SUARARAKYAT.info || SUKABUMI — Umat Islam di berbagai penjuru tanah air menyambut datangnya malam pertama Ramadan 1447 Hijriah dengan penuh khidmat dan haru. Suasana masjid dan musala dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, serta doa-doa yang dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan kembali bertemu bulan suci yang penuh ampunan dan keberkahan.
Ramadan merupakan bulan istimewa yang disebut secara khusus dalam Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 185, bahwa bulan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, malam pertama Ramadan menjadi momentum spiritual untuk memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan memohon ampunan atas segala dosa.
Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memperbanyak doa dan memohon keberkahan saat memasuki bulan Ramadan. Salah satu doa yang sering dipanjatkan para ulama ketika menyambut datangnya bulan suci ini adalah:Rabu (18/2/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Allahumma baarik lanaa fii Rajaba wa Sya’baana wa ballighnaa Ramadhaan.”
(Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan).
HR. Ahmad
Pada malam pertama Ramadan, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa, salat tarawih, serta amal kebajikan lainnya. Doa yang dapat dipanjatkan antara lain:
“Ya Allah, jadikanlah Ramadan ini sebagai Ramadan terbaik dalam hidup kami. Ampuni dosa-dosa kami, kedua orang tua kami, dan seluruh kaum Muslimin. Berikan kami kekuatan untuk berpuasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, serta pertemukan kami dengan malam Lailatul Qadar.”
Dalam hadis riwayat Sunan At-Tirmidzi, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Hadis ini menjadi penguat keyakinan bahwa bulan suci merupakan kesempatan emas untuk memperbanyak amal dan memperbaiki diri.
Sementara itu, dalam hadis riwayat Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Malam pertama Ramadan bukan sekadar pergantian waktu, tetapi gerbang menuju madrasah ruhani yang mengajarkan kesabaran, kepedulian sosial, dan kedekatan dengan Allah SWT. Di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, Ramadan menjadi ruang kontemplasi untuk menata ulang orientasi hidup—dari sekadar mengejar dunia menuju keseimbangan lahir dan batin.
Dengan penuh harap, umat Islam memohon agar Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat.
Semoga doa-doa yang dipanjatkan pada malam pertama Ramadan diijabah oleh Allah SWT, dan seluruh umat diberikan kekuatan untuk menjalani ibadah hingga akhir bulan dengan penuh keberkahan. Aamiin.
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














