Presiden RI Diminta Turun Tangan Atasi Lonjakan Anak Putus Sekolah di Tengah Krisis Ekonomi dan Maraknya Korupsi Pejabat

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| JAKARTA – Fenomena meningkatnya angka anak putus sekolah akibat tekanan ekonomi yang kian berat menjadi sorotan serius berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MH, Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, yang secara tegas meminta Presiden Republik Indonesia untuk segera menginstruksikan seluruh jajarannya, khususnya kepala daerah, agar bertindak nyata menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Hal tersebut disampaikan Prof. Sutan Nasomal saat menjawab pertanyaan para pemimpin redaksi media cetak dan daring, baik dalam maupun luar negeri, melalui sambungan telepon seluler (preskom), dari kantor pusat Markas Partai Oposisi Merdeka di kawasan Kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang lesu tidak bisa dilepaskan dari perilaku pejabat yang tidak amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Praktik korupsi yang terus berulang, bahkan hingga tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dinilai telah merusak sendi-sendi perekonomian rakyat secara masif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat pejabat yang lebih mementingkan isi kantong pribadi, ekonomi rakyat semakin terpuruk. Dampaknya sangat nyata di tengah masyarakat, mulai dari meningkatnya kemiskinan, utang rumah tangga, perceraian, hingga peristiwa tragis seperti bunuh diri,” tegas Prof. Sutan Nasomal.

Anak Putus Sekolah Jadi Korban Krisis Ekonomi

Lebih lanjut, Prof. Sutan mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap maraknya aduan masyarakat terkait anak-anak yang terpaksa putus sekolah. Faktor utama yang mendasarinya adalah menurunnya pendapatan orang tua, sulitnya mencari pekerjaan, serta tingginya beban hidup sehari-hari.

Ia memperkirakan, saat ini sekitar 40 persen keluarga berumah tangga terjerat utang hanya untuk bertahan hidup. Kondisi tersebut tidak jarang berujung pada konflik rumah tangga hingga perceraian, yang pada akhirnya membuat hak anak atas pendidikan tersingkirkan.

“Ketika ekonomi lesu, biaya hidup naik, dan pekerjaan sulit didapat, anak-anak menjadi korban paling awal. Banyak dari mereka memilih berhenti sekolah demi membantu orang tua mencari uang, bahkan sekadar untuk sepiring nasi, tempe, dan kerupuk,” ujarnya.

Ia menggambarkan realitas pahit di lapangan, di mana anak-anak usia sekolah harus mengais uang receh di jalanan, bukan untuk kesenangan pribadi, melainkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan berbagi dengan adik-adiknya di rumah.

READ  Tokoh Aktivis Nasional: Seruan Perdamaian Dunia di Tengah Ancaman Perang Dunia III dan Penindasan Rakyat Kecil

Kritik Tajam untuk Kepala Daerah

Prof. Sutan Nasomal juga melontarkan kritik keras kepada para kepala daerah yang dinilai gagal membaca kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya. Menurutnya, banyak pemimpin daerah yang lebih sibuk dengan kegiatan seremonial dan pidato, ketimbang menghadirkan solusi konkret bagi rakyat.

“Fenomena kenaikan biaya hidup dan sulitnya mencari pekerjaan adalah cermin kegagalan kepala daerah. Mereka seharusnya hadir dengan kebijakan nyata, bukan sekadar tampil di acara-acara formal,” katanya.

Ia menilai kegagalan tata kelola pemerintahan selama satu dekade terakhir telah menggerus dan meruntuhkan tatanan usaha kecil masyarakat, yang sejatinya menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Jangan Jadikan Kebodohan sebagai Proyek

Dalam pernyataannya, Prof. Sutan juga mengingatkan agar persoalan anak putus sekolah tidak dijadikan proyek kepentingan tertentu. Menurutnya, membiarkan anak-anak kehilangan akses pendidikan sama saja dengan menciptakan jurang kebodohan yang berbahaya bagi masa depan bangsa.

“Para pejabat harus ingat, mereka digaji dari keringat dan darah rakyat. Jangan jadikan penderitaan anak-anak ini sebagai komoditas atau proyek. Ini soal tanggung jawab moral dan konstitusional,” tegasnya.

Peran Strategis Presiden RI

Prof. Sutan Nasomal menegaskan bahwa Presiden RI memegang peran kunci dalam mengendalikan dan mengarahkan kebijakan nasional untuk memulihkan ekonomi rakyat. Ia meyakini, dorongan kuat dari Presiden kepada jajaran di bawahnya dapat menjadi formula ampuh untuk mengembalikan harapan masyarakat.

“Seluruh mata rakyat Indonesia sedang menilai: apakah para pemimpin ini mampu menjalankan tugasnya atau tidak. Jika jutaan anak putus sekolah akibat kepala daerah tidak mampu bekerja dengan baik, untuk apa mereka dipertahankan?” pungkasnya.

Ia berharap Presiden RI tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman hilangnya hak dasar atas pendidikan.

Narasumber:

Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, SH, MHPakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Tokoh Pers Internasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka.

Penulis : Dfa

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayar Rp100 Ribu, Riwayat MyPertamina Hanya Catat 3 Liter: SPBU 54.641.31 Adan-Adan Gurah Diminta Klarifikasi Selisih Transaksi
Guncang Arena Bekasi, Praka Marinir Erwin Simangunsong Tumbangkan Lawan di Kickstriking ZXZ Prodigy
Wakil Pemuda Adat Dukung Pengelolaan Blok Masela, Pertambangan Buru Juga Harus Jadi Prioritas
TMMD Ke-129 Gelar Penyuluhan Wasbang & Hukum, Tanamkan Kesadaran Berbangsa serta Taat Aturan di Kampung Sesor
Kemenag Raih Penghargaan Nasional, Bukti Komunikasi Publik yang Transparan dan Dekat dengan Masyarakat
Jangan Buru Monyet Liar Sendiri! BBKSDA Ingatkan Bisa Picu Serangan Lebih Agresif
Prof. dr. Terawan Soroti Pentingnya Inovasi Kesehatan Otak di Indonesian Brain Forum UPNVJ-UPN Veteran Jakarta
Bukukan Penerimaan PT Siloam International Hospitals Tbk Meningkat 10,6 Persen , Bamsoet Ingatkan Industri Rumah Sakit Harus Adaptif Hadapi Tekanan Ekonomi Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 02:20 WIB

Guncang Arena Bekasi, Praka Marinir Erwin Simangunsong Tumbangkan Lawan di Kickstriking ZXZ Prodigy

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:16 WIB

Wakil Pemuda Adat Dukung Pengelolaan Blok Masela, Pertambangan Buru Juga Harus Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 04:03 WIB

TMMD Ke-129 Gelar Penyuluhan Wasbang & Hukum, Tanamkan Kesadaran Berbangsa serta Taat Aturan di Kampung Sesor

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:28 WIB

Kemenag Raih Penghargaan Nasional, Bukti Komunikasi Publik yang Transparan dan Dekat dengan Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Jangan Buru Monyet Liar Sendiri! BBKSDA Ingatkan Bisa Picu Serangan Lebih Agresif

Berita Terbaru