Ketua P2SP SMPN 1 Cikidang Akui Ada Kelalaian Penyedia Jasa dalam Dugaan Kasus Pasir Jelek Proyek Revitalisasi Sekolah

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 02:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||SUKABUMI-Proyek revitalisasi bangunan di SMPN 1 Cikidang, Kabupaten Sukabumi, kini kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan penggunaan material pasir berkualitas rendah yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi pembangunan. Padahal, proyek yang menelan anggaran negara ini dikabarkan sudah hampir rampung.

Menanggapi hal tersebut, Ujang, selaku Ketua Panitia Pembangunan Sarana dan Prasarana (P2SP) sekaligus anggota Komite Sekolah SMPN 1 Cikidang, memberikan klarifikasi langsung kepada tim Suararakyat.info melalui sambungan WhatsApp, Minggu (2/11/2025).

Menurut Ujang, pihaknya mengakui memang sempat terjadi kelalaian dalam pengawasan karena kondisi kesehatan dirinya yang menurun selama beberapa hari terakhir.

“Saya lima hari lalu tidak datang ke sekolah karena kondisi kurang sehat. Tapi sejak awal pembangunan, kami sudah komitmen soal kualitas material. Semua material kami kontrol, dan kalau ada yang tidak sesuai, pasti kami tolak,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa kejadian pasir jelek tersebut terjadi saat pihak sekolah tengah melakukan pemesanan tambahan material untuk ruang guru. Biasanya, penyedia material sudah memahami standar yang diinginkan pihak sekolah. Namun karena dirinya sedang tidak hadir di lokasi, pengawasan tidak berjalan maksimal.

“Biasanya penyedia sudah tahu seperti apa pasir yang kami mau. Tapi karena saya tidak di tempat selama lima hari, kami percaya saja ke penyedia material. Begitu muncul pemberitaan, kami juga kaget,” ujar Ujang.

Mengetahui hal itu, Ujang mengaku langsung menindaklanjuti dengan menghubungi pihak penyedia jasa material untuk meminta klarifikasi. Hasilnya, pihak penyedia mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian anak buah mereka.

“Saya langsung komplain ke pihak penyedia. Mereka mengakui kalau itu kesalahan anak buah yang salah menaikkan barang. Katanya, mereka minta maaf,” ungkapnya.

Ujang menegaskan bahwa sejak awal, pihak P2SP bersama komite sekolah tidak pernah memiliki niat untuk menurunkan kualitas pekerjaan apalagi melakukan praktik curang. Ia menegaskan proyek tersebut harus memiliki kualitas terbaik demi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar siswa.

“Kami dari awal tegas, tidak mau menggunakan pasir jelek. Kami ingin kualitas bangunan yang baik karena ini untuk sekolah dan anak-anak,” tandasnya.

Namun demikian, munculnya persoalan ini tetap menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menduga, bisa saja ada unsur kelalaian yang mengarah pada praktik mark-up atau permainan anggaran, mengingat proyek revitalisasi tersebut menggunakan dana publik.

Hingga berita ini diturunkan, tim Suararakyat.info masih berupaya menghubungi pihak penyedia material pasir yang disebut berasal dari wilayah Cimangkok, untuk mendapatkan konfirmasi langsung terkait dugaan tersebut. Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat segera turun tangan untuk memastikan proyek revitalisasi SMPN 1 Cikidang berjalan sesuai dengan ketentuan teknis dan standar kualitas bangunan yang telah ditetapkan.

READ  Politeknik ISTIKOM BCI Kampus II Sukaraja Diduga Langgar Aturan, Beroperasi Tanpa Izin Resmi LLDIKTI

CATATAN REDAKSI:

Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


(Tim) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kegiatan Silaturahmi PPPK Jampangtengah Diwarnai Dugaan Pungli,Disdik dan Inspektorat Segera Bertindak
Proyek Kelas SBSN Rp3 Miliar di Inhil Diduga Abai K3: Pekerja Tanpa APD, Kontraktor dan Konsultan Menghilang
Kampus Sabili Dorong Semangat Belajar Sepanjang Hayat, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Profesional
Unindra Siapkan Kompetensi Spesifik Untuk Mahasiswanya Sebelum Bekerja
Orasi Ilmiah Wisuda STIE Kusuma Negara, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Transformasi Pendidikan Tinggi
DPP GAKORPAN Bedah Dugaan Pelanggaran Proyek SMKN 1 Cikarang Barat 4: Sorotan Keras atas K3, Transparansi, dan Akuntabilitas Anggaran Publik
Semarak Hari Pahlawan di TKIT Istiqomah Kedung Waringin: Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini
Ws.Liem Liliany Lontoh Bagikan Pandangan tentang Moderasi Beragama di LP2M UIN Jember
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:33 WIB

Kegiatan Silaturahmi PPPK Jampangtengah Diwarnai Dugaan Pungli,Disdik dan Inspektorat Segera Bertindak

Jumat, 5 Desember 2025 - 08:57 WIB

Proyek Kelas SBSN Rp3 Miliar di Inhil Diduga Abai K3: Pekerja Tanpa APD, Kontraktor dan Konsultan Menghilang

Minggu, 30 November 2025 - 10:08 WIB

Kampus Sabili Dorong Semangat Belajar Sepanjang Hayat, Cetak Mahasiswa Berprestasi dan Profesional

Kamis, 27 November 2025 - 23:29 WIB

Unindra Siapkan Kompetensi Spesifik Untuk Mahasiswanya Sebelum Bekerja

Rabu, 26 November 2025 - 06:30 WIB

Orasi Ilmiah Wisuda STIE Kusuma Negara, Bamsoet Tegaskan Pentingnya Transformasi Pendidikan Tinggi

Berita Terbaru