SUARARAKYAT.info|| JAKARTA – Pemerintah terus memperkuat pembangunan berbasis desa sebagai strategi pemerataan ekonomi nasional. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mempercepat penguatan desa wisata di seluruh Indonesia melalui penyusunan roadmap nasional serta panduan teknis yang mudah diterapkan oleh pemerintah desa.
Langkah strategis ini ditempuh agar pengembangan desa wisata tidak berjalan sporadis, melainkan terarah, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Roadmap tersebut akan menjadi acuan bersama dalam menentukan tahapan pengembangan, pemetaan potensi, model pengelolaan, hingga strategi promosi dan keberlanjutan usaha desa wisata.
Menteri Desa PDT dalam keterangannya menegaskan bahwa desa wisata merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong percepatan pembangunan desa. Menurutnya, desa tidak lagi hanya diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang menggerakkan ekonomi lokal berbasis potensi alam, budaya, dan kearifan lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Desa wisata harus dikelola secara profesional dan berbasis perencanaan yang matang. Dengan roadmap yang jelas, desa dapat memahami tahap pengembangan mulai dari rintisan, berkembang, hingga mandiri,” ujarnya.Rabu (12/2/2026)
Sementara itu, Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya standarisasi dan kualitas layanan dalam pengelolaan desa wisata. Panduan yang disusun tidak hanya mencakup aspek promosi dan atraksi wisata, tetapi juga penguatan kelembagaan, tata kelola keuangan, kebersihan, keamanan, serta pengalaman wisata yang berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam percepatan ini. Pemerintah melibatkan pendamping desa sebagai ujung tombak pembinaan di lapangan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai motor penggerak masyarakat, serta membuka ruang kemitraan dengan sektor swasta. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa wisata yang kuat dan berdaya saing.
Selain itu, promosi digital menjadi perhatian utama dalam strategi penguatan desa wisata. Pemanfaatan media sosial, platform reservasi daring, hingga pemasaran berbasis konten kreatif didorong agar desa wisata mampu menjangkau pasar yang lebih luas, baik domestik maupun mancanegara. Digitalisasi juga diharapkan membantu desa dalam membangun branding yang khas dan berkelanjutan.
Pengembangan desa wisata juga diarahkan untuk menggerakkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Produk kerajinan, kuliner khas, hingga pertanian lokal menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi wisata. Kehadiran homestay berbasis rumah warga pun didorong sebagai sarana peningkatan pendapatan langsung masyarakat.
Dengan pendekatan terpadu tersebut, pemerintah menargetkan desa wisata mampu “naik kelas”, tidak hanya sebagai destinasi alternatif, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perdesaan. Konsep keberlanjutan juga menjadi perhatian utama agar pengembangan pariwisata tidak merusak lingkungan maupun mengikis nilai budaya setempat.
Kemendes PDT dan Kemenpar optimistis bahwa dengan roadmap yang komprehensif dan panduan yang aplikatif, desa wisata dapat menjadi lokomotif pembangunan desa. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengurangi kesenjangan wilayah, memperkuat kemandirian desa, serta menciptakan lapangan kerja berbasis potensi lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat, desa wisata diharapkan tidak sekadar menjadi destinasi kunjungan, melainkan simbol kebangkitan ekonomi desa yang berdaulat dan berkelanjutan.
Penulis : Aini
Editor : Red
Sumber Berita: Suararakyat.info














