Viral Hiburan Biduan di Peringatan Isra Mi’raj Banyuwangi Tuai Kritik, Aktivis PTNU: Syiar Islam Tak Boleh Tercemar

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info|| BANYUWANGI – Polemik atas viralnya penampilan biduan di panggung peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Desa Parangharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menuai respons dari berbagai kalangan. Meski panitia pelaksana telah memberikan klarifikasi resmi, kritik dan keprihatinan publik tak serta-merta mereda. Peristiwa tersebut dinilai menjadi alarm serius bagi seluruh penyelenggara kegiatan keagamaan di Indonesia agar lebih menjaga etika, nilai, dan kesucian syiar Islam.

Sekretaris Zona 1 Tapal Kuda PTNU Jawa Timur sekaligus Pengurus Aliansi BEMPAS Raya, Rizqiyah, menegaskan bahwa kejadian ini tidak bisa dipandang sebagai kesalahan teknis semata. Menurutnya, insiden tersebut mencerminkan lemahnya sensitivitas terhadap makna sakral peringatan hari besar Islam yang sejatinya mengandung pesan spiritual mendalam bagi umat Muslim.

“Isra Mi’raj bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum refleksi keimanan dan perjalanan spiritual Rasulullah SAW. Ketika panggung yang sama digunakan untuk aktivitas yang bertolak belakang dengan nilai-nilai religius, maka yang terciderai bukan hanya acara, tetapi marwah syiar Islam itu sendiri,” tegas Rizqiyah,rabu (21/1/2026)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara, Hadiyanto, menyampaikan klarifikasi bahwa penampilan hiburan musik tersebut terjadi secara spontan setelah seluruh rangkaian acara inti selesai dan para kiai telah meninggalkan lokasi. Panitia berdalih bahwa tidak ada niat untuk mencampuradukkan kegiatan religius dengan hiburan yang bersifat profan.

Namun, bagi Rizqiyah, klarifikasi tersebut tidak cukup untuk menghapus distorsi nilai yang telah terjadi. Ia menilai bahwa kesakralan peringatan Isra Mi’raj melekat pada seluruh rangkaian kegiatan, lokasi, dan simbol yang digunakan, termasuk panggung acara yang sejak awal merepresentasikan perjalanan suci Nabi Muhammad SAW.

“Kesalahan mendasarnya adalah menganggap bahwa kesakralan acara dapat berakhir secara administratif. Padahal, nilai simbolik sebuah panggung keagamaan tidak bisa dilepaskan begitu saja hanya karena acara dinyatakan selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rizqiyah mengingatkan bahwa pembiaran terhadap hiburan yang tidak sejalan dengan nilai religius, meskipun dilakukan di penghujung acara, berpotensi membentuk preseden buruk di tengah masyarakat. Hal tersebut dikhawatirkan dapat memunculkan persepsi bahwa nilai-nilai sakral agama dapat dinegosiasikan demi hiburan dan keramaian sesaat.

READ  Kado Pahit Akhir Tahun: Pasuruan Peringkat 5 HIV Se-Jatim, BEMPAS Raya Minta Pemkab Berbenah Serius di Daerah Santri

“Ini bukan soal suka atau tidak suka terhadap musik, tetapi soal kepantasan dan etika publik. Jika dibiarkan, masyarakat akan terbiasa melihat simbol-simbol agama sebagai sesuatu yang fleksibel dan bisa dikompromikan, padahal seharusnya dijaga dengan penuh kehati-hatian,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya setiap penyelenggara kegiatan keagamaan, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah, untuk memiliki kepekaan tinggi terhadap simbol, ruang, dan pesan yang dibawa oleh agenda religius. Menurutnya, kelalaian semacam ini bukan hanya berpotensi memicu polemik sosial, tetapi juga dapat berujung pada tuduhan penistaan agama yang seharusnya bisa dihindari sejak awal.

Peristiwa di Banyuwangi ini, kata Rizqiyah, harus menjadi pelajaran kolektif dan refleksi nasional. Ia mendorong agar konsep acara keagamaan dirancang secara matang, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sudut pandang nilai dan akhlak. Integritas syiar Islam, lanjutnya, harus dijaga secara utuh dari awal hingga benar-benar tuntas tanpa adanya kontaminasi aktivitas yang kontradiktif.

“Syiar Islam harus tampil dengan wajah yang bermartabat, sejuk, dan mendidik. Jangan sampai kemurnian tradisi keagamaan tergerus oleh keinginan sesaat untuk mencari hiburan yang tidak relevan dengan konteks acara,” tegasnya.

Rizqiyah juga mengajak seluruh elemen mahasiswa, santri, dan masyarakat sipil untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah Islam, khususnya di wilayah Tapal Kuda yang dikenal kuat dengan kultur pesantren dan nilai-nilai keislaman. Ia menilai peran kontrol sosial dari masyarakat sangat penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Dengan komitmen bersama, kita bisa memastikan bahwa setiap agenda keagamaan benar-benar menjadi ruang pembelajaran moral dan spiritual, bukan justru melukai perasaan umat atau mencoreng citra institusi keagamaan,” pungkasnya.

Sumber: M Ubaidillah (Bempas)

Editor : Red

Sumber Berita: Suararakyat.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
AL Washliyah Memanas , Warga dan Kader Ingin Perubahan
Santri Didorong Kuasai STEM, Nusron Wahid: Dari Pesantren Menuju Pengambil Kebijakan Negara
Wacana “War Ticket” Haji Picu Perdebatan, SAPUHI Minta Pemerintah Kaji Matang Solusi Antrian 26 Tahun
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lepas JCH Kloter 26 SBB, Bupati Asri Arman: Semoga Menjadi Haji yang Mabrur 

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:50 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Minggu, 3 Mei 2026 - 03:10 WIB

Iman dan Kerohanian Terjaga, Anggota Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Laksanakan Ibadah Minggu Bersama Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Kamis, 30 April 2026 - 09:33 WIB

Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit

Berita Terbaru

POLRI

Plt Kabid Humas Polda PBD Hadiri Hut GPI Ke-41

Senin, 25 Mei 2026 - 09:21 WIB