Aktivitas PETI di Wilayah Sektor Polsek Kuantan Mudik Terus Beroperasi,Warga: Diduga Ada Sekitar 300 Rakit dan Setoran Mingguan Rp1,5 Juta per Unit

- Penulis

Jumat, 14 November 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Kuantan Singingi-Warga masyarakat di wilayah Sektor Polsek Kuantan Mudik kembali melaporkan maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Sungai Batang Nalo dan sekitarnya, termasuk wilayah Desa Pantai dan Desa Lubuk Ramo. Laporan terbaru yang diterima pada Jumat pagi (14/11/2025) disertai sejumlah rekaman video yang menunjukkan ratusan rakit PETI dan aktivitas tambang darat yang masih beroperasi secara terbuka, bahkan terlihat penggunaan alat berat jenis excavator di lokasi.

Meskipun beberapa hari sebelumnya aktivitas PETI di kawasan tersebut diberitakan di berbagai media dan dilaporkan telah ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum (APH), warga kembali menemukan bahwa kegiatan ilegal itu tetap terus berlangsung. Bahkan jumlah rakit tambang disebutkan semakin bertambah, dan kini diperkirakan mencapai sekitar 300 unit yang beroperasi secara aktif.

Dugaan Perlindungan dari Oknum Tertentu

Sejumlah warga menyebutkan adanya dugaan perlindungan oleh oknum aparat desa, oknum aparat hukum, serta pihak-pihak lain, sehingga aktivitas PETI tetap berjalan meski telah berulang kali diberitakan dan disorot publik. Warga menilai bahwa tindakan yang dilakukan setelah pemberitaan viral belum memberikan efek nyata di lapangan.



Sumber warga juga menyebut adanya pungutan rutin yang diwajibkan kepada para pelaku PETI. Setiap unit rakit diduga diminta menyetorkan sekitar Rp1,5 juta per minggu kepada seorang koordinator berinisial Tomi (TM). Dana tersebut, menurut sumber, kemudian didistribusikan kepada oknum-oknum tertentu yang diduga terlibat. Salah seorang sumber internal APH yang enggan disebutkan identitasnya disebut turut membenarkan adanya pungutan dimaksud.

Sumber warga juga mengungkapkan bahwa rencana razia atau penertiban sering kali bocor lebih dulu, sehingga kegiatan PETI dapat terus berlangsung tanpa hambatan berarti.

“Selama ini razia selalu bocor duluan. Katanya sudah dimusnahkan, tapi faktanya tidak begitu. Tambang masih jalan terus, bahkan bertambah banyak,” ungkap salah satu warga.

Aktivitas PETI dilaporkan terjadi di aliran Sungai Batang Naro dan area kebun kelapa sawit yang berada di kawasan Estate Bukit Sepayung, yang terkait dengan PT Karya Tama Bakti Mulia (KTBM). Warga menduga sebagian area tersebut berada di luar HGU perusahaan dan dijadikan lokasi tambang ilegal yang beroperasi siang dan malam tanpa henti

Masyarakat yang menolak keberadaan PETI tersebut menyampaikan kecemasan atas kerusakan lingkungan yang terus terjadi. Mereka meminta perhatian dan tindakan langsung dari Kapolda Riau untuk menghentikan aktivitas ilegal ini.
“Mohon agar Bapak Kapolda Riau turun langsung. Jangan biarkan wilayah Kuansing hancur karena tambang ilegal ini,” ujar warga.

Hingga rilis ini diterbitkan, upaya konfirmasi masih dilakukan kepada pihak-pihak terkait, termasuk kepada Tomi (TM) yang disebut-sebut sebagai koordinator pungutan dalam aktivitas PETI di lokasi tersebut.

(Athia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seni Menjadi Suara Kemanusiaan, Pertunjukan Peduli Sumatera Digelar di Taman Motuyoko Perawang
Wali Kota Sorong Buka Muscab V IBI, Dorong Penguatan Layanan Kebidanan OAP dan Transformasi Kesehatan
Diresmikan Bupati, Pendopo PKMJ Bengkalis Jadi Rumah Kebudayaan Jawa di Negeri Junjungan
Klarifikasi Berbeda Versi: Ali Tegaskan Rombongan BRI Intimidasi untuk Keluar dari Rumah
Profesionalisme TNI AL: KRI Panah-626 Evakuasi 51 Penumpang KM Cantika Lestari 9C yang Kandas di Teluk Weda
BRI Cabang Tembilahan Diduga Intimidasi Pemilik Rumah Nasabah Mengunakan Jasa Petinggi Organisasi Pers
PBD Mantapkan Diri sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Timur Indonesia Lewat Investment Year 2025
Indra: Sesalkan Bupati Inhil Berdoa Saat Sumatra Berduka Dispora Gelar Hiburan Hamburkan Biaya  
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 04:08 WIB

Seni Menjadi Suara Kemanusiaan, Pertunjukan Peduli Sumatera Digelar di Taman Motuyoko Perawang

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:19 WIB

Wali Kota Sorong Buka Muscab V IBI, Dorong Penguatan Layanan Kebidanan OAP dan Transformasi Kesehatan

Jumat, 12 Desember 2025 - 04:49 WIB

Diresmikan Bupati, Pendopo PKMJ Bengkalis Jadi Rumah Kebudayaan Jawa di Negeri Junjungan

Jumat, 12 Desember 2025 - 03:49 WIB

Klarifikasi Berbeda Versi: Ali Tegaskan Rombongan BRI Intimidasi untuk Keluar dari Rumah

Jumat, 12 Desember 2025 - 01:41 WIB

Profesionalisme TNI AL: KRI Panah-626 Evakuasi 51 Penumpang KM Cantika Lestari 9C yang Kandas di Teluk Weda

Berita Terbaru