SUARARAKYAT.info|| Batang – Di tengah kian menurunnya minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, seorang perempuan muda asal Kabupaten Batang justru mengambil jalan yang berbeda. Dialah Dila, alumnus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, yang kini menjelma menjadi salah satu pelaku usaha budidaya jamur tiram paling progresif di daerahnya. Berbekal ilmu akademik dan pengalaman praktik selama kuliah, Dila membuktikan bahwa pertanian bukan sekadar pekerjaan tradisional, tetapi bidang masa depan yang membuka peluang inovasi dan kemandirian ekonomi.Senin (01/12/2025)
Memulai usahanya dari skala kecil, kini Dila telah mengelola 45.000 baglog jamur tiram di empat unit kumbung produksi yang ia rancang secara mandiri. Setiap ruang produksi ditata dengan standar yang rapi—mengatur kelembapan, ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi agar pertumbuhan jamur tetap optimal. Ketelatenan serta konsistensinya dalam menerapkan standar kualitas tinggi menjadi kunci keberhasilan usahanya. Dila menolak kompromi terhadap kualitas, karena baginya, pertanian modern menuntut ketepatan, data, dan manajemen produksi yang terukur.
Namun perjalanannya tidak berhenti pada budidaya. Melihat potensi ekonomi yang lebih luas, Dila mulai mengembangkan produk olahan berbasis jamur, salah satunya keripik jamur tiram yang kini mulai banyak diminati konsumen. Langkah ini bukan hanya memperluas lini usaha, tetapi juga membuka pintu kesempatan kerja bagi warga sekitar, terutama perempuan muda yang ingin belajar mengolah produk pangan bernilai tambah.
Di desa yang selama ini identik dengan akses ekonomi terbatas, kehadiran Dila menjadi inspirasi baru. Ia membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertanian modern yang lebih adaptif terhadap teknologi dan inovasi pasar. Dari tangan seorang anak muda desa, tumbuh semangat baru bahwa pertanian bukan sekadar bertahan hidup, tetapi dapat menjadi jalan menuju kemandirian dan kesuksesan.
Bagi Dila, pilihan menjadi petani jamur tiram adalah wujud nyata keberanian untuk membuka jalan baru. Di saat banyak anak muda memilih bekerja di kota atau mencari sektor kerja yang dianggap lebih modern, ia justru pulang ke desa dan membuktikan bahwa masa depan pertanian Indonesia ada di tangan generasi muda yang mau belajar, bekerja keras, dan berinovasi.
Dengan empat kumbung yang terus berkembang dan produk olahan yang semakin dikenal, Dila kini menjadi salah satu wajah baru pertanian masa kini—pertanian yang digerakkan oleh ilmu, keberanian, serta keyakinan bahwa dari desa, perubahan besar bisa dimulai.
Editor : Red-SR
Sumber Berita: Suararakyat. info














