SUARARAKYAT.info || BANDUNG -ngah debur ombak pesisir selatan yang tak pernah berhenti, ada satu nama yang hingga kini masih hangat diperbincangkan warga Cidaun: Kopral Kepala (Kopka) Irvan Setiawan, prajurit dari TNI Angkatan Laut yang pernah bertugas di wilayah Lanal Bandung. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai penjaga kedaulatan laut, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan rakyat, hadir dengan ketulusan, dan meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat.
Kerinduan itu kembali mencuat. Beberapa warga secara spontan mengungkapkan harapan agar sosok seperti Kopka Irvan dapat kembali hadir di tengah-tengah mereka. Bagi masyarakat pesisir seperti di Cidaun, kehadiran aparat bukan sekadar simbol negara, melainkan juga menjadi sandaran sosial dan kemanusiaan.
“Beliau itu bukan hanya tentara, tapi seperti keluarga sendiri. Sering menyapa, membantu warga, bahkan ikut turun langsung ketika ada kesulitan,” ujar salah seorang tokoh masyarakat setempat.Sabtu (25/4/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama bertugas, Kopka Irvan dikenal aktif menjalin komunikasi dengan warga. Ia tak segan menyambangi rumah-rumah, berdialog dengan nelayan, hingga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga wilayah laut sebagai bagian dari kedaulatan negara. Pendekatan yang humanis inilah yang membuat kehadirannya begitu membekas.
Tak hanya menjalankan tugas sebagai prajurit penjaga wilayah maritim, Kopka Irvan juga kerap terlibat dalam kegiatan sosial. Mulai dari membantu warga yang membutuhkan, mendukung kegiatan kemasyarakatan, hingga hadir dalam momen-momen penting warga seperti gotong royong dan kegiatan keagamaan.
Dalam perspektif masyarakat, sosok seperti Kopka Irvan adalah gambaran nyata dari negara yang hadir dengan wajah yang ramah dan peduli. Ia menjadi jembatan antara institusi militer dengan kehidupan rakyat sehari-hari—membangun kepercayaan, bukan sekadar menjalankan perintah.
“Sekarang mungkin beliau sudah bertugas di tempat lain, tapi kenangan dan kebaikannya tidak akan hilang. Kami di sini merindukan sosok prajurit yang seperti itu,” ungkap warga lainnya dengan nada haru.
Fenomena kerinduan ini menjadi refleksi penting bahwa tugas aparat negara, khususnya TNI Angkatan Laut, tidak hanya berkutat pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan. Ketika seorang prajurit mampu hadir sebagai pelindung sekaligus sahabat rakyat, maka di situlah kepercayaan publik tumbuh kuat.
Kopka Irvan Setiawan mungkin hanya satu dari sekian banyak prajurit yang mengabdi untuk negeri. Namun bagi warga Cidaun, ia adalah representasi nyata dari pengabdian yang tulus—mengawal laut Indonesia sekaligus menjaga hati rakyatnya.
Kerinduan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan harapan agar nilai-nilai kepedulian dan kedekatan seperti yang ditunjukkan Kopka Irvan terus hidup dalam setiap langkah pengabdian aparat negara di manapun mereka bertugas.
Penulis : Hs
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Suararakyat.info













