KIS Diduga Mendadak Nonaktif, Pengobatan Pasien Paru di Sukabumi Terhenti: Warga Miskin Minta Pemerintah Turun Tangan

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 10:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||SUKABUMI — Kisah pilu kembali datang dari pelosok Sukabumi. Seorang petani asal Kampung Ciembe, RT 18 RW 04, Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah,Kabupaten Sukabumi terpaksa menghentikan pengobatan istrinya di rumah sakit setelah Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya tiba–tiba dinyatakan nonaktif, meski sedang digunakan untuk perawatan rutin penyakit paru-paru.

Peristiwa ini terjadi begitu cepat. Sang suami, yang berinisial J, mengaku kaget ketika pihak rumah sakit menolak KIS milik istrinya yang selama enam bulan terakhir selalu digunakan tanpa kendala untuk pengobatan rutin sesuai anjuran dokter. Menurutnya, kartu tersebut diketahui tidak aktif sejak Juli 2025, tanpa ada pemberitahuan apa pun dari pemerintah atau pihak terkait.

“Istri saya sudah berobat rutin selama enam bulan. Tinggal sedikit lagi pengobatan selesai karena sudah ada hasil diagnosa dari dokter. Tapi sekarang semuanya terhenti karena KIS tiba-tiba mati,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui di rumahnya.Rabu (03/12/2025)

Tidak berhenti di situ, kesulitan semakin bertambah ketika anak mereka juga jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit di Sukabumi. Karena KIS sudah tidak bisa digunakan, keluarga ini dipaksa membayar biaya perawatan secara tunai hingga mencapai Rp 3.243.000. Jumlah itu jelas di luar kemampuan mereka sebagai keluarga petani dengan penghasilan yang hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami terpaksa bayar tunai. Itu pun karena ada orang baik yang membantu. Tidak semua orang seperti kami mampu pergi ke rumah sakit. Ekonomi kami sulit,” kata J lirih.

J menilai keputusan sepihak mengenai penonaktifan KIS tanpa pemberitahuan merupakan bentuk ketidakadilan bagi masyarakat kecil yang bergantung pada layanan kesehatan dari pemerintah. Ia berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan yang menimpa rakyat miskin, terutama yang tengah berjuang melawan penyakit.

“Kami meminta pemerintah lebih bijaksana. Tolong lihat masyarakat kecil yang sangat membutuhkan. Jangan tiba-tiba mematikan hak kami untuk berobat,” tuturnya.

Juga, ia meminta perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi agar segera menindaklanjuti kasus ini. Menurutnya, jika dibiarkan, peristiwa serupa bisa menimpa warga lain yang bergantung pada KIS sebagai satu-satunya akses kesehatan.

Kasus ini menjadi potret buram pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, sekaligus alarm bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem pendataan dan validasi penerima bantuan kesehatan, agar tidak ada lagi warga miskin yang menjadi korban kebijakan administratif yang tidak berpihak pada rakyat kecil.

READ  Seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Centai Jadi Korban Dugaan Penganiayaan: Luka di Kepala, Luka di Hati, dan Perjuangan Mencari Keadilan

Penulis : Ade G

Editor : Red-SR

Sumber Berita: Suararakyat. info

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun
Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan
Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi
Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi
Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi
Kapolsek Kalibunder Pastikan Penanganan Kasus Pria Ditemukan Meninggal di Alfamart Dilakukan Sesuai Prosedur
SIMPUL Sukabumi Gelar Aksi Damai, Soroti Mangkraknya Pembangunan RSB Bebeza dan Transparansi Dana Umat di BAZNAS Kabupaten Sukabumi
Jalan Kabupaten Terabaikan, Warga Jampang Tengah Tandu Pasien 10 Km Demi Akses Layanan Kesehatan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:56 WIB

BREAKING NEWS: Polres Raja Ampat Bersama Tim Gabungan Evakuasi Jenazah Laki-laki Tanpa Identitas di Perairan Waipun

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:45 WIB

Hujan Deras dan Drainase Buruk Picu Longsor di Perum Griya Bojongkokosan Asri, Warga Cemas Ancaman Susulan

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:54 WIB

Desakan FORWACIB Menguat, Dugaan Kejanggalan Kredit Rp2 Miliar Seret Nama Legislator Kota Sukabumi

Senin, 11 Mei 2026 - 14:31 WIB

Kepala Dinas atau Juru Lempar Jawaban?  MIO Sukabumi Raya Soroti Dugaan Mandulnya Pengawasan di Dinas PU Kabupaten Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:16 WIB

Air Bersih Tak Pernah Mengalir, Warga Sukasirna Desak KPK Turun Periksa Program Hibah MBR dan SL Mandiri PDAM Sukabumi

Berita Terbaru