Dua Alat Berat PETI di Pulau Padang Kembali Disorot, Negara Jangan Kalah oleh Mafia Tambang Ilegal

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| Kuantan Singingi – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) skala besar kembali menjadi sorotan publik. Dua unit alat berat ekskavator merek Sany dan Komatsu dilaporkan beroperasi bebas di Desa Pulau Padang, Kelurahan Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat (30/01/2026).

Keberadaan alat berat yang mengeruk bumi Pulau Padang bukan sekadar pelanggaran hukum biasa. Aktivitas tersebut dinilai sebagai bentuk kejahatan serius terhadap sumber daya alam, lingkungan hidup, sekaligus wibawa hukum negara.

PETI berskala besar ini diduga dikendalikan oleh seorang pemain besar berinisial Buyung, warga Logas. Meski sebelumnya telah beberapa kali disorot publik dan media, aktivitas tambang ilegal tersebut tetap berlangsung tanpa sentuhan hukum yang jelas. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya kejahatan terorganisir yang seolah dibiarkan tumbuh subur di hadapan aparat penegak hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaan mendasar pun mengemuka di tengah masyarakat:

Apakah hukum benar-benar hadir di Kuantan Singingi, atau justru telah dikalahkan oleh para cukong tambang ilegal?

Operasi tambang ilegal menggunakan alat berat bukanlah kegiatan tersembunyi. Aktivitas tersebut kasat mata, bising, dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang nyata. Namun hingga kini, tidak terlihat tindakan tegas yang mampu menghentikannya. Fakta ini membuka ruang kecurigaan publik akan adanya pembiaran sistematis, bahkan kemungkinan perlindungan dari oknum tertentu.

Jika aparat penegak hukum tidak mengetahui aktivitas ini, maka hal tersebut menunjukkan kelalaian yang fatal. Namun jika mengetahui dan tetap membiarkannya, maka itu merupakan pengkhianatan terhadap amanat hukum dan kepercayaan rakyat.

Di lapangan, ekskavator terus bekerja.

READ  Tambang Emas Ilegal Diduga Masuk Kawasan Wisata Lawang Kuari, Publik Pertanyakan Peran Aparat

Tanah terus dikeruk,

Emas terus diangkut.

Masyarakat kini menaruh harapan sekaligus tekanan besar kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan serta Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H. Aktivitas PETI menggunakan alat berat dan box di Pulau Padang menjadi batu uji serius, apakah Polres Kuansing dan Polda Riau benar-benar berpihak pada hukum dan kelestarian lingkungan, atau justru kalah oleh jaringan mafia tambang ilegal.

Selama ini, penegakan hukum dinilai kerap hanya menyasar pekerja lapangan dan pelaku kecil. Sementara aktor besar, pemodal, dan pengendali utama tetap bebas menikmati hasil kejahatan lingkungan. Pola penindakan seperti ini hanya melanggengkan praktik ilegal dan merusak kepercayaan publik.

Jika benar Buyung diduga sebagai pengendali utama, maka di sanalah hukum seharusnya ditegakkan. Negara tidak boleh takut kepada “pemain besar”. Justru di situlah keberanian dan integritas aparat penegak hukum diuji.

Tambang emas ilegal bukan semata persoalan ekonomi gelap, melainkan ancaman nyata terhadap lingkungan hidup: pencemaran air, kerusakan tanah, serta hilangnya sumber penghidupan masyarakat di masa depan. Setiap hari pembiaran adalah utang ekologis yang kelak harus dibayar mahal oleh generasi berikutnya.

Redaksi menegaskan: Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang ilegal.

1. Hukum tidak boleh tunduk pada uang.

2. Aparat tidak boleh berlindung di balik alasan klasik “masih penyelidikan”.

3. Publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan normatif.

Jika tambang ilegal skala besar ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya lingkungan Pulau Padang, tetapi juga wibawa hukum Republik Indonesi

Penulis : Athia/Tim

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Gotong Royong Bersama Sambut Sepekan Kenduri Adat Hari Jadi Bengkalis ke-514
Tudingan Terhadap Personel Pengamanan Gunung Botak Diminta Dibuktikan, Masyarakat Dorong Penegakan Hukum Berbasis Fakta
Rumah Genset TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Rampung 100%, Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Sat Resnarkoba Polresta Sorong Kota Ungkap Kasus Sabu, Dua Terduga Pelaku Diamankan
Merawat Harmoni TNI dan Masyarakat Adat, Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Hadiri Pelantikan Kepala Suku di Deiyai
Pimpinan Cabang FIF Tembilahan Angkat Bicara, Terkait Permintaan Keberatan “R” atas Pinjaman yang Tak Pernah Dilakukan nya
Investigasi Dugaan PETI di Dusun Pasongik Kembali Mengemuka, Seorang Pria Mengaku Pengurus Tambang dan Wartawan, Redaksi Buka Ruang Hak Jawab
PHBN Desa Cihara Gelar Berbagai Perlombaan, Tema Cihara Bersatu
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:56 WIB

LAMR Kabupaten Bengkalis Gelar Gotong Royong Bersama Sambut Sepekan Kenduri Adat Hari Jadi Bengkalis ke-514

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:35 WIB

Tudingan Terhadap Personel Pengamanan Gunung Botak Diminta Dibuktikan, Masyarakat Dorong Penegakan Hukum Berbasis Fakta

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:12 WIB

Rumah Genset TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorsel Rampung 100%, Perkuat Infrastruktur dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:53 WIB

Sat Resnarkoba Polresta Sorong Kota Ungkap Kasus Sabu, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:43 WIB

Merawat Harmoni TNI dan Masyarakat Adat, Komandan Satgas Yonif 2 Marinir Hadiri Pelantikan Kepala Suku di Deiyai

Berita Terbaru