Warga Surabaya Keluhkan Diduga BBM Pertalite Bermasalah: Motor Brebet Massal, Pertamina Lakukan Uji Laboratorium

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Surabaya — Dalam beberapa hari terakhir, keluhan dari para pengguna sepeda motor di wilayah Surabaya semakin marak terdengar. Banyak pengendara mengeluhkan sepeda motornya tiba-tiba bermasalah setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).Selasa (28/10/2025)

Keluhan ini pertama kali mencuat empat hari lalu dan kini semakin meluas, terutama di kalangan pengguna sepeda motor matic dengan sistem injeksi. Para mekanik bengkel di Surabaya mengaku menerima lonjakan jumlah kendaraan yang datang dengan gejala serupa.

“Empat hari terakhir ini banyak sepeda motor matic injeksi yang mengeluh sama. Semua mengaku baru isi Pertalite,” ujar Firman, salah satu mekanik di wilayah Surabaya, Senin (28/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, ketika sisa BBM di tangki motor diperiksa, tercium aroma tidak biasa. “Bau BBM-nya aneh, kayak bau pepaya busuk. Kami bandingkan dengan Pertalite lain, memang baunya beda,” jelasnya.

Akibat fenomena ini, bengkel tempat Firman bekerja kini kebanjiran pelanggan. Dalam sehari, ia bisa menangani antara 10 hingga 17 unit sepeda motor dengan keluhan serupa. “Biasanya servis satu-dua motor saja. Tapi sejak Jumat kemarin, bisa sampai sepuluh bahkan tujuh belas unit per hari,” ungkapnya.

Gejala yang paling sering muncul adalah mesin brebet, tarikan berat, dan tenaga motor turun drastis. Untuk memperbaiki, para mekanik umumnya mengganti busi dan membersihkan throttle body atau sistem injeksi. Meski pengerjaannya tidak lama, banyak pengguna yang merasa kecewa karena motor mereka mendadak bermasalah setelah mengisi Pertalite di SPBU resmi.

Faris (31), salah satu pengguna motor yang mengalami hal serupa, mengaku motornya langsung brebet tak lama setelah keluar dari SPBU. “Saya isi Pertalite di SPBU resmi. Begitu jalan, motor langsung brebet dan tenaganya turun. Akhirnya saya bawa ke bengkel,” keluhnya.

Sementara itu, Wawan, pengguna motor matic lainnya, mengatakan mesin motornya menjadi tidak stabil. “Tadinya lancar, tapi keluar dari SPBU langsung brebet. Terpaksa saya servis,” katanya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU maupun Pertamina terkait penyebab pasti gangguan ini. Namun, fenomena serupa ternyata juga dilaporkan di wilayah Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Sidoarjo. Di daerah-daerah tersebut, puluhan motor masuk bengkel setiap hari dengan gejala yang sama: mesin brebet, tarikan berat, hingga sulit distarter.

READ  Pemkot Surabaya Gelar Kerja Bakti Gabungan Pemeliharaan Saluran Drainase dan Bozem

Sulis, mekanik bengkel resmi di Bojonegoro, membenarkan lonjakan kasus tersebut. “Sejak Jumat, sudah ada sekitar 45 motor yang datang dengan keluhan sama. Setelah dicek, businya hitam dan cepat kotor. Ini indikasi pembakaran tidak sempurna,” ujarnya.

Menanggapi maraknya keluhan ini, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa seluruh proses distribusi BBM Pertamina telah dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Namun demikian, Ahad mengaku pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel Pertalite dari beberapa SPBU yang dilaporkan bermasalah. “Sampel dari SPBU yang ramai dibicarakan di media sosial sudah kami ambil untuk dikirim ke laboratorium. Kami pastikan hasilnya akan segera kami umumkan,” katanya.

Ahad juga mengimbau masyarakat yang mengalami kendala setelah mengisi BBM untuk segera melapor ke call center Pertamina di nomor 135, agar pendataan dan tindak lanjut dapat dilakukan secara menyeluruh.

Sementara itu, Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) Jawa Timur turut menyoroti persoalan ini. Mereka mendesak pemerintah dan Pertamina bertanggung jawab penuh serta mengusut tuntas dugaan penurunan kualitas BBM Pertalite.

“Rakyat membeli produk resmi dari Pertamina dengan kepercayaan penuh. Jika produk itu justru merugikan masyarakat, maka negara wajib hadir untuk menjamin kualitas dan melindungi konsumen,” tegas pernyataan resmi FABEM Jatim.

Masyarakat kini berharap hasil uji laboratorium dapat segera diumumkan, agar penyebab pasti fenomena motor brebet massal di Surabaya dan sekitarnya dapat terungkap. Hingga saat ini, sebagian besar warga memilih berhati-hati dan beralih sementara ke jenis BBM lain sembari menunggu klarifikasi resmi dari pihak Pertamina.

CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Rahmat FABEM Jatim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa
Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri
Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi
Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah
Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan
Empat Bulan Buron, Oknum Kiai Cabul Cicantayan Belum Ditangkap: Publik Pertanyakan Nyali dan Keseriusan APH
APMP Jatim Serahkan Dokumen Bukti Tambahan Dugaan Korupsi RSUD Dr Soetomo ke Kejari Surabaya, Minta Proses Hukum Transparan 
Diduga Gelanggang Judi Sabung Ayam di Teporo Kian Terang-terangan, Kepercayaan Publik terhadap Penegak Hukum Dipertaruhkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:49 WIB

Aksi Berakhir Tanpa Hasil, PC PMII Pasuruan Gugat Kepemimpinan PKC Jatim dan Soroti Kedekatan dengan Penguasa

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:06 WIB

Dinilai Abaikan Amanat Reformasi, BEM Pasuruan Raya Tolak Keras Pengesahan Revisi UU Polri

Selasa, 9 Juni 2026 - 00:26 WIB

Ormas Aksi Bela Rakyat Serahkan Berkas Hak Angket ke DPRD, Usulkan Pemakzulan Wali Kota Sukabumi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 01:20 WIB

Keponakan Pahlawan Nasional Marsinah, Prajurit TNI AD Wahyu Tetap Tegar Bertugas di Papua Meski Ditinggal Sang Ayah

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Sesat Pikir “Public Trust”, Ketika Penegakan Hukum Tereduksi Menjadi Sekadar Pencitraan

Berita Terbaru