15 CEO Inggris Temui Mendes Yandri, Dorong Listrik Desa dan Investasi Energi Terbarukan Berbasis Komunitas

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menerima audiensi 15 Chief Executive Officer (CEO) perusahaan energi dan teknologi asal Inggris dalam rangka membahas peluang kolaborasi percepatan elektrifikasi desa serta investasi berbasis potensi lokal. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional yang berdampak langsung bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan.

Dalam pertemuan itu, kedua belah pihak mendiskusikan pengembangan solusi energi terbarukan terdesentralisasi sebagai strategi menjawab tantangan akses listrik di berbagai daerah. Skema energi terbarukan berbasis komunitas dinilai relevan untuk menjangkau desa-desa yang secara geografis sulit terhubung dengan jaringan listrik utama (grid), sekaligus mendorong kemandirian energi masyarakat.

Mendes Yandri menegaskan bahwa Indonesia memiliki 75.266 desa dengan karakteristik dan kebutuhan yang beragam. Karena itu, diperlukan kolaborasi konkret dan terukur agar kerja sama internasional tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi warga desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari 75.266 desa yang ada di Indonesia, dibutuhkan langkah konkret dan implementasi nyata. Kerja sama ini harus berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan dasar,” ujar Yandri.

Salah satu fokus pembahasan adalah penguatan pasokan listrik untuk mendukung operasional Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurut Yandri, keberadaan listrik yang andal menjadi fondasi utama bagi tumbuhnya usaha produktif desa, mulai dari pengolahan hasil pertanian, perikanan, hingga industri kecil berbasis rumah tangga.

“BUM Des dan koperasi desa adalah tulang punggung ekonomi lokal. Tanpa dukungan energi yang stabil dan terjangkau, sulit bagi desa untuk meningkatkan nilai tambah produk dan bersaing di pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Selain elektrifikasi, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya pengembangan sistem cold chain atau rantai pendingin untuk mendukung ketahanan pangan di desa, khususnya di wilayah terpencil dan kepulauan. Ketersediaan fasilitas penyimpanan dingin dinilai krusial untuk menjaga kualitas hasil pertanian, perikanan, dan produk pangan lainnya agar tidak cepat rusak sebelum sampai ke pasar.

READ  Kemendes PDT dan Kemenpar Tancap Gas Susun Roadmap Nasional, Desa Wisata Ditargetkan Naik Kelas dan Mandiri

Dengan dukungan teknologi energi terbarukan seperti panel surya, mini-grid, dan sistem penyimpanan energi (battery storage), cold chain di desa diharapkan dapat beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan. Skema ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga menekan biaya operasional jangka panjang.

Para CEO perusahaan Inggris yang hadir menyampaikan ketertarikan mereka terhadap potensi investasi di sektor energi desa Indonesia. Mereka menilai pendekatan berbasis komunitas dan model bisnis sosial (social enterprise) dapat menjadi pintu masuk untuk menciptakan ekosistem energi berkelanjutan yang inklusif.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Desa PDT bersama mitra internasional akan menyiapkan sejumlah pilot project di beberapa desa sebagai langkah awal implementasi. Proyek percontohan ini dirancang untuk menguji model kolaborasi, skema pembiayaan, serta kesiapan kelembagaan desa dalam mengelola sistem energi dan infrastruktur pendukungnya.

Yandri menekankan bahwa setiap proyek harus melibatkan pemerintah desa, BUM Des, dan masyarakat setempat agar tercipta rasa memiliki dan keberlanjutan program. Ia juga memastikan bahwa kerja sama ini akan selaras dengan agenda nasional pembangunan desa dan transisi energi bersih.

“Kita ingin desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang aktif, mandiri, dan berdaya. Energi adalah pintu masuk untuk mempercepat transformasi desa,” tegasnya.

Audiensi ini menandai komitmen pemerintah untuk membuka ruang kolaborasi global dalam mempercepat pembangunan desa tertinggal dan memperluas akses energi bersih. Jika pilot project berjalan efektif, model kerja sama tersebut berpotensi direplikasi di berbagai wilayah lain, sehingga cita-cita mewujudkan desa mandiri energi dan berdaya saing dapat semakin cepat terwujud.

Penulis : Aini

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal
Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional
RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen
Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis
Diduga Settingan Karena Tidak Dibacakan, Rapat Paripurna LKPJ DPR Kota Sorong Menuai Kritik Tajam
Pemprov Papua Barat Daya Gelar FGD, Perkuat Komitmen Lindungi Hutan dan Laut
Imigrasi Sukabumi Perketat Pengawasan TKA di Sektor Tambang, Timpora Libatkan Kecamatan hingga KUA untuk Jaga Stabilitas dan Kelestarian Lingkungan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:09 WIB

DPRD Kota Sukabumi Soroti Sekolah Maung, Minta Pemprov Jabar Jangan Korbankan Akses Siswa Lokal

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:47 WIB

Perkuat Integritas ASN, Kemenkum Papua Barat Ambil Sumpah PNS dan Angkat 10 Pejabat Fungsional

Selasa, 2 Juni 2026 - 04:34 WIB

RSUD Sele Be Solu Kota Sorong Matangkan Persiapan Akreditasi, Kesiapan Capai 80 Persen

Senin, 1 Juni 2026 - 09:09 WIB

Gubernur Papua Barat Daya Resmi Buka Turnamen U-15, Dorong Generasi Muda Lewat Sepak Bola

Senin, 25 Mei 2026 - 09:43 WIB

Keluarga Besar Osok Kabanolo Palang TPA Sorong, Tuntut Pengukuran Ulang Dan Kesepakatan Tertulis

Berita Terbaru