SUARARAKYAT.info|| Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk mendorong seluruh dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menerapkan sistem pengelolaan ramah lingkungan berbasis prinsip zero waste. Langkah ini dianggap penting agar pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, terutama anak-anak, tidak hanya memenuhi standar kesehatan, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kunjungan kerja BGN ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (5/12). SPPG Margomulyo dinilai berhasil menjadi salah satu contoh nasional dalam penerapan konsep dapur hijau yang konsisten, efektif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menyatakan bahwa transformasi dapur MBG tidak hanya menyentuh aspek penyediaan menu sehat, tetapi juga metode pengelolaan limbah yang terukur. Menurutnya, tantangan utama di banyak dapur MBG adalah volume sisa pangan dan sampah dapur yang kerap kali tidak dikelola secara sistematis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“SPPG di seluruh daerah bukan hanya bertugas menyediakan makanan bergizi, tetapi juga harus memikirkan bagaimana limbah dapur tidak menjadi beban lingkungan. Pengelolaan zero waste seperti yang dilakukan SPPG Margomulyo merupakan langkah maju yang patut dicontoh,” ujar Hida di sela-sela kunjungan.
Ia menjelaskan bahwa SPPG Margomulyo telah menerapkan beberapa inovasi, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan sisa pangan menjadi kompos, hingga pemanfaatan kembali bahan yang masih layak untuk mendukung kebun gizi. Tidak hanya itu, dapur ini juga melibatkan masyarakat sekitar dalam edukasi dan praktik pengelolaan sampah terpadu, sehingga dampak positifnya meluas ke tingkat komunitas.
BGN menilai integrasi antara pemenuhan gizi dan kelestarian lingkungan merupakan strategi jangka panjang yang mendukung ketahanan pangan serta pola hidup sehat. Oleh karena itu, lembaga tersebut tengah menyiapkan pedoman nasional yang akan diterapkan secara bertahap pada seluruh SPPG di Indonesia, agar prinsip zero waste menjadi standar operasional.
“Kami berharap apa yang dilakukan di Margomulyo menjadi inspirasi bagi seluruh dapur MBG. Lingkungan yang bersih dan sistem pengelolaan sampah yang baik akan memperkuat kualitas layanan dan menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini,” tambah Hida.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi lapangan BGN terhadap implementasi program MBG di berbagai daerah, sekaligus mendorong inovasi-inovasi lokal agar pengelolaan SPPG terus meningkat dari sisi kualitas, efisiensi, dan dampak sosial-lingkungan.
Dengan bertambahnya SPPG yang menerapkan dapur hijau, BGN berharap Indonesia mampu membangun model pengelolaan gizi publik yang tidak hanya sehat bagi manusia, tetapi juga selaras dengan kebutuhan bumi.
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














