Tampil di AYG Bahrain 2025, Pencak Silat Goes to Olympic

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARARAKYAT.info||Bahrain — Seni bela diri tradisional Indonesia, pencak silat, resmi menorehkan sejarah baru di panggung olahraga internasional. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga warisan nusantara ini dipertandingkan secara resmi dalam ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 yang digelar di Bahrain pada 19–24 Oktober 2025.

Debut bersejarah ini semakin lengkap dengan torehan prestasi membanggakan dari kontingen Indonesia. Dua pesilat muda tanah air berhasil meraih kemenangan: Furgon Habbil Winata menyabet Juara 1 kategori putra, sementara Qiken Dwi Tata Olifia sukses membawa pulang Juara 2 kategori putri.

Dengan pencapaian tersebut, Indonesia berdiri sejajar dengan Filipina yang meraih Juara 1 kategori putri, serta Uzbekistan dan Kirgistan yang menempati peringkat ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Assistant Technical Delegate Pencak Silat di AYG 2025, Abdul Karim Aljufri, menegaskan bahwa kesuksesan ini bukan hanya soal perolehan medali, tetapi merupakan langkah penting menuju cita-cita yang lebih besar: menjadikan pencak silat sebagai cabang olahraga Olimpiade.

“AYG ini dimulai dengan mengirimkan pelatih dari beberapa negara. Ini peran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, dan Kementerian Luar Negeri yang mengeluarkan izin untuk para pelatih ke luar negeri Ini rangkaian pencak silat goes to Olympic,” ujar Abdul Karim.

Ia menjelaskan, sebagian besar pelatih yang dikirim ke luar negeri merupakan PNS Kemenpora. Karena statusnya sebagai tugas negara, proses perizinan dipermudah dengan dukungan penuh pemerintah, bahkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ikut turun tangan memastikan kelancaran.

Lebih jauh, Abdul Karim menekankan bahwa pencak silat tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga nilai-nilai universal yang relevan dengan dunia internasional.

“Pencak silat bukan hanya soal bertanding. Ada nilai luhur, filosofi, dan tradisi yang menyertainya. Tentang persaudaraan, hormat pada lawan, serta semangat kebersamaan. Dengan nilai-nilai luhur itu, pencak silat diyakini mampu menjadi cabang olahraga global yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk karakter generasi muda dunia,” tegasnya.

READ  Mengukir Prestasi dari Matras ke Panggung Nasional: Kisah Inspiratif Rachel Desvi Rusliana, Jawara Silat Muda Asal SMAN 1 Parungkuda Sukabumi

Partisipasi 14 negara dalam debut pencak silat di AYG Bahrain 2025 menjadi bukti bahwa seni bela diri ini semakin diterima di Asia. Negara-negara tersebut meliputi: Bahrain (BRN), Kamboja (CAM), Indonesia (INA), India (IND), Iran (IRI), Kazakhstan (KAZ), Kirgistan (KGZ), Malaysia (MAS), Pakistan (PAK), Filipina (PHI), Singapura (SGP), Thailand (THA), Tajikistan (TJK), dan Uzbekistan (UZB).

Keterlibatan negara-negara tersebut menegaskan bahwa pencak silat telah melampaui batas Indonesia sebagai tuan rumah budaya, dan kini menjadi olahraga yang dicintai serta diakui secara internasional.

Kesuksesan ini juga tidak terlepas dari dukungan diplomasi olahraga Indonesia. Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia di AYG Bahrain, Akbar Nasution, bersama Duta Besar RI untuk Bahrain, Ardi Hermawan, hadir secara langsung memberikan dukungan penuh kepada para pesilat muda yang bertanding.

Menurut Abdul Karim, kemenangan ini adalah “kado istimewa” bagi bangsa Indonesia. “Bagi bangsa Indonesia, kemenangan di AYG Bahrain 2025 adalah kado istimewa sekaligus momentum emas untuk mengukuhkan posisi pencak silat di kancah olahraga dunia. Lebih dari itu, ini adalah pembuktian bahwa olahraga tradisional bisa bersaing sejajar dengan cabang-cabang olahraga modern di ajang multi-event internasional,” ungkapnya.

Bagi Abdul Karim, debut dan prestasi gemilang pencak silat di AYG Bahrain 2025 diyakini menjadi batu loncatan besar untuk misi jangka panjang, membawa pencak silat ke Olimpiade. Dengan dukungan pemerintah, diplomasi olahraga, serta semangat para atlet muda, seni bela diri warisan leluhur ini kini menatap panggung dunia dengan lebih percaya diri.

(Matson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel www.suararakyat.info untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan
Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko
Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko
Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat
Aceng Syamsul Hadie: Perjanjian Dagang AS – Indonesia, Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan..?!
Budaya Leluhur Bangkit di Pesta Rakyat Kecamatan Pasan Tahun 2026
Menenun Perdamaian Dunia dari Davos: Kepemimpinan Visioner HM Raja Mohammed VI dan Pengesahan Piagam “Board of Peace”
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 01:00 WIB

Yakub F Ismail,Di Balik Gencatan: Implikasinya bagi Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 02:42 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP (Board of Peace) Sekarang, Jangan Biarkan Indonesia Dijadikan Alat Legitimasi Penjajahan

Senin, 2 Maret 2026 - 23:41 WIB

Pemerintah Kerajaan Maroko Tegaskan Keamanan Teluk adalah Harga Mati bagi Maroko

Senin, 2 Maret 2026 - 23:37 WIB

Finlandia Dukung Otonomi di Bawah Kedaulatan Maroko sebagai Solusi Sahara Maroko

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:20 WIB

Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

Berita Terbaru