Hanya Susu dan Roti, Anggaran MBG SDN Kaduhauk Dipertanyakan Warga dan Hukum

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

suararakyat info Lebak – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SDN Kaduhauk 1 dan SDN Kaduhauk 2, Desa Kaduhauk, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, menuai sorotan. Warga menduga menu yang diterima siswa tidak sebanding dengan besaran anggaran yang seharusnya disalurkan oleh Dapur MBG Yayasan Bintang Luhung Naqsyabandy. Senin (02/02/2026)

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, menu yang diterima siswa hanya berupa satu kotak susu Indomilk, satu bungkus roti, peyek tempe, serta kacang-kacangan. Menurutnya, jika dihitung berdasarkan harga eceran di warung, nilai menu tersebut dinilai jauh dari besaran anggaran yang disampaikan pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau dihitung-hitung, susu Indomilk itu paling Rp3.000, roti Rp2.000, peyek tempe sekitar Rp2.000. Untuk porsi besar cuma ditambah kacang satu bungkus, harganya juga paling Rp2.000. Jadi porsi kecil menurut kami tidak sampai Rp8.000 dan porsi besar juga tidak sampai Rp10.000,” ujarnya.

Di tempat terpisah, salah seorang kepala sekolah yang juga meminta identitasnya dirahasiakan menegaskan bahwa pihak sekolah hanya bertugas menerima dan membagikan MBG kepada siswa.

“Menu yang datang biasanya susu, roti, dan peyek tempe. Untuk kelas 3 ke bawah menunya lebih sederhana, sementara kelas 4 ke atas ditambah kacang Bandung. Kami tidak tahu soal anggaran. Kalau penjelasan lebih rinci, silakan ke pihak MBG atau yayasan,” katanya.

Ia juga menyebutkan pengiriman MBG biasanya diterima sekitar pukul 09.20 WIB, dan sempat ada pengiriman pada hari Sabtu yang akhirnya disimpan di sekolah karena hari libur.

Menanggapi dugaan tersebut, Pajri yang mengaku sebagai Kepala SPPI Dapur MBG Yayasan Bintang Luhung Naqsyabandy membantah adanya pengurangan porsi makanan.

Menurutnya, anggaran dari Badan Gizi Nasional (BGN) memang dibagi ke dalam beberapa pos. Untuk porsi kecil, anggaran Rp13.000 terdiri dari Rp8.000 untuk makanan, Rp3.000 biaya operasional, dan Rp2.000 insentif mitra. Sementara porsi besar Rp15.000, dengan Rp10.000 untuk makanan, Rp3.000 operasional, dan Rp2.000 insentif mitra.

READ  Waka Sony: MBG Adalah Program Unggulan Dari Program Unggulan

“Kami tidak menurunkan porsi makanan. Menu yang kami siapkan bergizi dan berbasis produk lokal. Untuk susu memang masih dari pabrik karena di sini belum ada produsen susu lokal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan dapur MBG telah berjalan selama lima bulan, berada dalam pengawasan sejumlah lembaga, serta telah mengantongi berbagai perizinan, termasuk PBG, SHS, IPAL, dan sertifikasi halal yang masih dalam proses.

Sementara itu, seorang akuntan yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG menjelaskan bahwa dana yang benar-benar didistribusikan untuk makanan ke sekolah berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Setiap minggu kami membuat RAB dan survei harga pasar. Roti misalnya, harga normal Rp3.500 tapi karena beli dalam jumlah besar kami dapat Rp3.100. Susu Indomilk HET Rp3.500. Semua ada hitungannya,” jelasnya.

Ia juga menyebut perbedaan kemasan antara porsi kecil dan porsi besar memang menunjukkan perbedaan nilai anggaran.

Dengan adanya perbedaan antara klaim pihak dapur MBG dan penilaian warga, Yayasan Bantuan Hukum Pembela dan Bantuan Hukum Nusantara Indonesia (YBH PBHNI) turut angkat bicara.

Asep Hadinata atau yang akrab disapa A. Polo, anggota YBH PBHNI, menyatakan pihaknya menduga adanya ketidaksesuaian harga dengan nilai pasar.

“Kami menduga ada mark up harga. Contoh paling sederhana, susu kotak Indomilk yang nilainya jauh dari harga pasaran yang disampaikan masyarakat. Ini perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, polemik MBG di Desa Kaduhauk masih menjadi perbincangan masyarakat dan diharapkan mendapat klarifikasi serta pengawasan lebih lanjut dari instansi terkait.

Penulis : Team/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir
Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan
Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi
Jawab Tantangan Digital, BGN Gelar Pelatihan Video Editing dan Motion Graphics
Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa
Dari Dapur ke Publik: Cerita di Balik Komunikasi Humanis MBG
BGN Jajaki Sinergi dengan DPMPTSP Kota Makassar guna Perkuat Dukungan Hukum Program MBG
Halalbihalal SMK Ma’arif NU 01 Limpung, Kabiro Hukum dan Humas BGN: Gizi yang Baik Mungkin Terlihat Sederhana, tapi Dampaknya sangat Besar
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 06:07 WIB

Tiga SPPG di Lebong Sigap Jadi Dapur Darurat, Salurkan 4.514 Porsi Makanan Untuk Korban Banjir

Selasa, 14 April 2026 - 15:14 WIB

Smart Greenhouse Jadi Model Baru Inovasi Pangan Berkelanjutan

Jumat, 10 April 2026 - 04:27 WIB

Percepat Transformasi Digital, BGN Kembangkan Website PPID dan JDIH Agar Lebih Modern dan Terintegrasi

Selasa, 7 April 2026 - 15:57 WIB

Jawab Tantangan Digital, BGN Gelar Pelatihan Video Editing dan Motion Graphics

Selasa, 7 April 2026 - 10:21 WIB

Inovasi SAGU dari Poltekkes Sorong Jadi Harapan Edukasi Gizi Tekan Stunting di Sayosa

Berita Terbaru