PETI Kembali Mencemari Sungai Monan: Warga Muara Lembu Minta Aparat Tegas Tindak Pelaku Tambang Ilegal

- Penulis

Selasa, 11 November 2025 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kuansing, Riau —Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali marak di wilayah Muara Lembu, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau. Pantauan warga pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB memperlihatkan sejumlah pekerja yang diduga kuat tengah mengoperasikan mesin dompeng di sekitar kawasan jembatan Sungai Monan, simpang Sambung, Kelurahan Muara Lembu.

Menurut keterangan yang dihimpun dari warga setempat, kegiatan ilegal itu disebut-sebut melibatkan dua orang berinisial A dan N, yang diduga merupakan pemilik mesin dompeng. Warga mengaku geram dan kecewa, karena lokasi tersebut sebelumnya telah ditertibkan aparat kepolisian dari Polsek Singingi hanya beberapa hari yang lalu. Namun kini, aktivitas merusak itu kembali berlangsung seolah tanpa rasa takut terhadap hukum.

“Baru saja ditertibkan minggu kemarin, tapi sekarang sudah mulai lagi. Kami khawatir Sungai Monan makin rusak dan airnya tak bisa dipakai untuk kebutuhan harian,” ujar salah satu warga Muara Lembu yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan.

Sungai Monan sendiri merupakan sumber air utama bagi masyarakat sekitar untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Akibat aktivitas PETI yang menggunakan mesin dompeng, air sungai kini tampak keruh kecokelatan, bahkan sebagian warga mengeluhkan gatal-gatal setelah menggunakan air tersebut.

Selain mencemari air, kegiatan PETI juga menimbulkan dampak sosial dan ekologis serius. Penebangan pohon di sekitar bantaran sungai untuk membuka jalur dompeng berpotensi menyebabkan erosi dan longsor. Lumpur hasil sedotan mesin mengendap di dasar sungai, mengganggu habitat ikan dan biota air lainnya.

Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan berkelanjutan, bukan hanya sebatas razia sesaat. Mereka menilai bahwa lemahnya pengawasan dan sanksi yang tidak memberi efek jera membuat aktivitas tambang emas ilegal seperti ini mudah muncul kembali.

“Kami berharap aparat jangan hanya turun saat ramai diberitakan saja. Harus ada pengawasan rutin dan tindakan nyata agar sungai kami tidak rusak total,” tambah warga lainnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait beroperasinya kembali aktivitas tambang ilegal di kawasan Sungai Monan. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari aparat penegak hukum dan pemerintah daerah Kuansing dalam menuntaskan persoalan tambang ilegal yang terus berulang ini.

CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Tim)

READ  Mafia Solar dan Cukong Tambang Emas Ilegal Sekadau: Warga Pertanyakan Keseriusan Penegak Hukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.
LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu
Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP
Kepala Unit BRI Jalan Mesjid Selatpanjang Belum Tanggapi Konfirmasi Media, Transparansi Prosedur Penagihan dan Penjualan Agunan Jadi Sorotan
Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas
Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan
Crosser Cilik Berprestasi, M Dylan Ramadhan Terima Penghargaan pada Upacara HJB ke-544 Tingkat Kecamatan Cijeruk
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Polsek Bengkalis Monitoring Lahan Jagung di Desa Ketamputih Kec. Bengkalis
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:13 WIB

DUKUNG SWASEMBADA PANGAN PRESIDEN RI, KAPOLSEK BENGKALIS GENCAR DORONG KELOMPOK TANI BUDIDAYA JAGUNG PIPIL.

Sabtu, 6 Juni 2026 - 03:04 WIB

LAMR Bengkalis Terima Kunjungan Mahasiswa MKWK Polbeng, Bahas Pelestarian Permainan Rakyat Melayu

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:53 WIB

Dua Remaja Diduga Spesialis Curanmor di Sorong Diamankan, Polisi Ungkap 18 TKP

Jumat, 5 Juni 2026 - 06:37 WIB

Jelang Operasi Patuh Dofior 2026, Polda Papua Barat Daya Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:17 WIB

Jadwal Kapal Pelni Sorong Bulan Juni 2026, Kacab Jhoni Rachman: Cek Rute dan Beli Tiket Resmi Agar Pelayaran Aman Sampai Tujuan

Berita Terbaru