Polsek Bengkalis Dampingi Perawatan Jagung Pipil di Desa Senggoro
Team Elang Polsek Sorong Barat Tangkap Terduga Pelaku Curanmor, Dua Sepeda Motor Berhasil Diamankan
Spesialis Curanmor Ditangkap, Team Paniki Polsek Sorong Timur Amankan Pelaku dan Sita Honda Genio Hasil Curian
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:29 WIB

Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Pantau Pertumbuhan Jagung Pipil di Kuala Alam, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:31 WIB

Kapolda PBD Dukung Pengembangan SDM Digital, Hadiri AI Ignition Road to Sorong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:29 WIB

Team Elang Polsek Sorong Barat Tangkap Terduga Pelaku Pencurian, Sejumlah Barang Bukti Berhasil Diamankan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:28 WIB

Kapolda PBD Hadiri Stakeholder Meeting Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Sorong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:17 WIB

9 Hari TMMD Ke-129 di Kampung Sesor, Pembangunan Melaju Pesat, Semangat Gotong Royong Kian Menguat

Berita Terbaru