SUARARAKYAT.info||SUKABUMI-Proyek revitalisasi bangunan di SMPN 1 Cikidang, Kabupaten Sukabumi, kini kembali menjadi sorotan publik setelah muncul pemberitaan mengenai dugaan penggunaan material pasir berkualitas rendah yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi pembangunan. Padahal, proyek yang menelan anggaran negara ini dikabarkan sudah hampir rampung.
Menanggapi hal tersebut, Ujang, selaku Ketua Panitia Pembangunan Sarana dan Prasarana (P2SP) sekaligus anggota Komite Sekolah SMPN 1 Cikidang, memberikan klarifikasi langsung kepada tim Suararakyat.info melalui sambungan WhatsApp, Minggu (2/11/2025).
Menurut Ujang, pihaknya mengakui memang sempat terjadi kelalaian dalam pengawasan karena kondisi kesehatan dirinya yang menurun selama beberapa hari terakhir.
“Saya lima hari lalu tidak datang ke sekolah karena kondisi kurang sehat. Tapi sejak awal pembangunan, kami sudah komitmen soal kualitas material. Semua material kami kontrol, dan kalau ada yang tidak sesuai, pasti kami tolak,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kejadian pasir jelek tersebut terjadi saat pihak sekolah tengah melakukan pemesanan tambahan material untuk ruang guru. Biasanya, penyedia material sudah memahami standar yang diinginkan pihak sekolah. Namun karena dirinya sedang tidak hadir di lokasi, pengawasan tidak berjalan maksimal.
“Biasanya penyedia sudah tahu seperti apa pasir yang kami mau. Tapi karena saya tidak di tempat selama lima hari, kami percaya saja ke penyedia material. Begitu muncul pemberitaan, kami juga kaget,” ujar Ujang.
Mengetahui hal itu, Ujang mengaku langsung menindaklanjuti dengan menghubungi pihak penyedia jasa material untuk meminta klarifikasi. Hasilnya, pihak penyedia mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kelalaian anak buah mereka.
“Saya langsung komplain ke pihak penyedia. Mereka mengakui kalau itu kesalahan anak buah yang salah menaikkan barang. Katanya, mereka minta maaf,” ungkapnya.
Ujang menegaskan bahwa sejak awal, pihak P2SP bersama komite sekolah tidak pernah memiliki niat untuk menurunkan kualitas pekerjaan apalagi melakukan praktik curang. Ia menegaskan proyek tersebut harus memiliki kualitas terbaik demi keberlangsungan kegiatan belajar-mengajar siswa.
“Kami dari awal tegas, tidak mau menggunakan pasir jelek. Kami ingin kualitas bangunan yang baik karena ini untuk sekolah dan anak-anak,” tandasnya.
Namun demikian, munculnya persoalan ini tetap menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Beberapa pihak menduga, bisa saja ada unsur kelalaian yang mengarah pada praktik mark-up atau permainan anggaran, mengingat proyek revitalisasi tersebut menggunakan dana publik.
Hingga berita ini diturunkan, tim Suararakyat.info masih berupaya menghubungi pihak penyedia material pasir yang disebut berasal dari wilayah Cimangkok, untuk mendapatkan konfirmasi langsung terkait dugaan tersebut. Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat segera turun tangan untuk memastikan proyek revitalisasi SMPN 1 Cikidang berjalan sesuai dengan ketentuan teknis dan standar kualitas bangunan yang telah ditetapkan.
CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
(Tim)














