SUARARAKYAT.info||Sukabumi — Di tengah kondisi jalan yang sudah lama rusak dan belum tersentuh perbaikan, warga Kampung Citiis RT 01/03 RW 03, Desa Bojong Asih, Kecamatan Parakansalak, akhirnya bisa tersenyum lega. Jalan setapak sepanjang 400 meter yang menghubungkan Kampung Citiis dengan Kampung Tangkil kini telah dibeton berkat semangat gotong royong masyarakat dan inisiatif seorang tokoh muda setempat yang akrab disapa Pak Poksay.Rabu (22/10/2025)

Program ini bukan berasal dari dana pemerintah, melainkan hasil murni swadaya masyarakat yang digerakkan oleh semangat kebersamaan. Pak Poksay, yang dikenal sebagai sosok peduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga, mengaku tergerak hatinya saat melihat kondisi jalan yang berlubang dan becek, apalagi di musim hujan seperti sekarang.
“Saya merasa prihatin melihat warga harus melewati jalan rusak setiap hari, terutama anak-anak sekolah yang menuju MI BPPI Citiis. Maka dari itu, saya siapkan materialnya, dan warga sepakat bergotong royong mengerjakannya,” ujar Pak Poksay dengan nada tulus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerjaan jalan dilakukan secara bertahap dengan dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Warga bahu membahu, mulai dari menyiapkan adukan semen, mengangkut pasir dan batu, hingga meratakan beton di sepanjang jalan setapak yang selama ini menjadi akses vital penghubung dua kampung.
“Alhamdulillah berkat kekompakan warga, jalan ini akhirnya bisa dibeton dan sudah bisa dilalui dengan nyaman. Ini bukan soal besar kecilnya biaya yang dikeluarkan, tapi soal kebahagiaan bersama. Saya merasa senang melihat warga bisa menikmati hasilnya,” tambah Pak Poksay.

Warga Kampung Citiis menyambut baik inisiatif ini. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian tokoh muda tersebut yang tidak hanya membantu secara materi, tapi juga hadir langsung di tengah-tengah masyarakat dalam setiap proses pengerjaan jalan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Poksay. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan tetap rendah hati dalam membantu warga. Jalan ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak yang berangkat ke sekolah setiap hari,” ungkap salah seorang warga dengan penuh haru.
Jalan yang kini telah berubah menjadi beton kuat bukan hanya simbol perbaikan infrastruktur, tetapi juga cerminan nyata semangat gotong royong dan solidaritas warga Bojong Asih. Di tengah keterbatasan anggaran desa dan menunggu perhatian pemerintah, masyarakat menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari niat baik dan aksi bersama.

“InsyaAllah ke depan kita tetap akan menjaga semangat kebersamaan ini. Komunikasi dengan warga terus kita jaga agar setiap kebutuhan lingkungan bisa ditangani dengan gotong royong,” tutup Pak Poksay.
Pembangunan jalan sepanjang 400 meter ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dan kerja sama antarwarga mampu menghasilkan perubahan nyata. Kini, setiap langkah di jalan beton Kampung Citiis bukan sekadar pijakan, tapi juga kisah tentang kepedulian, persatuan, dan cinta terhadap kampung halaman.
(Yhy/Hs)













