Neraca Perdagangan Indonesia Berlanjut Surplus, Begini Kata BPS

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Jakarta-Neraca perdagangan Indonesia masih mencatat kinerja positif setelah mengalami surplus US$38,54 miliar sepanjang periode Januari hingga November 2025, atau naik US$9,30 miliar dibanding dengan periode yang sama tahun lalu.

”Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 67 bulan berturut turut sejak Mei 2020. Surplus sepanjang Januari–November 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$17,61 miliar, ” ungkap Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), pada konferensi pers di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, nilai ekspor Januari-November 2025 naik 5,61 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan, yang mencatat nilai ekspor sebesar US$205,93 miliar, atau naik 14,00 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India. Kontribusi ketiga negara ini mencapai 42,02 persen dari total ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-November 2025. Tiongkok masih menjadi pasar ekspor utama komoditas non migas Indonesia dengan nilai mencapai US$58,24 miliar (23,80 persen), disusul Amerika Serikat sebesar US$28,14 miliar (11,50 persen) dan India sebesar US$16,44 miliar (6,72 persen).

Nilai impor Indonesia pada Januari-November 2025 mencapai US$218,02 miliar atau meningkat 2,03 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor US$188,61 miliar, naik 4,37 persen. Sedangkan impor sektor migas mengalami penurunan sebesar 10,81 persen menjadi US$29,42 miliar. Dilihat dari sisi penggunaan, peningkatan impor terjadi pada barang modal. Nilai impor barang modal, sebagai andil utama peningkatan impor, mencapai US$44,81 miliar atau naik 18,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Surplus perdagangan nonmigas sepanjang sebelas bulan pertama tahun ini sebagian besar ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewani/nabati (US$30,29 miliar), bahan bakar mineral (US$25,20 miliar), besi dan baja (US$17,02 miliar), produk nikel (US$8,37 miliar), serta alas kaki (US$6,08 miliar).

Inflasi pada bulan Desember 2025 

BPS mencatat pada bulan Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen (m-to-m) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025. Secara tahunan dan tahun kalender, terjadi inflasi sebesar 2,92 persen. ”Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,66 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,48 persen,”jelas Pudji. Selain itu, terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Desember 2025, di antaranya cabai merah dengan andil deflasi 0,03 persen.

Berdasarkan komponen, inflasi bulan Desember 2025 utamanya didorong oleh inflasi komponen bergejolak dengan andil inflasi sebesar 0,45 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, dan telur ayam ras. Selanjutnya, komponen inti memberikan andil inflasi sebesar 0,12 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan dan minyak goreng.

Menurut wilayah, secara bulanan tercatat seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 3,60 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Maluku Utara, yaitu sebesar 0,05 persen.

Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi bulanan tertinggi setelah mengalami bencana banjir pada akhir November 2025. Secara umum, BPS melaporkan bahwa komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar di ketiga provinsi tersebut. Sumatera Utara tercatat mengalami inflasi bulanan sebesar 1,66 persen dan Sumatera Barat sebesar 1,48 persen.

Secara tahunan (y-on-y), pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 2,92 persen, atau terjadi kenaikan IHK dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 109,92 pada Desember 2025. Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,58 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 1,33 persen.

Menurut wilayah, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh, yaitu sebesar 6,71 persen, dan inflasi terendah terjadi di Sulawesi Utara, yaitu sebesar 1,23 persen.

READ  Yakub F. Ismail:Tarif 32%: Ujian Kemandirian Industri Nasional atau Alarm Diplomasi Dagang?

Nilai Tukar Petani naik 

Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Desember 2025 mencapai 125,35 atau naik 1,05 persen dibanding November 2025. Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 2,08 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang mengalami kenaikan sebesar 1,02 persen.

Produksi beras dan jagung

Realisasi luas panen padi pada bulan November 2025 mencapai 0,57 juta hektare. Angka ini naik 3,56 persen dibanding November 2024 (0,55 juta hektare). Kenaikan luas panen ini diikuti pula oleh peningkatan produksi padi. Produksi padi pada November 2025 diperkirakan mencapai 3,20 juta ton GKG, atau naik 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu. Sementara itu, produksi beras diperkirakan mencapai 1,85 juta ton, atau naik sebesar 2,83 persen dibandingkan November tahun lalu.

Potensi luas panen padi pada Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 2,00 juta hektare atau mengalami kenaikan seluas 0,47 juta hektare, atau sekitar 30,70 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selanjutnya, diperkirakan potensi produksi padi pada Desember 2025-Februari 2026 mencapai 10,81 juta ton GKG, atau naik 32,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi beras pada Desember 2025 Februari 2026 diperkirakan sebesar 6,23 juta ton beras, atau naik sebesar 32,51 persen.

Selanjutnya, realisasi luas panen jagung pada bulan November 2025 mencapai 0,16 juta hektare, naik sekitar 10,09 persen dibandingkan November 2024, sehingga diperkirakan produksi jagung pada November 2025 mencapai 1,03 juta ton jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) atau naik sebesar 5,32 persen dibandingkan November 2024.

Potensi luas panen jagung pada 3 bulan sesudahnya, yaitu Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan mencapai 0,70 juta hektare atau turun sekitar 0,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Sementara itu, potensi produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) periode Desember 2025-Februari 2026 diperkirakan sebesar 4,22 juta ton, atau meningkat sebesar 0,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kunjungan wisatawan meningkat 

Angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada November 2025 tercatat mencapai 1,20 juta kunjungan atau naik 9,79 persen dibandingkan November 2024 yang sebanyak 1,09 juta kunjungan. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga November 2025, total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta kunjungan, atau meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Secara rinci, kunjungan wisman pada November 2025 paling banyak dilakukan oleh wisatawan berkebangsaan Malaysia (17,30 persen), Australia (11,30 persen), dan Singapura (10,50 persen).

Indikator pariwisata selanjutnya yang dirilis oleh BPS adalah jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), yang pada November 2025 tercatat mencapai 96,45 juta perjalanan, atau naik 19,64 persen dari November 2024. Secara kumulatif, sepanjang Januari sampai November 2025, jumlah perjalanan wisnus mencapai 1,09 miliar perjalanan, atau meningkat 18,95 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (c-to-c).

Penumpang moda transportasi tumbuh 

Pada November 2025 jumlah penumpang angkutan udara internasional mencapai 1,6 juta orang, atau naik 5,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan keberangkatan penumpang juga terjadi pada moda kereta sejumlah 47,4 juta orang, naik 11,10 persen dibandingkan November 2024. Sedangkan penumpang angkutan laut domestik mencapai 2,2 juta orang, atau naik 9,53 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, penumpang angkutan udara domestik tercatat sebesar 5,0 juta orang atau naik 2,30 persen dibandingkan November 2024. Dan penumpang ASDP mencapai 3,9 juta orang, atau naik 9,83 persen.

BPS juga mencatat, pada November 2025 jumlah barang yang diangkut menggunakan moda angkutan laut domestik mencapai 47,19 juta ton, atau naik 16,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah barang yang diangkut kereta tercatat sebesar 6,5 juta ton atau naik 7,12 persen. Sedangkan jumlah barang yang diangkut angkutan udara domestik tercatat sebesar 53,0 ribu ton atau turun 9,31 persen dibandingkan November 2024.

Sumber: Humas BPS

Editor : Red-01

Sumber Berita: SUARARAKYAT.info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda PBD Pastikan Sinergi TNI-Polri dan Warga Jaga Keamanan Bersama Saat Kunjungan RI 2 di Papua Barat Daya
Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur
Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari
Dugaan Modus Travel Bodong Berkedok Ibadah Haji–Umroh Terbongkar, Puluhan Jamaah Terlantar di Bandara
Tonggak Sejarah Baru di Hari Kartini: UU PPRT Disahkan, Negara Akui Hak dan Martabat Pekerja Rumah Tangga
Wapres Gibran Rakabuming Raka Pastikan Program Presiden Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua
Wapres Gibran Kunjungi Pasar Ikan Jembatan Puri Di Sorong, Borong Dagangan dan Sapa Masyarakat
Hari Kartini 2026, Wapres Gibran Rakabuming Raka Berbagi Kebahagiaan dengan Mama-Mama Papua Di Sorong
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 07:39 WIB

Renovasi Gereja  Persekutuan Kristen Alkitab Indonesia (GPKAI) Dapat Sentuhan TMMD, Jemaat ERROI Ucap Syukur

Jumat, 24 April 2026 - 04:19 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Garuda Tahap IV Capai 56 Persen di wilayah Kodam XVIII/Kasuari

Jumat, 24 April 2026 - 03:01 WIB

Dugaan Modus Travel Bodong Berkedok Ibadah Haji–Umroh Terbongkar, Puluhan Jamaah Terlantar di Bandara

Rabu, 22 April 2026 - 12:52 WIB

Tonggak Sejarah Baru di Hari Kartini: UU PPRT Disahkan, Negara Akui Hak dan Martabat Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 April 2026 - 10:53 WIB

Wapres Gibran Rakabuming Raka Pastikan Program Presiden Berdampak Nyata bagi Masyarakat Papua

Berita Terbaru