Jaringan Tambang Emas Ilegal Pasaman: Tiga Bos PETI Diduga Setor ke Oknum APH demi Aman Beroperasi

- Penulis

Senin, 27 Oktober 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Pasaman, Sumbar –Ditengah sorotan publik terhadap maraknya aktivitas (PETI) pertambangan emas ilegal menggunakan escavator di Pasaman, nama *Raffi, Misra, Runsyah* disebut – sebut Bos tambang emas Ilegal, kian mencuat sebagai salah satu aktor paling nekat dan kontroversial di antara beberapa nama Bos tambang di wilayah tersebut., Ungkapnya sumber terpercaya, Minggu (26/10/2025)

Pasalnya, mereka ini masing2 punya lokasi aktivitas PETI tersebut, seperti Raffi diduga memiliki dua unit Escavator dengan menjalankan tambang emas ilegal yang beroperasi di wilayah Sinuangon Nagari Cubadak Barat  Kecamatan Dua Koto. Dan selain milik Raffi, adapun milik orang lain dengan jumlah keseluruhan terdapat 5 unit Escavator. Khususnya di wilayah Cubadak Barat, Kabupaten Pasaman Provinsi Sumatera Barat.

Banyak pihak menilai operasi kegiatan tambang emas ilegal yang dilaksanakan Raffi merasa ada yang membackup sehingga tetap menjalankan bisnis yang jelas – jelas bertentangan dengan hukum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bos tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Sinuangon  cubadak barat Kecamatan Dua Koto, disebut-sebut tak gentar menghadapi aparat penegak hukum (APH), bahkan terkesan menantang.

Informasi yang diperoleh ini dari sumber-sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa Raffi telah lama menjalankan aktivitas tambang secara ilegal, tanpa mengantongi izin resmi. Ironisnya, operasional tambang miliknya terus berjalan lancar, dan menggunakan BBM Subsidi jenis solar untuk aktivitas tambang tersebut.

Akibat dari Aktivitas PETI tersebut menyebabkan kerusakan lingkungan parah, termasuk pencemaran sungai, penggundulan hutan, dan longsor kecil yang mulai mengancam pemukiman warga. Dan masyarakat yang membutuhkan BBM sering mengeluh karena penggunaan BBM subsidi dilakukan oleh banyak para penambang ilegal.

Lebih mengejutkan lagi, Raffi dikabarkan sering “membeli jalan” dengan uang tutup mulut kepada oknum tertentu agar kegiatannya tidak disentuh hukum.

READ  Diduga di Caplok Oknum, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Di Desa Situregen Tahun 2024, Hanya Disalurkan Dua Bulan

Sikap nekat Rafi telah memicu kegelisahan warga sekitar. Beberapa tokoh masyarakat menyuarakan keprihatinan mereka, namun takut bicara terang-terangan karena khawatir dengan intimidasi dan tekanan.

“Kami tahu aktivitas itu salah, tapi siapa yang berani lawan? Polisi pun seolah-olah tutup mata,” ujar seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.

Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi integritas aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya hukum yang dilecehkan, tetapi juga masa depan lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Kini publik menanti, apakah aparat berani menindak Raffi, ataukah Pasaman akan terus menjadi surga bagi para perusak alam berkedok bisnis emas?

Selain Raffi disebut – sebut juga nama sosok Bos tambang bernama Misra diduga memiliki escavator yang beroperasi di daerah Lanai Julu di kenagarian yang sama.

Misra tetap menjalankan bisnis haram nya tanpa ada sedikitpun rasa takut. Bahkan Misra di sebut – sebut sesumbar mengatakan, kegiatan yang dilakukan nya tidak dapat dihalangi, karena .”Selama saya masih bisa bayar, tak ada yg bisa ganggu. Ucapnya dengan nada sombong., pungkasnya sumber.

Selanjutnya bernama Runsyah yang disebut bos tambang dan memiliki escavator yang beroperasi di wilayah barang kundur, kecamatan Duo Koto. Hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi kepada Runsyah.

Sedangkan Raffi dan Misra, sudah dikonfirmasi dari semalam namun belum memberikan keterangan resmi dari konfirmasi awak media hingga turun berita ini. Senin (27/10/2025)

CATATAN REDAKSI:
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip independensi dan keberimbangan, redaksi membuka ruang hak jawab bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap pemberitaan ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah
Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga
Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at
Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas
Bentengi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba, Satgas TMMD ke-128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Penyuluhan di SD Inpres 62 Asai
CFD & CFN Bengkalis Digelar, GWN Dorong UMKM Bangkit dan Berdaya Saing
Koarmada III Gelar Kauseri Agama, Perkuat Mental dan Spiritualitas Prajurit
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 06:45 WIB

Resmi Dibuka, Lomba Menembak CFD Bengkalis Gairahkan Semangat Olahraga dan Kebersamaan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:17 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Berikan Pengecatan Akhir untuk MCK yang Lebih Indah

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:23 WIB

Pemimpin Siak Turun Langsung ke Masyarakat, Hardiknas Jadi Momentum Dengar Aspirasi Warga

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:29 WIB

Satgas TMMD ke 128 Kodim 1801/Manokwari Bersama Warga Tetap Tunaikan Sholat Jum’at

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:27 WIB

Di Balik Nasi Bungkus Ada Kebersamaan :  TMMD Ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Tanpa Sekat Tanpa Batas

Berita Terbaru